
Raya yang mendengar namanya di panggil dengan kata 'Ay' hanya mengingat satu orang Rasyid, tapi karena masih terkejut Raya bahkan tidak bisa hanya untuk menggerakkan kepalanya sedikit pun, semua terasa lemas karena perasan yang bercampur aduk, antara senan, sedih, jengkel, dan juga bahagia.
" Ay?" panggil suara itu lagi ragu dan sedikit dekat kearah Raya, karena Raya dari tadi tidak juga menoleh kearahnya, padahal seharusnya Raya sudah bisa mendengarnya.
Raya menguatkan hati dan mencoba berbalik melihat dan memastikan pendengaran dan juga kata-kata kedua teman dokternya itu tidak salah. ketika Raya berbalik dan menghadap ke arah sumber suara tadi dia menahan butiran bening dari sudut matanya yang mencoba untuk keluar. " I...Id?" gumam Raya terdengar memastikan apa yang dia lihat itu benar atau hanya ilusinya saja.
Rasyid yang melihat itu tersenyum lalu duduk di samping Raya, Lalu mengambil gelas minum milik Raya dan meminumnya. " akhirnya aku bisa ketemu kamu juga Ay!" ucap Rasyid lega setelah hausnya hilang.
" ka...mu?" Raya tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena tidak percaya Rasyid tiba-tiba duduk di sampingnya dan minum bersamanya.
" iya ini aku, Ay!" jelas Rasyid, agar Raya percaya bahwa ini bukan mimpi. " kamu nggak kangen sama aku?" tanya Rasyid menggoda Raya sambil merentangkan kedua tangannya.
Raya sudah meneteskan air matanya lalu mengangguk saja, tanpa berniat melakukan apapun. lebih tepatnya Raya tidak tahu harus melakukan apa, karena Rasyid datang tanpa memberitahunya.
" nggak mau peluk?" tanya Rasyid lagi.
bukannya mendapat pelukan Rasyid malah mendapat cubitan dari Raya.
Bidan yang berada di depan mereka yang dari tadi mengagumi ketampanan Rasyid meminta Raya mengenalkannya. " bu dokter, pacarnya kenalin ke saya donk!" pintanya.
" o, iya. Id ini Kak Mala, bidan di puskesmas depan," jelas Raya mengenalkan bidan tersebut kepada Rasyid. " kak, ini Rasyid" jelas Raya kepada Kak Mala.
" Mala" kak Mala mengulurkan tangan kepada Rasyid.
" Rasyid " jawab Rasyid sambil menerima uluran tangan tersebut.
Kak Mala yang tahu kalau pasangan tersebut sudah lama tidak berjumpa dan ingin melepas rindu, Kak mala pamit untuk kembali ke puskesmas.
" saya duluan ya bu dokter." pamit Kak mala.
" lho, Kak makannya emang udah habis?" tanya Raya bingung.
" sudah, kamu ja yang kelamaan ngelamunin pacar ganteng kamu ini, makanya nggak sadar kalau kakak, udah makan dengan sangat lahap!" jawab Kak Mala sambil berlalu meninggal kan Raya bersama Rasyid untuk melepas rindu.
"pacar nich aku?" tanya Rasyid yang sedari tadi mendengar Kak Mala menyebut dirinya pacar Raya, namun tidak di bantah sedikit pun oleh Raya.
" hah?" Raya bingung dengan pertanyaan Rasyid.
" pacar!" jawab Rasyid antusias.
Raya mengerutkan kening dan sedikit berfikir, kenapa tiba-tiba dia lemot dan sudah sekali loding. setelah faham maksud Rasyid, Raya mnepuk tangan Rasyid kuat. " nggak usah bercanda, aku males jelasin. orang juga nggak akan percaya.!" jelas Raya.
" kenapa?" tanya Rasyid memancing.
__ADS_1
" kamu yang kenapa?" tanya Raya balik
" aku emang kenapa?" tanya Rasyid tidak tahu arah pembicaraan Raya.
" kamu kenapa bisa sampai sini?" tanya Raya.
" menurut kamu kenapa?" tanya Rasyid balik. Raya paling tidak suka dengan Rasyid yang selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi. dan Raya harus menyimpulkan sendiri jawabannya.
" au ah gelap!" jawab Raya malas, dan kembali makan soto miliknya yang sudah mulai dingin.
" minta!" Rasyid menarik tangan Raya yang memegang sendok dan menyuapkan kemulut Rasyid.
" ish, kenapa pulang-pulang kamu jadi nyebelin sich, Id?" tanya Raya tidak suka.
