
Waktu mereka masih pacaran, Tanisha tidak pernah sekalipun memperlihatkan bagian tubuhnya yang begitu menggoda. Sangat berbeda dengan saat ini.
Devan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Asal tidak menatap ke arah Tanisha. Lalu mengambil jas yang tergeletak di sandaran sofa yang terdapat di ruangannya tersebut. Untuk kemudian Devan berikan pada Tanisha.
"Pakai ini. Jangan mengundang tindak kejahatan dengan memperlihatkan tubuhmu. Setelah itu, pulanglah. Aku mau rapat." ucap Devan datar dengan tatapan tajam ke arah Tanisha. Tanisha pun meraih jas yang diberikan oleh Devan.
Dia ingin marah, jika mengingat sepanjang perjalanan Tanisha menuju ruangannya, pasti banyak mata lelaki yang menikmati pemandangan indah dari Tanisha. Namun, Devan tidak bisa melampiaskan rasa marahnya itu. Yang bisa dia lakukan adalah menyuruh Tanisha cepat pergi dari kantor ini. Jika tidak, dapat ia pastikan dirinya tidak akan fokus bekerja.
__ADS_1
Tanisha tidak menghiraukan ucapan Devan. Dia menikmati makanannya dengan sangat hikmat. Devan merasa kesal akan sikap Tanisha yang jutek seperti itu. Tapi juga kangen dengan sikap jutek gadisnya tersebut. Semenjak menjalin kasih dengannya, Devan tidak pernah melihat sikap Tanisha yang satu ini. Yang membuat dirinya dulu semakin tertantang untuk mendapatkannya.
"Tanpa Mas suruh pun aku juga mau pergi, kok. Mau jalan ma temen," jawab Tanisha tanpa melihat Devan. Kemudian dia memakai jas yang diberikan Devan barusan.
Tanisha membersihkan meja kerja Devan. Lalu beranjak dari duduknya dan kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan Devan. Sebelum kakinya melangkah keluar, Tanisha menoleh ke belakang. Menatap Devan yang juga tengah menatapnya.
Ya, Tanisha melakukan ciuman jarak jauh pada Devan. Dengan gaya yang ia buat secentil mungkin. Bahkan Tanisha mengedipkan sebelah matanya. Membuat Devan harus menyetok kesabaran serta iman yang tinggi.
__ADS_1
Oh, God! Boleh aku karungin aja nggak dia? Mana bisa hamba tahan jika dia bersikap begitu menggemaskan seperti itu. Padahal ini baru sehari. Bagaimana kalau dia setiap hari akan seperti ini. Apa yang harus aku lakukan? Aku harus segera mempercepat proses ku. Meskipun kau sangat menikmati sikapnya yang agresif. Tapi ini demi harga diriku dan juga kebahagiaan kami kelak. Ucap Devan dalam hati setelah Tanisha benar-benar pergi dari ruangannya. Dia tidak boleh kalah dengan godaan dari mantan kekasihnya.
Setelah berperang dengan hatinya sendiri, Devan segera mengambil map yang berisi berkas-berkas untuk rapat sebentar lagi. Dia segera keluar dari ruangannya dan menuju ruangan Langit.
Tanisha pergi meninggalkan perusahaan Bagaskara Corp, dengan senyum kemenangan. Dia berhasil membuat Devan bingung dengan sikapnya. Langkah selanjutnya yang akan ia ambil ialah membuat Devan cemburu padanya.
Tanisha masih merasa kesal terhadap Devan. Dia ingin melakukan pembalasan yang manis untuk mantan kekasihnya itu. Karena sudah seenaknya saja melepas dirinya setelah apa yang mereka lalui bersama selama ini.
__ADS_1
"Halo, Lin. Bisa kita bertemu? Aku ingin mendinginkan hatiku," Tanisha menghubungi Lina, teman sekolahnya dulu. Dia berencana mengajak Lina jalan-jalan di pasar malam. Tanisha ingin melepas kepenatannya sejenak.