
"Kenapa bisa sampai kempes begini, sih?" tanya Arkha pada Tanisha.
"Ya mana kutau, Kha. Kalo bisa mah, aku rujak ni ban mobil," kesal Tanisha.
Ya, salah satu dari tiga orang yang menghampiri Tanisha itu ialah Arkha, adiknya Yutasha.
"Untung aku pas ada di dekat sini, coba kalau enggak? Bisa-bisa Kakak dibawa Oom mecum," goda Arkha dengan ekspresi yang dibuat mengerikan. Kemudian tertawa saat tak henti-hentinya Tanisha melampiaskan kekesalannya pada Arkha.
"Udah, Kak! Asetku bisa rusak kalau Kakak gebukin kayak gini," protes Arkha.
"Biarin! Bukannya menghibur, tapi malah memperkeruh suasana aja." kesal Tanisha kemudian menghentikan pukulannya pada Arkha.
Pemuda bernama Arkha itu tersenyum melihat Tanisha yang berubah menjadi murung. Bukan Tanisha yang dia kenal selama ini. Meski mereka belum lama saling kenal, tapi Arkha dan Tanisha memiliki banyak kesukaan yang sama. Contohnya dalam hal ilmu bela diri.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita tanding aja? Nanti kalau Kakak kalah, belikan aku motor gedhe. Bagaimana?" usul Arkha seraya menarik turunkan alisnya.
"Itu mah enakan di kamu, Kha!" sahut Tanisha seraya mengacak rambut Arkha yang berdiri tegak jabrik.
"Di mana-mana itu yang dicari mah enaknya aja, Kak. Mana ada orang yang mau nggak enaknya. Ya nggak?" ucap Arkha dengan senyum jahilnya lagi.
Tindakan Arkha yang seperti itu mampu membuat Tanisha tersenyum kembali. Bahkan dia sampai melupakan rasa perih yang barusan ia rasakan.
"Gimana? Jadi nggak?" Arkha tetap tidak menyerah melakukan nego dengan adik ipar kakaknya itu. Membuat Tanisha menggeleng kepala.
"Ya udah, yuk! Biar Kakak nggak galau lagi karena patah hati. Duh, kasian banget. Baru juga pacaran, tapi udah diputus aja. Ck, ck..," goda Arkha kembali.
"Nih bocah minta disleding, apa ya?" geram Tanisha seraya memukul bagian lengan atas Arkha. Tentu saja pemuda itu berpura-pura kesakitan dengan rengekan manjanya.
__ADS_1
Hal itu semakin membuat hati Devan bergemuruh di dalam sana. Dia memang tidak mengetahui Arkha sebagai adik dari istri Erlangga. Juga sikap mereka yang terlihat begitu akrab seperti sepasang kekasih yang lagi di mabok asmara.
Umur mereka terpaut tidak terlalu jauh, dan Tanisha selalu menganggap Arkha sebagi adiknya. Meski umur Tanisha lebih tua dua tahun dari umur Arkha, namun Tanisha memiliki wajah yang lebih muda dari Arkha. Sehingga membuat mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang begitu kompak. Karena Tanisha tidak mempunyai seorang adik, dia begitu memanjakan Arkha, meski sering di marahi oleh Yutasha.
"Udah, ah. Ayo kita mulai saja, Kak. Nanti keburu Kak Yuta tau, malah nggak jadi lagi," Arkha mengajak Tanisha masuk ke dalam mobilnya. Sementara dua temannya tadi, Arkha suruh membenahi mobil Tanisha.
Dengan senyum yang mengembang, Tanisha mengikuti langkah Arkha dari belakang. Devan mengepalkan tangannya, melihat Tanisha yang begitu bahagia dengan laki-laki lain.
"Ternyata secepat ini kau melupakan rasa itu, Sha," ucap Devan melihat kepergian mobil yang ditumpangi Tanisha dan Arkha. "Aku sadar, aku memang bukan siapa-siapa jika dibanding dengan keluargamu. Aku doakan semoga kamu bahagia, Sha." lanjut Devan kembali.
Devan mengatur napasnya yang mulai terasa sesak, setelah sedikit lega, baru Devan menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan penuh.
"Lang, gue ada perlu sama lo, sekarang!" Devan menghubungi Langit. Dia harus segera menuntaskan masalahnya malam ini dengan Langit.
__ADS_1
Udah dulu ya, mataku udah sevetš¤§