JODOH : Cinta Pertama

JODOH : Cinta Pertama
bab 8 tiba di kota pelajar


__ADS_3

Raya bersama kedua orang tuanya sampai di rumah kontrakan sang kakak sudah agak malam, sekitar pukul sepuluh lebih lima belas menit, suasananya sudah agak sepi, mungkin karena hujan masih terus memngguyur kota tersebut dari tadi sore.


mereka berhenti agak lama di lestoran tadi. untuk menunggu hujan reda dan juga beristirahat. sang ayah yang juga memilih menyetir sendiri menempuh perjalanan sekitar sekitar 12 jam dari Jakarta ke Jogja, harus molor menjadi sekitar 14 jam perjalanan, belum lagi tadi mereka sempat berhenti agak lama untuk menunggu hujan reda, yang harusnya perjalanan yang mereka tempuh tinggal 3 jam kata sang ayah tadi menjadi bertambah 2 jam lagi menjadi 5 jam lebih.


ketika sampai sang kakak yang sedang menunggu kedatangan mereka sampai ketiduran di depan televisi.


" Arjuna...!" teriak ibu karena sudah beberapa kali di ketuk pintu tidak juga kunjung di bukakan, dan seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam sana.


sedang kan sang ayah masih memarkirkan mobil di jalan rumah yang tidak begitu luas, tapi cukup untuk memarkirkan mobil, mereka. Raya memilih duduk di sebuah atas sebuah kursi usang, yang terdapat disana, seperti dimakan usia. Raya mencoba merapatkan jaket rajut yang ia pakai, karena sang kakak tak kunjung membuka pintu rumah itu.


" coba telpon kakak mu, Ra." perintah sang ayah yang baru sampai di teras rumah. dan melihat sang istri masih menggedor-gedor pintu.


tidak menggu di suruh dua kali Raya langsung menelpon sang kakak, yang setelah berdering 1 kali langsung mengangkat telpon dengan suara serak khas bangun tidurnya.


" hal ...." belum selesai sang kakak mengucapkan kata hallo.


" buka pintu oi...lama amat, tidur kok kayak orang mati sich?" omel Raya sambil membesarkan volume telponnya.


"siapa?" tanya dari sebrang sana. sepertinya kakak Raya masih belum sadar sepenuhnya, sehingga dia tidak sadar kalau Raya lah yang sedang menelpon.


"Raya kak." jawab Raya sok manis dan sok imut.


setelah mendengar jawaban itu sambungan telpon langsung mati, dan terdengar suara orang berlari dari arah dalam rumah menuju pintu.


"ckrek" suara pintu terbuka memunculkan muka sang kakak dengan mata memerah khas bangun tidur.


" kamu itu apa mati sich, Juna.?" omel sang ibu sambil melangkah masuk kedalam rumah.


Arjuna yang mendengar omelan sang ibu, ingin menghampiri dan meminta maaf kepada sang ibu ditarik oleh ayah untuk membatu membawa barang milik Raya.


" mau kemana kamu?" tanya sang ayah sambil menarik topi hoodi Arjuna.

__ADS_1


" itu ibu yah..." elak Arjuna yang malam melihat barang bawaan sang adik yang begitu banyak.


" nggak usah alesan, ayah tau isi kepala kamu.." omel ang ayah sambil membawa barang di tangan kanan dan kirinya.


dengan malas Arjuna tetap membawa barang sang adik kedalam, sambil mengomel. " ini barang banyak banget apaan?"


" tanya ja sama ibu!" jawab Raya sambil menunjuk ibu dengan dagunya.


"kenapa?" tanya ibu sewot.


" nggak ada bu" jawab Arjuna mengelak takut kena omel panjang lebar kalau dia mengeluh tentang banyaknya barang yang bawakan sang ibu untuk adiknya.


" kak kok di tarok sini sich?" tanya Raya ketika melihat Arjuna meletakkan barangnya di depan Televisi dan langsung bergelayut manja ke sang ibu.


" bawa sendiri" jawab Arjuna


mendengar jawaban Arjuna ke pada Raya, ibu langsung menjewer kuping Arjuna. ditambah lagi ibu melihat bekas mie instans berserakan di atas meja depan televisi. Arjuna yang menyadari arah pandangan sang ibu langsung dengan sigap bersiap-siap hendak membereskan sampah mie instans tersebut, malah mendapat omelan panjang kali lebar.


