JODOH : Cinta Pertama

JODOH : Cinta Pertama
bab 10 susah sinyal


__ADS_3

Sudah enam bulan Raya berada di daerah ini, namun suasana desa telah membuat Raya jatuh cinta. Namun, ada beberapa hal yang membuat Raya tidak begitu suka di daerah ini. Ketika Raya harus mengirimkan laporan medis kepada atasannya, ataupun ketika Raya hendak menghubungi Rasyid, Raya harus mencari sinyal hingga naik keatas pohon.


Pernah ketika Raya harus mengirimkan laporan kepada atasannya, dia harus memanjat keatas pohon menggunakan tangga yang sengaja mereka bertiga (Raya, Yana, dan Beni) buat untuk memudahkan akses internet di bantu oleh beberapa warga disana menggunakan bahan seadanya, yaitu kayu yang di paku menggunakan kayu kecil di bentuk sedemikian rupa sehingga bisa saling menopang.


" Raya, laporan sudah kamu kirim belum?" tanya Beni sambil menyiapkan obat-obatan untuk pergi kerumah salah satu warga yang demam, sudah beberapa hari ini. namun, baru memberitahu setelah demamnya tidak juga sembuh setelah meminum obat-obat tradisional.


"belum" jawab Raya sambil masih mencoba memindahkan laporan dari laptop ke Hpnya, dibantu oleh Yana. Hal itu dilakukan untuk memudahkan nanti Raya naik ke atas pohon.


" kamu mau kemana, Ben?" tanya Yana.


" itu si imut kesayangan si Raya sakit udah seminggu, aku mau cek dulu kesana! " jelas Beni.


" o...pantes udah seminggu ini si kecil nggak ikut sama yang lainnya main kesini ya...." sahut Raya.


" iya, ini aku mau kesana. mau ikut kamu?" tanya Beni pada Raya.


" aku selesaikan laporan dulu. nanti kalau sudah selesai aku nyusul kesana! " jawab Raya masih sibuk dengan laporan yang belum juga selesai di pindahkan padahal baterai laptopnya sudah tidak mendukung lagi.


"aku berangkat dulu ya!" pamit Beni, pergi dengan mengunakan sepeda motor yang telah di modifikasi agar memudahkan berjalan diatas tanah yang masih merah dan berlumpur. apalagi ketika musim hujan, jalanan seperti bubur yang sudah diaduk tanpa bisa di lewati lagi.


" aduh laptopnya kenapa ini?" keluh Yana sambil mencoba menekan tombol power untuk mengecek laptop tersebut. Disini aliran listrik belum masuk, jadi ketika mereka hendak mengisi daya baterai laptop dan Hp harus menunggu malam hari ketika warga menghidupkan pembangkit listrik sederhana (genset) ataupun menggunakan aki motor yang telah di modifikasi sedemikian rupa supaya bisa di gunakan untuk mengisi daya.


" habis baterai paling itu." jawab Raya.


" yah...ini udah selesai belum ya?" tanya Yana lagi.


" kita cek dulu ja, semoga sudah kepindah semua, Yan!" jawab Raya menenangkan.


" amin.." sahut Yana


" sini" Raya mencoba mengecek data di dalam Hpnya satu persatu, dan di buka ada file yang rusak atau tidak. karena mungkin belum selesai di pindahkan.

__ADS_1


" yang ini ada yang kurang, Yan! " berirahu Raya sambil memberikan Hpnya kepada Yana.


" coba lihat!" jawab Yana sambil mengambil Hp dari Raya.


" ini data yang mana ya, Yan?" tanya Raya.


" tunggu!" Yana pergi kedalam kamar mengambil beberapa berkas dan memilih mana yang seharusnya di input.


"ini Ra!" kata Yana sambil memberikan kertas obat-obat yang telah di gunakan, dan juga obat-obat yang mereka butuh kan secepatnya.


Raya mengambil kertas dari Yana dan mengecek data tersebut sama atau tidak. setelah memastikan bahwa data tersebut sama Raya meminta Yana mendiktekan dan Raya menulis menggunakan Hp, meskipun sedikit ribet dan sulit. daripada tidak sama sekali.


