JODOH : Cinta Pertama

JODOH : Cinta Pertama
bab 16 flashback bagian 2


__ADS_3

Raya yang sudah mulai pucat, karena menahan sakit di kepalanya sangat merasa sangat tertolong dengan datangnya siswa yang telat tersebut. Walaupun Raya juga merasa jengkel dengan siswa yang telat itu, paling tidak sekarang dia sudah bisa sedikit bernafas lega. karena kemarahan Senior itu akan beralih kepada si murid telat itu.


" kamu...!" marah sang panitia MOS yang memegang pengeras suara tersebut.


" ma...af ka..k, saya su..dah izin..!" jelas siswa tersebut sedikit terbata, karena mengatur nafasnya yang putus-putus.


" izin sama siapa?" hardik sang ketua panitia itu dengan sombong. " kami tidak menerima izin dari kamu!"


" sa..ya sudah izin langsung ke kepala sekolah ka..k!" jawabnya sudah mulai tenang.


Raya merasa lega, karena ternyata siswa yang telat itu sudah meminta izin kepada kepala sekolah, jadi kemungkinan mereka semua akan bebas dari hukuman, dan semua siswa juga sudah bersorak dalam hati mendengar hal itu.


" nggak usah ngarang ya kamu!" senior itu tidak percaya, dan menuduh si siswa telat itu berbohong.


" kalau nggak percaya kita bisa temui kepala sekolahnya, mungkin beliau lupa menyampaikan kalau saya izin, atau mungkin beliau lupa saya sudah izin." jelasnya.


" hal nggak penting gini nggak usah sampai kepala sekolah juga!" hardiknya.


mendengar jawaban senior yang sudah ngotot dan tidak mau crose cek lagi, membuat para siswa mulai dongkol, dan menyumpahi mereka.


" lalu saya harus bagaimana?" tanya si siswa telat.


" kalian satu kelas harus terima akibat dari kelalaian kamu!" jawab salah satu panitia yang berada paling dekat dengan si siswa yang telat tersebut.


" nggak bisa gitu kak!" bantahnya.


" nama kamu siapa?"


"Rasyid kak!" jawab siswa yang telat tersebut.


" nama lengkap?" tanya panitia yang membawa daftar hadir peserta MOS.


" Muhammad Rasyid kak!" jawab Rasyid.


" oke karena kamu, kami akan menghukum kalian semua.!" jelas ketua panitia.

__ADS_1


" kak, maaf itu tidak efesien, karena kalau kami satu kelas di hukum semua, maka acara MOS akan molor, dan pekerjaan kakak-kakak sekalian akan bertambah banyak." jelas Rasyid, untuk meringankan beban teman-teman satu kelasnya.


" jadi menurut kamu hukumannya harus bagaimana?" tanya ketua panitia menantang Rasyid.


" biar saya saja yang di hukum." jawab Rasyid tegas, mengorbankan diri, karena memang dia merasa bersalah dengan datang terlambat.


Raya yang mendengar itu merasa lega karena Rasyid si pembuat masalah sudah mau bertanggung jawab atas kesalahan yang telat di buatnya serta membuat mereka semua kesusahan.


ketua panitia dan beberapa panitia lainnya berdiskusi memutuskan hal apa yang bisa mereka ambil untuk masalah ini, agar tidak terulang lagi kedepannya. atau malah terbawa kebiasaan telat tersebut sampai mereka sudah mulai pembelajaran, karena disini adalah sekolah yang sangat di kenal dengan kedisiplinannya dan juga peraturan yang ketat.


setelah beberapa menit berlalu ketua panitia kembali memberikan intruksi, bahwa semuanya boleh masuk ke aula tempat MOS berlangsung, kecuali Raya dan juga Rasyid.


" oke setelah kami menimbang dari segala sisi, semua siswa boleh masuk ke aula kecuali si telat Rasyid dan si sok idealis Raya!" jelas ketua panitia sambil menyuruh Rasyid dan Raya untuk berdiri di depannya.


" oke kalian berdua ikut saya!" perintah ketua panitia.


Raya yang masih sebal dengan Rasyid yang telat dan membuat dia juga ikut terlibat dalam masalah ini memasang muka jutek, karena pasti mereka akan di hukum satu hari ini.


