Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Main Cantik


__ADS_3

"Halo, Kak. Ada apa tadi Kak Erlan nelpon Nisha? Nisha tadi sedang rapat di restoran, jadi nggak bisa angkat telpon Kak Erlan," jelas Tanisha dengan nada khawatir. Karena tidak biasanya kakaknya itu menelpon dirinya hingga berkali-kali.


Yutasha tersmdiam sejenak, dia tidak tahu bagaimana caranya untuk memberitahukan kabar yang sangat mengejutkan ini pada adik iparnya. Tapi Yutasha juga tidak mau menutupi semuanya dari Tanisha. Tanisha harus tau kenyataan ini.


"Halo, Kak. Ada apa sih?" Tanya Tanisha begitu penasaran.


"Apa kamu tidak mendapat kabar dari Meggumi?" Tanya Yutasha balik. Yutasha tahu siapa saja teman Tanisha, karena adik iparnya itu selalu curhat padanya.


"Kabar apa Kak? Kak Yuta bilang aja langsung, jangan buat Nisha penasaran seperti ini," desak Tanisha pada Yutasha.


Terdengar jelas di telinga Tanisha kalau Yutasha sedang menghela napas. Dia tahu, kalau sampai kakak iparnya itu tidak langsung mengatakan sesuatu padanya, berarti ada hal serius yang sedang terjadi.


"Kamu harus berjanji dulu pada Kakak, kalau kamu bakalan nahan emosi setelah kakak mengatakan sesuatu," ujar Yutasha. Dia tidak ingin adik iparnya itu mengamuk setelah mendengar kabar darinya.

__ADS_1


"Ya, Nisha janji, Kak." Jawab Tanisha.


"Sekarang kamu buka sosmed kamu, dan cari media yang bernama Kun-Kun Media. Ada berita Devan dan perempuan seksi di sana. Kak Erlan tadi sempat marah dan menyuruh anak buahnya untuk menutup channel berita tersebut." Akhirnya Yutasha mengatakan sesuatu yang membuat suaminya marah.


"Berita apa memangnya, Kak?" Tanisha semakin penasaran, di saat nama suaminya di sangkut pautkan.


"Kamu lihat sendiri aja," jawab Yutasha. "Ingat! Jaga emosi kamu, Nisha," ucap Yutasha lagi.


Setelah itu mereka memutus sambungan telpon mereka. Kemudian Tanisha membuka sosial medianya. Dia mencara sumber berita yang disebutkan oleh kakak iparnya tadi. Dan sesuai dugaannya, media berita itu memberitakan tentang suaminya yang berhasil menarik investor yang cukup berpengaruh di Washington.


Tanisha bangga dengan sumainya yang berhasil dengan begitu cepat. Namun, di berita itu ada salah satu gambar yang membuatnya geram. Di gambar itu, terlihat Veena selalu menempel pada Devan, sehingga wartawan menyangka kalau Veena adalah istri Devan. Karena Devan selalu bilang dia sudah menikah. Media berita itu meyebar luas tentang berita Devan yang menikah dengan asistennya sendiri. Dan menjadi heboh seketika di kota itu.


Meski Devan baru saja pindah ke kota itu, tapi perusahannya telah berdiri lebih dari satu tahun belakangan ini. Dia selama ini hanya bolak balik ke sana kemari, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengurus perusahaannya sendiri dan risegn dari Bagaskara Corp.

__ADS_1


"Oh... Jadi seperti ini cara mainmu? Memanfaatkan situasi yang ada," ucap Tanisha. Tidak ada rasa kesal atau bagaimana di dalam hatinya. Sangat berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Erlangga.


Tanisha menutup kembali sosial medianya, lalu menatap Faris yang masih setia menunggu dirinya di ruang rapat tersebut. Tanisha menampilkan senyuman termanisnya ke arah Faris. Namun, itu justru terlihat sangat menyeramkan di mata Faris.


"Jangan bilang kalau Nona mau mangkir lagi dari tanggung jawab Nona," tebak Faris yang sudah hapal sifat Tanisha.


"Hahaha ... Kau memang selalu mengerti aku sedari dulu, Ris. Kali ini aku membutuhkan kamu untuk menjalankan drama nanti. Karena kalau dengan Rio, Mas Devan sudah pernah bertemu dengannya," ujar Tanisha tersenyum penuh arti.


Faris merupakan sepupu Tanisha dari pihak mamanya. Meskipun hubungan mereka sangat dekat, tapi mereka sepakat untuk tidak saling kenal di muka umum. Alasanya masih sama, demi menjaga keselamatan masing-masing.


"Ini pertama dan terakhir kali aku ikut dalam drama rumah tangga kalian," ujar Faris seraya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Tanisha yang tengah menertawakan dirinya.


Kalian tau kan, kalau aku udah gila, itu artinya novelku akan segera berakhir. So, jangan lupa tinggalkan jempol kalian😘

__ADS_1


__ADS_2