
Tanisha tengah menikmati sore harinya di teras depan rumah, dengan di temani camilan serta teh hijau, tentunya. Di usia kehamilannya yang menginjak bulan ke enam, membuat selera makannya semakin bertambah. Mungkin karena dia hamil anak kembar, jadi membutuhkan nutrisi yang lebih banyak lagi dari orang hamil oada umumnya. Tapi anehnya, meskipun Tanisha suka sekali makan dan ngemil, badannya terbilang tidak lah gemuk untuk ukuran ibu hamil. Hanya bagian oerutnya saja yang sepuluh kali lebih besar daro sebelumnya.
"Sayang, apa kamu tidak kedinginan di luar terus dari tadi?" Tanya Karina menghampiri putri bungsunya tersebut, sambil membawakan satu piring lagi yang berisi camilan kesukaan Tanisha.
Mendengar suara mamanya, Tanisha yang tengah sibuk dengan camilan serta ponsel yang ada di pangkuannya, menoleh ke belakang asal suara mamanya.
"Enggak kok Ma. Nisha lagi pingin aja diem di sini lebih lama, dan juga ini twins mumpung lagi anteng, enggak saling tonjokan di dalam," jawab Tanisha dengan asal.
__ADS_1
"Hush! Kalo ngomong di jaga!" Ingat Karina pada Tanisha. "Gimana kalo mereka suka berkelahi kayak kamu? Emang kamu mau di labrak orang tua temen anak kamu nanti? Seperti Mama dulu," ungkap Karina. Karena memang Tanisha sedari remaja suka sekali bikin babak belur temannya, jika dia sedang diejek. Entah itu perempuan atau laki-laki, Tanisha tidak pandang bulu.
"Ya jangan dong, Ma," Jawab Tanisha seraya meringis ke arah mamanya. "Tapi gimana nggak suka berantem, kalo emak dan bapaknya suka berantem, Ma? Pastilah salah satu di antara mereka ngikutin jejak orang tuanya. Nisha juga udah berencana ngajarin mereka bela diri sedari usia dini. Biar Nisha nggak terlalu capek ngawasin mereka," tutur Tanisha yang mempunyai rencana untuk anak-anaknya nanti.
Karina hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ia heran dengan putrinya sendiri, kalau orang tua di luaran sana akan menjaga anak-anak mereka seperti berlian, tidak akan membiarkan anak mereka lecet sedikitpun. Nah, putrinya malah sudah mempunyai rencana yang sedemikian rupa, agar mereka seperti dirinya yang suka berantem dan pecicilan.
Tapi, hal itu bagus juga untuk cucu-cucunya kelak. Mereka akan bisa melindungi diri mereka, jika berada diluar pengawasan orang tuanya. Seperti halnya dirinya kepada anak-anaknya. Karina bangga dengan kedua anak-anaknya yang pintar menjaga dirinya sendiri, meski suaminya tetap memberi penjagaan kepada mereka.
__ADS_1
"Siapa emangnya Ma? Kok aku lihat tadi Bibi belanja banyak banget," tanya Tanisha yang penasaran siapa tamu mereka.
"Nanti kamu bakal tau sendiri, Sayang," jawab Karina yang tidak memuaskan Tanisha.
Karina sengaja tidak memberitahukan perihal kedatangan menantunya malam ini. Karena semua itu juga atas permintaan Devan. Menantunya itu berpesan, ingin memberi kejutan pada Tanisha. Erlangga dan Yutasha pun sampai di suruh datang nanti malam. Karina dan Darren benar-benar ingin memberi sebuah momen yang akan terkesan di hati Tanisha, dengan berkumpulnya keluarga mereka. Karena semenjak Tanisha hamil, Erlangga selalu beralasan jika di suruh mengunjungi adiknya. Rupanya Erlangga juga ingin memberi kejutan pada Barbie Devil-nya yang sudah pensiun itu.
Aku kira akan tamat di part ini, ternyata masih ada lagi😂 Pokoknya, aku usahain tamat malam ini juga.
__ADS_1
Pembaca lamaku pasti tau cara mainku bagaimana. Aku selalu bosan kalo terlalu berlarut-larut dalam konflik. Entah, aku nggak suka yang kayak gitu. Berhubung ini cerita Devan yang sangat ringan, di banding konflik lainnya, jadi aku putuskan untuk segera tamat.
Lain halnya nanti di cerita Samuel. Di sana, kurang lebih kayak cerita Langit. Romantis Misteri. Jadi, siapkan spot jantung kalian. Apalagi ada Ayah Dirga yang uwu banget😅