Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Gadis Yang Dijebak


__ADS_3

Tanisha masih saja menikmati sore harinya dengan beberapa camilan. Entah kenapa, dirinya ingin berlama-lama berada di teras rumahnya. Menikmati setiap bunga yang bermekaran, yang sengaja ia tanam sendiri beberapa bulan belakangan ini. Semenjak hamil, sikap Tanisha sering kali berubah-ubah. Terkadang sikapnya menjadi seorang perempuan yang lemah lembut, tak jarang juga dia sering mengajak Faris adu duel kekuatan. Arkha pun juga sama halnya dengan Faris maupun Rio. Tapi Arkha selalu menolak, dengan alasan keselamatan calon keponakannya itu.


Dan Rio lah yang menjadi pilihannya terakhir. Meski kerap kali Rio selalu mengalah, karena takut dengan ancaman Arkha yang akan memukulnya jika sampai kakak iparnya itu terluka sedikitpun.


Saat hendak masuk ke dalam rumah, karena langit mulai menampakkan bintang dan bulan, Tanisha melihat adanya sebuah mobil yang sangat ia kenali masuk ke perkarangan rumahnya. Hal itu menghentikan langkah Tanisha, dia ingin memastikan siapa yang datang kali ini.


Bibir Tanisha terangkat ke atas, saat melihat seorang pemuda yang sangat tampan turun dari mobil itu. Tanpa menunggu pemuda itu untuk datang menghampiri dirinya, Tanisha berlari kecil ke arah pemuda itu. Dia langsung meloncat ke dalam dekapan pemuda yang tengah merentangkan kedua tangannya ke arah Tanisha. Meski agak kesulitan dan terganggu dengan perutnya yang mulai membesar, Tanisha tetap berusaha memeluk pemuda itu dengan sangat eratnya.


"Kenapa lama sekali nggak ke sini?" Rengek Tanisha dengan begitu manjanya. Membuat pemuda itu tersenyum dan semakin mengeratkan pelukan mereka.

__ADS_1


"Aku harus menyelesaikan kuliahku secepatnya, Kak. Agar bisa pindah ke sini," ujar pemuda itu seraya mengurai pelukannya pada Tanisha. "Kenapa kalian mengganggu Om, sih! Kan Om jadi nggak bisa dengan leluasa memeluk Mama kalian yang gendut ini," ujar Arkha seraya mengusap perut Tanisha.


"Enak aja, ngatain aku gendut!" tanisha tidak terima jika dikatain gendut sama Arkha, adik dari kakak iparnya yang juga udah dianggap keluarganya sendiri. Bahkan Darren pun mengangkat Arkha sebagai perwakilannya di perusahaan cabangnya yang ada di kota ini. Karena perusahaan induk sudah ia serahkan pada putranya, Erlangga Elajar.


"Haha... Enggak kok. Kakak mah tetap cantik. Ya.... Meskipun agak melebar," goda Arkha dengan nada mengejek.


Saat mereka tengah sibuk bercanda, keluarlah seorang gadis dari mobil yang Arkha tumpangi. Gadis itu melangkah dengan sedikit agak ragu ke arah mereka. Melihat hal itu, membuat Tanisha penasaran. Siapakah gadis itu? Lalu ia menatap penuh peetanyaan pada Arkha, sedang yang ditatap hanya mengedipkan sebelah matanya, lalu mendekatkan wajahnya pada Tanisha seraya berbisik dengan suara yang sangat lirih.


Sontak, mata Tanisha melebar tak percaya dengan pengakuan Arkha. Pasalnya, adik angkatnya ini tipe cowok yang cuek pada perempuan, selain keluarganya. Pasti ada sebuah peristiwa penting yang terjadi dan yang tidak ia ketahui.

__ADS_1


"Kamu berhutang banyak penjelasan padaku, Beibe," balas Tanisha berbisik pada Arkha. Arkha menganggukkan kepalanya sembari tersenyum tampan ke arah Tanisha, lalu menatap penuh arti pada gadis yang kini berdiri di sisinya.


"Sweetie, kenalin ini Kak Nisha," ucap Arkha pada gadis itu seraya memeluk pinggang gadis itu. Sementara gadis itu tersenyum kaku ke arah Tanisha. Dapat Tanisha lihat, kalau gadis itu tengah tertekan dengan sikap Arkha padanya.


Gadis berwajah bule tersebut mengulurkan tangannya dengan ragu ke arah Tanisha. Tanisha yang mengerti posisi gadis itu, lantas segera menyambut uluran tangan gadis itu.


"Tanisha," ucap Tanisha lebih dulu memperkenalkan dirinya.


"Kanaya," balas gadis berwajah bule tersebut.

__ADS_1


Kenapa malah muncul cikal bakal judul baru lagi. Harusnya udah tamat di part ini😭 Wahai otak, kamu jangan malah menambah hutangku pada pembacaku🥺


__ADS_2