Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Curiga


__ADS_3

Tidak berselang lama, Erlangga dan Yutasha datang bersama anak mereka. Kemudian mereka berkumpul di ruang makan. Mata Yutasha menyipit, saat menangkap ada orang asing di tengah-tengah mereka. Lalu dia menatap penuh pertanyaan pada sang adik, karena gadis bule itu duduk tepat di samping kanan Arkha. Arkha yang mengerti akan tatapan dari sang kakak, hanya menganggukkan kepalanya. Dia berkata akan menjelaskannya nanti, tentu saja Arkha berkata tanpa suara dan Yutasha paham maksud dari adiknya.


Mereka bersenda gurau bersama. Diantara yang lain, terlihat Darren paling gusar. Lelaki paruh baya itu selalu melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Wajahnya nampak gusar, sehingga menimbulkan kecurigaan pada yang lain. Terutama Tanisha yang selalu memperhatikan gerak gerik papanya sedari tadi yang terbilang cukup aneh. Seperti orang yang menunggu seseorang datang.


Karena tidak tahan dengan rasa penasarannya, dan juga sikap papanya semakin terlihat aneh. Akhirnya Tanisha melayangkan sebuah pertanyaan yang membuat semua orang di ruangan itu menoleh pada Tanisha.


"Papa dari tadi kenapa, sih? Apa ada orang yang sedang Papa tunggu? Kok liatin jam mulu," tanya Tanisha sangat penasaran. Sementara semua orang kini beralih menatap Darren.


Darren yang ditatap seperti itu dan menerima sebuah pertanyaan dari putrinya, berusaha bersikap biasa saja. Dia berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya. Karena putrinya ini memiliki insting yang tajam dari pada dirinya maupun Erlangga. Darren tidak mau, kalau rencana yang sudah di atur oleh menantunya akan hancur berantakan hanya karena ulahnya.


"Ah, eng-enggak. Papa ada janji setelah ini sama klien Papa," jawab Darren dengan gugup. Karena Tanisha menatap ke arahnya dengan penuh telisik.

__ADS_1


Tanisha tidak mudah percaya begitu saja dengan papanya. Lalu dia menatap mamanya, mencari kebenaran perihal ucapan papanya.


"Emang bener, Ma?" Tanya Tanisha, kini beralih pada Karina.


"Mana Mama tau, Sayang," jawab Karina asal seraya mengangkat kedua bahunya. Dia memilih jalan aman, daripada putrinya akan terus menyelidiki kebenaran tentang kegusaran suaminya, kepadanya.


Tanisha masih menatap mama dan papanya secara bergantian. Masih ada yang janggal di matanya. Dia curiga kalau papanya menyembunyikan sesuatu darinya.


Melihat adik iparnya yang seperti itu, membuat Yutasha berinisiatif mengalihkan topik yang sedikit menegangkan di antara mereka.


"Udah sebulan yang lalu sih, Kak. Jadwal kontrolnya lagi, besok. Kakak mau kan, nemenin Nisha kontrol? Masa iya sama Mama terus," keluh Tanisha.

__ADS_1


Sebenarnya, dia juga pingin seperti para istri lain yang kontrol dengan di dampingi suami mereka. Namun, disaat Tanisha mulai mengeluh seperti itu, dia berusaha menghibur dirinya dengan keberadaan baby twins yang ada di dalam perutnya.


"Mmmm... Boleh juga. Kakak akan menginap di sini selama satu minggu. Boleh, kan Mas?" Tanya Yutasha pada suaminya.


Erlangga tak langsung membalas, dia nampak memikirkan sesuatu sebelum menjawab permintaan istrinya.


"Lalu Greesha gimana, Sayang?" Tanya Erlangga menggunakan putrinya.


"Dia kan sama aku, Mas." Jawab Yutasha.


"Terus aku?" Tunjuk Erlangga pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ya Kakak bisa tidur sama Mang Ujang," sahut Arkha diiringi gelak tawa mereka yang ada di ruangan itu. Mang Ujang adalah sopir pribadi Erlangga. Erlangga langsung melototkan matanya ke arah adik iparnya itu. Ia tidak bisa jika tidak tidur bersama istrinya.


Saat mereka tengah sibuk meledek Erlangga, terdengar ada suara yang begitu gaduh dari luar rumah mereka. Karena penasaran, mereka pun keluar guna memeriksa apa yang terjadi di luar.


__ADS_2