Rasyid yang merasa bersalah dengan Raya melirik ke arah Raya sambil bergumam maaf yang tidak begitu jelas.


mereka berjalan sampai didepan kamar mandi yang menurut Raya cukup bersih. " tugas kalian harus membersihkan kamar mandi ini sampai bersih dan wangi!, alat-alat bisa kalian minta ke pak alim. biasanya beliau ada di belakang kamar mandi ini, lewat samping sana" jelas ketua panitia, sambil menunjuk kearah kanan kamar mandi.


" baik kak" jawab Raya, yang sudah malas berdebat. pusing di kepala Raya sudah tidak bisa di tahan lagi. semua teras berputar, ia hanya ingin duduk sebentar saja.


" kak, kalau sudah selesai kami bisa ikut acara MOS lagi?" tanya Rasyid meminta izin untuk kembali mengikuti acara MOS yang masih panjang.


" nanti 1 jam lagi saya kesini, kalau bersih dan wangi, saya akan mengizinkan kalian kembali ke aula!". jawabnya.


Setelah menjelaskan semua yang harus Rata dan Rasyid kerjakan, ketua panitia pergi ke arah aula. sedangkan Raya yang sudah melihat senior sok galak itu pergi langsung mencari tempat untuk duduk, kebetulan ada kursi yang sudah mulai rusak berada disamping kamar mandi itu.


Rasyid sendiri langsung mencari pak Alim yang katanya berada di belakang kamar mandi ini untuk meminta alat-alat kebersihan.


Rasyid datang dengan membawa alat sikat kamar mandi, kain pel dan juga pewangi kamar mandi. berjalan kearah Raya untuk membagi tugas, malah di kejutkan dengan melihat hidung Raya yang mengeluarkan darah.


" kamu kenapa?" tanya Rasyid panik melihat hidung Raya.

__ADS_1


" nggak pa-pa" jawab Raya.


" nggak pa-pa gimana?" omel Rasyid " itu hidung kamu berdarah!" jelas Rasyid


Raya yang tidak sadar hidungnya mimisan lalu mencoba mengelap hidungnya menggunakan tangan. " o..mimisan!, udah biasa kok!" jawab Raya santai.


" kamu tunggu sini dulu, aku mintain obat dulu ke UKS" pinta Rasyid sambil meninggalkan tas nya kepada Rasya.


Raya yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala saja, dan pergi ke kamar mandi lalu mencuci hidungnya dengan air kran. Raya sudah sering mimisan dari sejak kecil, biasanya karena Raya terlalu lelah, atau karena Raya terlalu banyak mengerjakan tugas.


Yan ini karena Rata terlalu lelah, dari tadi dia sudah ingin duduk tapi tertahan di lapangan gara-gara Rasyid yang telat dan sekarang dia harus membersihkan kamar mandi.


" ini!" Rasyid memberikan kompres dan air dingin kepada Raya, lalu memerintahkan Raya untuk duduk saja, biar dia yang mengerjakan semua hukuman ini. " kamu duduk aja disini, terus katanya tadi di kompres pakai air dingin biar cepet reda! " jelas Rasyid.


" iya" jawab Raya malas mendengar ocehan Rasyid.


" kamu udah sering mimisan?" tanya Rasyid lagi.


" sudah!" jawab Raya jutek.


" kalau gitu kamu duduk sini dulu, kamu tau kan harus apa buat redain mimisan ?"


" tau" jawab Raya seperlunya saja.


" kamu mau ke UKS aja?" tawar Rasyid lagi, agar Raya dapat beristirahat di UKS saja.


" nggak perlu, kamu cukup diam dan kerjakan tugas kamu saja Muhammad Rasyid, aku sudah cukup pusing ini!, jangan di tambah dengan ocehan kamu lagi, bisa nggak?" omel Raya yang sudah emosi melihat biang masalah nya.


" maaaf ya, aku akan diem!" jawab Rasyid.


setelah itu Rasyid menyelesaikan tugas membersihkan kamar mandi hampir sendirian, karena Raya membantunya di detik-detik terakhir dan juga membatu menuankan cairan pembersih di dalam ember untuk mengepel.


flashback end


***

__ADS_1


lagi nggak bisa mikirin note apa pun, jadi ...ya sudah...hehehe


__ADS_2