Rasyid tersenyum lalu mengelus kepala Raya lembut , " aku kangen lihat ekspresi kamu yang marah-marah gini. cantik!" ucap Rasyid lembut.
" uhuk..uhuk.." mendengar gombalan Rasyid yang aneh, Raya bukannya tersipu malu, malah terbatuk-batuk, karena kaget.
dengan sigap Rasyid memberikan gelas minum kepada Raya, lalu menepuk punggung Raya lembut untuk mengurangi rasa sakitnya.
" pelan- pelan Ay!" nasihat Rasyid yang khawatir.
" kamu kesambet atau gimana sich, Id?" tanya Raya sambil memicingkan matanya.
Rasyid menggelengkan kepala sambil tersenyum.
Rasyid yang melihat itu hanya tersenyum sendiri. "kamu lucu!" ucapnya melihat tingkah Raya.
" kamu aneh!" ucap Raya sambil mengerutkan dahinya.
Karena tidak ingin Raya berfikir keras dan melupakan makannya, Rasyid mengambil manguk soto Raya lalu menyuapi Raya dengan hati-hati, sambil ikut makan. Karena Rasyid belum makan dari tadi pagi, Rasyid harus menempuh perjalanan cukup jauh dan sampai lupa makan.
setelah makanan mereka habis Rasyid memesan lagi, karena dia masih lapar. " mang, satu lagi kayak gini ya!" teriak Rasyid kepada penjual makanan tersebut.
" siap, di tunggu ya!" sahut penjual tersebut dari arah belakang.
Raya tiba-tiba mencubit kedua pipi kiri dan kanan Rasyid, untuk meyakinkan bahwa yang di depannya memanglah Rasyid.
" sakit, Ay!" kata Rasyid lembut sambil menyingkirkan tangan Raya dari kedua pipinya.
" kamu kok sekarang nyebelin sich Id?" tanya Raya tiba-tiba.
Rasyid tersenyum sambil mengelus kepala Raya tidak menjawab sedikit pun lalu menyuapi Raya kerupuk yang ada didepannya.
__ADS_1
" ish, punya temen kok nyebelin semua.!" oceh Raya tidak begitu jelas karena sambil makan kerupuk yang di paksa oleh Rasyid.
" jadi aku temen atau pacar?" tanya Rasyid lagi.
" mau mu apa?" tanya Raya balik.
" pacar dong!" jawab Rasyid memaksa.
" pacar thu yang romantis say, nggak kayak kamu!" ejek Raya.
" aku masih kurang romantis apa say?" jawab Rasyid menirukan gaya Raya.
" emang kamu udah ngapain?" tanya Raya lagi.
" coba kamu lihat kau baik-baik, pulang dari amerika naik pesawat 12 jam lebih, masih jet lag. langsung nyariin kamu di rumah. eh...cuman ketemu ibu mertua.!" jawab Rasyid sambil menggoda Raya. " terus habis itu aku minta alamat kamu yang ada di pelosok ini, cuman modal nekat ja. nyusul kamu kesini. aku masih kamu sebut nggak romantis?" tanya Rasyid mendramatisir keadaan.
" nggak usah lebay Id!" ejek Raya sambil menjulurkan lidahnya.
" udah gitu aku sampai rumah tempat kamu tinggal tadi, kamu malah udah pergi ke puskesmas, aku langsung kesini, sampai nyasar-nyasar kamu bilang aku lebay?" tanya Rasyid pura-pura sakit hati.
Raya yang mendengar itu agak kaget. dan mengalihkan pembicaraan " kamu dapat libur kerja berapa lama?" tanya Raya.
" aku udah keluar dari sana, mau cari kerja di Indo aja!" jawab Rasyid.
" maksud kamu, kamu mau pindah ke indonesia?" tanya Raya memastikan
" tepat!" jawab Rasyid sambil menerima soto pesanannya dari si pelayan.
" terus kamu mau kerja apa?" tanya Raya..
" kamu maunya aku kerja apa calon ibu dari anak-anakku?" goda Rasyid.
" males ngomong sama kamu!" kata Raya sambil berdiri hendak pergi.
" mau kemana?"
" mau ke puskesmas! buat gantian istirahat makan siang!" jawab Raya berlalu pergi.
" Ay!"
" makan dulu ja, aku nggak kemana-mana cuman ke puskesmas ja!" sahut Raya sambil berjalan menuju ke arah puskesmas.
Rasyid tersenyum melihat seluit Raya dari belakang, 'akhirnya aku bisa lihat kamu lagi Ay' gumam Rasyid sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
***
Terkadang cinta bisa sangat membuat kita bahagia hanya dengan melihatnya. tapi, kadang juga bisa menjadi sakit dengan melihatnya saja.