Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Lalu Siapa Lagi?


__ADS_3

Niat baik Devan itu ternyata sangat disambut dengan baik oleh Darren dan Karina. Mereka sangat setuju dengan renacan Devan yang ingin mempersunting Tanisha secepatnya. Karena mereka juga tidak ingin terjadi hal-hal diuar kendali mereka nantinya.


"Apa kamu menerima semua kekurangan Nisha dengan segala keegoisannya?" Darren memastikan kembali pilihan Devan yang memilih putrinya untuk dijadikan istri oleh pemuda hebat ini.


Bukannya Darren selama ini tidak mengetahui hubungan Tanisha dengan Devan. Dia selalu mencari tahu perkembangan hubungan putrinya itu. Darren juga mengetahui alasan Devan memutuskan hubungannya dengan putrinya. Memang seorang laki-laki itu harus mempuyai tanggung jawab yang penuh untuk keluarganya kelak, dan Darren tidak menyalahkan Devan akan alasannya itu. Dia malah bangga dengan pemuda yang mempunyai tekad tinggi seperti Devan.


Devan menganggukkan kepalanya dengan tegas. Dia tidak akan salah dengan pilihannya saat ini. Darren tersenyum dengan jawaban Devan. Lalu dia memberikan senyumannya pada Devan, tanda kalau Darren merestui hubungan mereka.


Devan tidak menyangka akan semudah ini mendapat restu dari orang tua Tanisha. Padahal langkah yang seperti inilah yang sempat membuat Devan ragu, akan hubugannya dengan salah satu pewaris keluarga kerajaan bisnis tersebut.


"Akan saya usahakan semampu saya untuk membuat Nisha bahagia bersama saya, dan tidak akan mengecewakan Anda." ucap Devan sekaligus janjinya pada calon mertuanya tersebut.


Karina yang mendengar itu, mengusap lembut lengan Devan. Dia uga merestui putra sahabatnya itu untuk meminang putrinya lebih cepat.

__ADS_1


Sementara itu, Erlangga yang tengah berbicara dengan sang penghulu, meminta penghulu itu untuk mengijabkan satu orang lagi. Awalnya penghulu itu kaget, karena yang di jadwalkan hari ini adalah satu orang. Namun, Erlangga kemudian memberikan penjelasan pada peghulu itu, hingga penghulu tersebut akhirnya menerima permintaan Erlangga.


Sementara Tanisha yang tidak mengerti apa-apa, segera ditarik tangannya oleh istrinya Erlangga.


"Kenapa sih, Kak?" tanya Tanisha pada kakak iparnya tersebut.


Yutasha tersenyum lembut menatap adik iparnya itu, seraya menggendong buah hati hasil pernikahannya dengan Erlangga.


"Udah, kamu ikut Kakak aja," ucap Yutasha, seraya menarik lembut tangana Tanisha dengan satu tangannya yang bebas.


Tanisha sedikit terkesiap saat melihat Devan tengah duduk di depan penghulu. Di dalam pikirannya, apa yang dilakukan oleh prianya itu di depan penghulu? Apakah dirinya akan dicampakkan untuk ke tiga kalinya?


Tanpa terasa langkahnya berhenti. Disaat yang bersamaan air matanya menetes membasahi pipi. Tubuhnya lemas seketika.

__ADS_1


"Maaf, Kak. sepertinya aku haraus pulang sekarang," ucap Tanisha. Hatinya sakit melihat Devan duduk di depan penghulu tanpa dirinya.


Yutasha tersenyum melihat reaksi Tanisha yang salah paham seperti ini. Dia begitu gemas melihat tingkah Tanisha yang ngotot ingin pergi dari sana.


"Bentar dulu, Sha!" cegah Yutasha. Yuta berusaha untuk mencegah Tanisha agar tidak pergi dari tempat itu. "Jangan pergi dulu, kamu temani Devan, gih!" ucapan Yutasha membuat Tanisha bingung, tidak mengerti apa yang dimaksud oleh kakak iparnya itu.


"Apa maksud Kakak?" tanya Tanisha.


Yutasha tersenyum, lalu mendekati Tanisha kembali. "Kalau bukan kamu yang menemani Devan, lalu siapa lagi yang pantas bersanding dengannya? Kamu emangnya mau jika Devan menikah dengan perempuan lain?" Tanisha mencoba menelaah ucapan kakak iparnya tersebut. Bolehkah dirinya beranggapan kalau dirinya yang akan menikah dengan Devan? tapi kenapa secepat ini, dan juga tanpa pemberitahuan terlebih dulu kepadanya?


"Maksud Kakak aku yang akan menikah dengan mas Devan?" Sebelum Yutasha menjawab pertanyaan dari Tanisha, ada seorang perempuan yang mendatangi mereka.


"Kak, mempelai perempuannya disuruh duduk di samping mempelai laki-laki," ucap perempuan itu. Tanisha dan Yutasha mengangguk secara besamaan.

__ADS_1


Kemudian mereka melangkah menuju tempat di mana Devan sudah duduk di depan penghulu, dan juga ada papanya Tanisha yang duduk di sebelah pak penghulu. Mereka semua tinggal menunggu kedatangan mempelai perempuan untuk gabung bersama mereka.


Jangan lupa like, komen dan vote ya😁


__ADS_2