Setelah selesai Raya segera pergi kebelakang rumah memanjat keatas pohon yang telah mereka modifikasi itu. sedangkan Yana memilih untuk memasak didapur, karena mereka tadi pagi belum memasak. Mereka tadi pagi makan makanan dari warga yang membuat kenduri.


Raya mengirimkan laporan secepatnya ketika mendapat sinyal, setelah selesai Raya tidak sempat membuka notif yang lain lagi. hendak segera turun untuk membatu Yana memasak. Namu, ketika baru sampai 5 tangga terakhir Raya di kagetkan dengan notifikasi panggilan video masuk dari Rasyid.


Raya hendak naik lagi keatas untuk menerima panggilan tersebut. namun karena tidak berhati-hati dan terlalu bahagia Raya tidak memperhatikan pijakan di kakinya, sehingga dia terpelesat dan jatuh dengan tidak sengaja menekan tombol terima pada telpon. sehingga panggilan Rasyid sempat masuk dan terputus kembali karena sinyal hilang. Rasyid sempat melihat Raya terjatuh dari atas pohon.


" Yana, tolong!" teriak Raya kesakitan, karena susah untuk berdiri.


Yana yang mendengar teriakan Raya langsung berlari, sebab sadar bahwa kelapa atau durian yang dia kira tadi sebenarnya adalah Raya yang jatuh. Yana langsung meletakan sembarangan baskom yang berisi beras milikmu tadi, dan menolong Raya yang sudah hampir menangis.


"ya ampun Raya, kok bisa!" teriak Yana melihat Raya yang tersungkut di bawah pohon.


" nggak usah nanya dulu...tolongin aku dulu Yana...!" teriak Raya sambil menahan sakit.


"iya." jawab Yana sambil memapah Raya masuk kedalam rumah, dan membantu Raya duduk di kursi yang berada di dapur.


" Hp aku mana?" tanya Raya yang teringat telpon dari Rasyid, dia takut Rasyid kwatir. karena Raya tadi sepertinya sempat menerima telpon dari Rasyid.


" emang tadi diamah?" tanya Yana balik.

__ADS_1


" tolong cariin di bawah pohon tadi." pinta Raya hampir menangis.


" Iya bentar" jawab Yana sambil berlari ke bawah pohon mencari Hp Raya.


Yana menemukan Hp Raya di terlempar cukup jauh dari tempatnya jatuh tadi. Yana langsung mengecek Hp tersebut yang masih aman walaupun asa sedikit gores di kaca pelindung layarnya.


"ini." Yana memberikan Hp Raya sambil berlalu mencari obat untuk Raya.


" makasih" jawab Raya sambil mengecek telpon dari Rasyid tadi.


" sini di obatin dulu, nanti kalau udah sembuh kamu manjatblagi ja, buat ngubungi ayang kamu itu.!" Oke Yana yang melihat Raya lebih khawatir kepada Hpnya dari pada dirinya sendiri.


Raya tersenyum mendengar omelan Yana sambil bersyukur mempunyai teman seperti Yana. " makasih ya, Yan!" ucap Raya tulus.


" udah nggak usah makasih dulu. sehat dulu. nanti kalau kamu sakit siapa yang ngerjain tugas kamu disini!" omel Yana lagi.


" kan ada kamu!" jawab Raya asal.


" kerjaanku udah banyak pakai banget ya, nggak usah kamu tambahin beban hidupku ini yang sudah menggunung." oceh Yana sambil memberikan obat ke Raya. " ini diminum buat meredakan nyeri."


" minumnya?" tanya Raya manja.


" ambil sendiri aku masih harus masak!" sewot Yana


" kakiku masih sakit" jawab Raya dengan mata yang dibuat sememelas mungkin.


Yana yang sebenarnya tidak tega melihat Raya, tetap mengambilkan minum. dan membatu Raya masuk kedalam kamar untuk beristirahat.


setelah itu Yana melihat pohon di belakang rumah itu, yang sering mereka panjat untuk mencari sinyal. sepertinya memang harus di perbaiki lagi, karena ada beberapa kayu yang mulai lapuk, dan akan sangat membahayakan mereka nantinya.


***

__ADS_1


Terkadang teman yang berbagi kesusahan bersamamu adalah saudara terbaik dan terdekat yang kamu miliki, walaupun kamu hanya bersamamu, sebentar saja.


__ADS_2