Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Banyak Pertanyaan


__ADS_3

Didalam perjalanan, Kenzo tidak henti-hentinya mengajak ngobrol gadis yang tengah mengemudikan mobil saat ini. Namun, tak satu pun kalimat Kenzo yang Tanisha respon.


Gadis itu terlihat fokus mengemudi, tanpa memperdulikan Kenzo yang berada di dalam mobilnya. Terkadang, Tanisha juga sedikit mengeraskan volume lagu yang dia dengar. Apalagi pas bagian lagu milik band ternama dan legendaris di negeri ini, Drive.


Lagu itu cukup mewakili perasaannya saat ini. Lagu yang berjudul Melepasmu, milik Drive. Tanisha terlihat sangat menghayati lagu tersebut. Tak jarang pula bibirnya itu menirukan beberapa bait lagu tersebut.


"Sha, kamu dengerin aku, nggak?" Kenzo harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menghadapi sikap Tanisha yang kelewat cuek terhadapnya.


"Enggak!" jawab Tanisha dengan nada ketus. Membuat Kenzo menghela napasnya kasar.


"Kita mampir dulu di cafe Benning, yuk! Katanya di sana menunya ekstrim dan enak. Aku penasaran, Sha. Karena semenjak datang ke negara ini, aku tidak ada waktu untuk sekedar jalan-jalan. Alasan yang lebih tepat sih, aku tidak punya temen. Kamu mau, kan? Ngantar aku ke sana. Sebentar saja kok," pinta Kenzo. Lagi-lqgi dia memang wajah memohonnya kepada Tanisha.


Tanisha terdiam sejenak, memikirkan permintaan Kenzo. Karena merasa kasihan, pada akhirnya Tanisha mengantar Kenzo ke cafe milik Rendra tersebut.

__ADS_1


Selang beberapa menit mobil yang dikendarai Tanisha melenggang di jalanan yang sangat ramai oleh pengendara lain, akhirnya mobil itu sampai juga di cafe Benning.


Kenzo turun terlebih dulu setelah mobil itu berhenti, lalu berjalan mengitari mobil bagian depan dan membukakan pintu untuk Tanisha.


"Silahkan My Queen," ucap Kenzo seraya membungkukkan setengah tubuhnya, sikapnya bak pengawal kerjaan yang tengah mempersilahkan raja mereka lewat terlebih dulu.


"Apa-an, sih! Malu tau!" entah mengapa Tanisha selalu kesal dengan semua sikap Kenzo kepadanya.


Kemudian Tanisha melangkah melewati Kenzo, tanpa mengucapkan terimakasih terlebih dulu pada model underwear tersebut. Tanisha melenggang pergi dan masuk ke dalam cafe tersebut. Terlihat gadis itu tengah di sambut ramah oleh salah satu pelayan cafe tersebut.


"Tumben, Mbak Nisha datang dengan cowok lain? Selingkuhan Mbak Nisha, ya?" tanya seorang pegawai tersebut.


Kenzo yang mendengar itu, semakin mempertahankan pendengaran nya. Jadi, gadis ini sering ke tempat ini? Sama cowok? Batin Kenzo. Dia sangat penasaran dengan sosok cowok yang sering diajak Tanisha saat berkunjung di cafe ini.

__ADS_1


"Udah, diem. Jangan suka ghibahin orang. Ntar kalau dipotong gaji kalian sama Kak Shima, tau rasa loh!" ucap Tanisha tidak menanggapi pertanyaan pegawai itu.


Pegawai yang bernama Shanti itu hanya menyengir menanggapi ucapan Tanisha. Kemudian pegawai itu menunjukkan tempat yang masih kosong, yang biasa ditempati Tanisha dan Devan saat mereka berkunjung ke cafe ini.


Mereka memesan makanan ringan dan minuman yang tersedia di cafe ini. Setelah Shanti pergi, Kenzo menatap Tanisha dengan tatapan penuh pertanyaan. Banyaknya sebuah kalimat pertanyaan yang terlintas di kepalanya, membuat Kenzo bingung, pertanyaan mana dulu yang akan ia utarakan kepada Tanisha.


"Kenapa liatinnya kayak gitu?" tanya Tanisha merasa risih di tatap seperti itu sama Kenzo.


Kenzo menggeleng pelan, kemudian menyesap minumannya yang sudah diantar oleh pelayan barusan. "Banyak pertanyaan yang bersarang di kepalaku. Tapi aku bingung, mana dulu yang akan aku tanyakan. Karena semua sangat penting, menurutku," ucap Kenzo. Lalu meletakkan kembali gelas yang berisi Coffe latte.


"Kalau begitu simpan saja, jangan kau tanyakan." jawab Tanisha asal.


Kalo aku jadi Mas Ken-Ken, udah aku kecup tuh bibir ketus milik Nisha😒

__ADS_1


Eh, tunggu! Kenapa aku buat si Ken-Ken jadi model 'ituan' ya🙈 Ya Salaaammm... emang polos bener ini otak aku🤭


__ADS_2