Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Kau Begitu Sempurna


__ADS_3

"Mas nggak mandi dulu?" entah karena terpesona dengan penampilan Tanisha yang kini sedang mengusapkan handuk di rambutnya yang basah. sehingga membuat Devan tidak menyahuti pertanyaan yang dilontarkan oleh Tanisha.


Hingga pada panggilan ke tiga, Devan baru tersadar dari alam bawah sadarnya yang terlena oleh pesona sang istri.


"Mas... kamu nggak mandi dulu?" tanya Tanisha seraya melangkahkan kakinya mendekati Devan yang masih terpaku di tempatnya.


"Ah, iya." gugup Devan. Lantas kemudian dia berjalan melewati Tanisha menuju kamar mandi.


Sepeninggal Devan untuk membersihkan diri, Tanisha celingukan mencari baju ganti untuk ia pakai. Dia baru ingat kalau tadi belum sempat membawa baju ganti, dan langsung di bawa ke hotel ini oleh suaminya.


Karena apa yang ia butuhkan tidak ada, Tanisha memutuskan untuk menunggu suaminya itu selesai membersihkan diri, seraya rebahan di tempat tidur.


Bisa saja Tanisha meminta tolong pada anak buahnya, tapi keadaan nya yang tidak membawa ponsel, membuat dirinya tidak bisa berbuat dengan leluasa. Karena tadi Devan langsung mengangkat tubuhnya tanpa sempat, mengambil ponsel yang ia simpan di dashboard mobil milik suaminya.

__ADS_1


Tanisha akan meminta tolong pada suaminya saja. Namun, karena yang di tunggu sangat lama, dan mata Tanisha tinggal beberapa watt saja, Tanisha memilih untuk memejamkan matanya sebentar. berharap rasa kantuk dan lelah yang menumpuk menjadi satu itu bisa hilang.


Dan benar saja, bukan hanya rasa kantuk itu yang hilang, tapi juga kesadaran dirinya yang juga ikut lenyap. Tanisha tak kuasa bertahan lebih lama lagi, hingga membuat dirinya terlelap begitu cantiknya.


Saat Devan keluar dari kamar mandi, ia mendapati istrinya yang terlelap begitu cantik dan menggemaskan. Devan melangkahkan kakinya mendekat ke arah tempat tidur, dengan tampilannya yang hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


"Kau memang sangat sempurna, Honey. Mana bisa aku meninggalkanmu sendiri," ucap Devan.


"Honey... bangun dong," bisik Devan tepat di telinga Tanisha.


Namun, ternyata hal itu tak cukup mampu membangunkan istrinya dari mimpi. Karena merasa gemas dengan respon yang Tanisha tampilkan, membuat ide nakal muncul di otak briliant sang mantan pengacara itu.


"Beibe...," lirih Devan seraya menyerukan wajahnya di ceruk leher Tanisha.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Tanisha menggeliat, karena merasa geli oleh hembusan napas Devan yang disengaja.


Devan tak hanya berhenti di situ saja unuk membangunkan sang istri. Dia terus melancarkan aksinya yang lebih jahil lagi.


Dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya, Devan melepas handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya itu, lalu mengayungkannya dengan asal ke udara. Setelah itu Devan ikut masuk ke dalam selimut yang sedang digunakan Tanisha.


Dan ternyata kejahilan Devan masih berlanjut pada tahap berikutnya. Di mana yang terbilang lebih ekstrim lagi. Dengan gerakan pelan, tangan Devan menarik simpul tali jubah yang sedang di kenakan Tanisha.


Tentu saja kalian bayangkan apa yang terpampang saat ini di hadapan Devan. yang pasti pemandangan yang sangat indah, lebih dari indah daripada yang terindah. Karena di balik jubah tersebut tidak terdapat suatu penghalang yang mengganggu mata Devan.


"Apa yang orang bilang tentang yang halal itu lebih menggiurkan, emang benar adanya," ujar Devan sembari menilisik dalam ke bagian yang terdalam.


Hahaha masih lama Mak, belah-belahnya🤣

__ADS_1


__ADS_2