" kamu kalau mau makan mie instans kira-kira dong Arjuna!" geram sang ibu menghentikan gerak tangan Arjuna dari atas meja.


"makan mie instan boleh. tapi sekali-kali ja, terus harus di masak Jun.." geram sang ibu." nggak di makan pakai air panas kayak gitu ja.


" iya bu, sekali ini ja." jawab Arjuna membela diri.


" sekali aja kata kamu?. ini sekali yang ibu lihat, dab kebetulan ibu di sini, yang nggak ibu lihat terus yang waktu kamu sendirian disini, ntah udah berapa banyak, Arjuna?"


Raya yang mendengar ibu mulai berceramah kepada sang kakak memilih untuk masuk ke kamar yang telah di siapkan dan hendak mandi saja, dari pada nantinya dia juga akan kena dampak dari kelakuan sang kakak. Padahal dia baru akan mulai berjauhan dari sang ibu.


Raya merasa lelah dan capek sekali setelah menempuh perjalanan panjang sekitar empat belas jam, badan terasa lengeket dan bau. belum lagi tadi dia sempat mabuk perjalanan karena tidak begitu selera makan sejak tadi pagi. mengakibatkan asam lambung naik, lalu dia mual dan muntah. jadi bau mulutnya bertambah beberapa kali lipat.


sebelum bersiap ke kamar mandi Raya menyempatkan diri membuka laptonya, dan melihat aplikasi skype yang telah di instal oleh Rasyid satu minggu yang lalu, siap tau ada kabar dari Rasyid untuknya, tau mungkin juga notifikasi lainbya. karena tidak ada, Raya mercon membuka google crome dan mencari face book di pencariaan, lalu masuk ke akun face book yang di buat kan oleh Rasyid sekitar dua bulan la. disana dia membuka inbox, dan ada veverapa pesan masuk yang memang jarang sekali dua buka, disana Raya menemukan bahwa Rasyid telah mengirim pesan beberapa menit yang lalu mengatakan bahwa dia telah sampai di amerika dengan selamat, namun masih harus menjalani beberapa tes lagi dan harus masuk asrama sekitar awal musim gugur disana.

__ADS_1


Ay aku sudah sampai di amerika 1 jam lalu.


transitnya lama banget hampir dari setengah perjalanan di habiskan buat transit.


aku nanti akan masuk asrama awal musim gugur disini.


aku akan sangat susah di hubungi nanti.


semangat belajarnya ya.


^^^kamu juga semangat ya^^^


^^^semoga sukses nanti^^^


^^^kalau libur jangan lupa hubungi aku ya..^^^


Ketika Raya baru selesai mengirim kan pesan ke Rasyid suara sang ibu sudah memanggil dari luar untuk mengiantkannya mandi karena hari sudah hampir tengah malam. namun, anak gadis semata wayangnya itu belum juga ada tanda-tanda untuk bergegas mandi, maupun keluar dari kamar.


" Raya, mandi jangan jadi pemalas kayak kakak kamu.! " omel sang ibu dengan volume suara agak keras dari depan pintu kamar.


" iya, ini juga lagi siap-siap mau mandi bu.." jawab Raya sambil keluar dari kamar mandi.


" bu, lihat kotak sabut adek nggak?" tanya Raya sambil celingukan.


" makanya kalau narik sesuatu itu di inget baik-baik, punya anak dua ja, susahnya minta ampun kalau di suruh rapi." omel saang ibu sambil berjalan menuju ruang tengah tempat beberapa barang bawaan mereka masih tergeletak disana.


" ini"


" makasih bu" kata Raya sambil berlalu menuju kamar mandi, samar-samar omelan sang ibu masih terdengar.


" makanya, kalau nyari itu pakai mata.." dan masih panjang lagi omelan yang tidak lagi Raya dengar dari sang ibu.

__ADS_1


***


terkadang jarak tidak akan membuat hati menjauh, malah karena jarak yang terbentang jauh membuat kita sadar bahwa hati kita tak dapat di jauhkan.


__ADS_2