Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Kita Menikah


__ADS_3

Entah, apa yang ada dipikiran Tanisha saat ini. Ia hanya ingin menguji perasaan Devan kepadanya. Dia akan memastikan suatu hal sebelum Devan pergi ke luar negeri.


"Apa kamu tahu, Mas. Aku sangat takut jika kamu nanti akan berpaling dariku saat kita dipisahkan oleh jarak. Ini adalah cara satu-satunya agar kamu terikat padaku," ucap Tanisha.


"Tapi bukan begini juga, Sha! Apa kamu tau? Aku dari tadi selalu menahan diri agar tidak menyentuh mu. Aku tidak mau merenggut kehormatanmu sebelum kita menikah," jelas Devan.


Mungkin, dirinya adalah pria yang bejat, dulu. Tapi dia tidak ingin merusak masa depan seorang gadis. Ditambah kita tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Pikiran dan hati manusia bisa berubah kapan saja.


"Kalau begitu, temui orang tuaku sekarang, Mas. Kita menikah sebelum kamu berangkat ke luar negeri." putus Tanisha. Dia ingin melihat seberapa besar cinta Devan untuknya. Seberapa seriusnya pria itu terhadapnya.


Devan terlihat nampak frustasi. Ini pilihan yang sangat sulit untuknya. Bukannya dia todak mau menikah dengan orang yang dicintainya, tapi dia merasa belum pantas berdamping dengan Tanisha dengan kondisinya yang masih merintis dari bawah.


"Aku tidak bisa, Sha. Kamu tau alasanku kenapa, kan?" jawaban Devan tersebut membuat Tanisha terdiam seribu bahasa. Sebuah jawaban yang menyerupai belati tajam dan langsung menghunus tembus ke ulu hatinya.

__ADS_1


Ia tidak menjawab maupun menatap Devan. Tanisha turun dari ranjang, lalu merapihkan penampilannya yang sudah tidak beraturan.


"Sha, tunggu!" cegah Devan saat Tanisha berjalan mendekat ke arah pintu.


"Jangan ikuti aku, Mas." ucap Tanisha tanpa menoleh ke belakang.


Tanisha keluar begitu saja dari dalam ruangan Devan. Dia tidak memperdulikan teriakan Devan yang menyuruhnya berhenti. Dari sini Tanisha mendapat suatu kenyataan, kalau Devan memang tidak ingin menikahi dirinya.


Masalah ekonomi atau kedudukan, bisa mereka raih bersama. Tapi apa yang dilakukan oleh Devan? Pria itu terlalu egois yang hanya memikirkan kepantasan dirinya sendiri. Tanpa memikirkan perasaan Tanisha yang digantung tanpa ujung kepastian.


Patah hati untuk yang kedua kalinya Tanisha rasakan, dan itu dengan orang yang sama. Tanisha juga tidak memperdulikan sapaan dari Langit yang tak sengaja bertemu dengannya di depan lift. Dia tetap berjalan lurus ke depan dengan tatapan yang kosong.


Sementara Devan ingin mengejar Tanisha, namun dia di tahan oleh Veena. Karena Veena membutuhkan tanda tangannya untuk berkas yang akan dia butuhkan nanti di perusahaannya sendiri.

__ADS_1


"Pak, ini harus segera Bapak tandatangani sekarang," desak Veena saat Devan ingin mengejar Tanisha. Veena tahu itu, makanya dia menggunakan berkas nya untuk ia jadikan mencegah Devan.


Mau tak mau Devan pun menghentikan langkahnya dan kembali masuk ke dalam ruangannya, Veena pun mengikut di belakang Devan. Senyum kemenangan terbit di bibir liciknya itu.


Sedangkan Tanisha semakin mempercepat langkahnya. Dia ingin segera sampai di tempat parkiran, di mana dia menyimpan mobilnya.


Karena Tanisha melangkah terlalu cepat dan tanpa memperhatikan sekitar, dia tidak sengaja menabrak seseorang yang baru melangkah dari arah tempat parkir.


"Maaf," Tanisha segera meminta maaf pada orang itu. Lalu segera melangkahkan kakinya pergi dari sana. Dia ingin segera sampai ke tempat mobilnya berada.


Namun, sebelum Tanisha melangkah lebih jauh, ada sebuah tangan yang mencekal tangannya. Sehingga membuat dirinya menghentikan langkah kakinya.


"Tanisha," panggil orang tersebut. Merasa namanya dipanggil, Tanisha menoleh ke belakang. Orang itu memakai masker yang menutupi setengah wajahnya.

__ADS_1


Siapa dia, oh siapa dia...🤣


__ADS_2