Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Apa Kamu Siap, Honey?


__ADS_3

Hati yang panas karena terbakar api cemburu, membuat Devan mempercepat langkahnya untuk membawa sang istri ke sebuah hotel yang dulu sempat Devan dan Tanisha datangi.


Ya, setelah acara selesai, mereka memutuskan untuk menginap di hotel beberapa hari ke depan. Karena pernikahan mereka yang mendadak, serta jadwal Devan yang juga terpaksa mundur dua hari, membuat Devan memiliki sedikit waktu untuk sang istri.


Sembari menikmati hari-harinya ke depan bersama sang istri, Devan juga harus menjelaskan pada istrinya perihal keberangkatannya. Setelah berpikir sepanjang perjalanan menuju hotel, Devan akhirnya memutuskan untuk mengajak Tanisha bersama dirinya ke kota Washington.


Devan tidak rela jika meninggalkan istrinya di sini, sementara ada pria yang dengan terang-terangan mengutarakan isi hatinya kepada sang istri. Tentu saja hal itu berhasil membuat Devan menahan geramnya sedari tadi.


Tanisha yang menyadari perubahan emosi pada raut muka suaminya, dia hanya bisa diam menahan segudang kalimat yang ingin dia jelaskan pada suaminya itu.


Selang beberapa menit mobil yang mereka tumpangi sampai di plataran RICH HOTEL. Devan memberikan kunci mobilnya pada pegawai hotel.


Tanpa menunggu lama dan meminnta ijin terlebih dulu pada sang istri. Devan langsung mengangkat tubuh istrinya itu ke dalam gendongannya. Dia tidak memperdulikan tatapan pengunjung lain ke arah mereka berdua. Devan nampak cuek-cuek saja.

__ADS_1


Sementara Tanisha merasa malu sekaligus senang dengan apa yang dilakukan Devan padanya. Dia tidak menyangka, cemburunya Devan terlihat begitu menggemaskan. Sangat berbeda dengan sikap yang biasa Devan tampilkan di muka umum. Kecuali jika saat bersama dirinya saja.


"Mas... turunin aku. Aku malu jika seperti ini," pinta Tanisha. Namun, tak sedikit pun Devan mengidahkan permintaan istrinya.


"Kamu punya hutang banyak penjelasan padaku, Honey. Dan kamu harus menjelaskan semua itu malam ini juga. siapkan mental dan tubuhmu setelah ini. Karena kita akan mengisi malam inni dengan banyaknya kegiatan," jelas Devan dengan senyuman seringai yang terlintas di bibir tipisnya itu.


Tentu saja senyuman Devan yang seperti itu membuat Tanisha bersikap was-was. Jujur, meskipun dulu dia pernah menggoda Devan agar mau menyentuhnya, sungguh saat itu hatinya sangat gugup tidak terkira. Takut jika prianya itu mengiyakan permintaan konyol yang sempat terlontar dari mulutnya.


Ingin rasanya Tanisha menghilang dari hadapan Devan malam ini, tapi itu semua tidak mungkin. Karena yang pasti suaminya itu tidak akan melepas dirinya malam ini dengan begitu mudahnya.


Devan terus membawa langkahnya menuju suite room yang sudah ia pesan melalui aplikasi yang tersedia di negara ini, beberapa jam setelah dirinya mengucapkan ikrar yang sangat sakral tersebut.


"Mas, inikan...," ucapan Tanisha terhenti ketika Devan membawanya masuk ke dalam ruangan yang ternyata sudah ia persiapkan untuk malam pertama mereka.

__ADS_1


Dengan senyuman yang mengembang, Devan menatap netra coklat yang dimiliki istrinya. Ia nikmati kecantikan yang terpahat di setiap inci wajah sang istri.


"Apa kamu menyukainya, Honey?" tanya Devan, seraya merebahkan tubuh Tanisha di atas tempat tidur yang dipenuhi oleh kelopak bunga mawar merah dengan pelan.


"Sejak kapan Mas menjadi romantis seperti ini?" bukannya menjawab, Tanisha balik bertanya kepada Devan. Karena selama ini Devan tidak pernah seromantis ini kepadanya.


Tempat tidur yang di penuhi oleh kelopak bunga, serta lilin yang ber-aroma harum, tapi juga menenangkan itu menambah kesan yang romantis di mata Tanisha. Mereka berjejer rapi dan menyala di sepanjang jalan menuju tempat tidur mereka. Belum lagi terpampang foto mereka berdua saat berlibur ke puncak, yang menyambut di pintu masuk ruangan tersebut.


"Apa kamu sudah siap, Honey?" Dan pertanyaan Devan kali ini membuat Tanisha sedikit terperanjat dari tidurnya. Namun, dengan sigap Devan menahan tubuh sang istri agar tidak bangun.


"Mau kemana Honey? sudah terlambat jika ingin kabur sekarang," ucap Devan dengan senyuman yang penuh arti, serta tatapan yang penuh maksud kepada Tanisha.


Rencananya mau aku up nanti malam, tapi aku takut lupa lagi kayak kemarin😥 Di rumah sibuk banget, jadi nggak sempat pegang hp. Maafkan dirikuh, ya Zheyeng🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2