Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Kabar


__ADS_3

Rahmat pamit pada ibu nya untuk kecafe tak jauh dari rumah nya. Ia sudah janji pada Rahmah ingin bertemu di sana.


Setelah pamit pada ibu nya, ia pun bergerak dari rumah nya menuju cafe dengan berjalan kaki. Jarak nya tidak lah jauh, maka nya dengan berjalan kaki beberapa menit saja mungkin sudah bisa sampai.


Dia pun sampai di cafe tempat mereka janjian akan bertemu. Ketika ia sampai, ternyata Rahmah sudah ada di sana. Duduk manis sambil menikmati mainuman nya. Rahmat pun menghampiri nya.


"Udah lama kamu di sini Ma." kata nya menyapa setelah sampai.


"Belum kok, aku juga belum lama sampai. Hanya saja aku kehausan, maka nya minuman ku hampir habis". Kata Rahmah.


"Oh, kalau gitu kamu pesan saja lagi." kata Rahmat.


"Gak usah Mat, kamu aja yang pesan minuman untuk mu. Aku sudah cukup minum nya. Kamu ingin aku gembung apa, minum terlalu banyak." kata Rahmah.


Rahmat pun memesan minuman nya, dan dia bertanya apa kah Rahmah ingin pesan makanan atau tambah minum lagi. Tapi Rahmah menolak nya, mengata kan jika dia sudah makan dan sudah cukup minum nya.


"Oh ya Ma, apa yang ingin kamu kata kan pada ku. Kata nya tadi kamu ingin aku datang kesini, karna ada yang ingin kamu kata kan". Kata Rahmat.

__ADS_1


"Oh iya ya,, aku hampir lupa Mat, aku punya kabar untuk mu. Pasti kamu akan kaget mendengar nya". Kata Rahmah.


"Kabar apa itu, apa kah kabar yang bisa bikin aku kaget. Kata kan saja, jangan bikin aku penasaran". Kata Rahmat.


"Mat, Rina ada kasih kamu kabar belum." kata Rahmah masih menggantung kata-kata nya.


"Gak ada, tuh anak udah lama tahu gak. Gak ada kasih kabar ke aku." kata Rahmat.


"Mat, minggu depan Rina akan menikah." kata Rahmah.


"Kamu gak papa Mat, baik-baik aja kamu kan." kata Rahmah sambil memberi kan tisu pada Rahmat.


"Aku baik-baik aja kok, gak papa." kata nya.


"Beneran kamu gak papa nih. Apa kabar yang aku bawa terlalu buat mu merasa sangat kaget Mat." kata Rahmah.


"Gak kok, aku hanya kaget sedikit. Rina tak pernah memberi tahu ku siapa yang ia cintai. Dan aku juga gak tahu ia suka sama siapa, tiba-tiba kamu bawa kabar bahwa ia akan menikah. Itu kan buat aku kaget." kata nya, ia berusaha menyembunyi kan luka hati nya.

__ADS_1


Mendegar kabar Rina akan menikah, itu membuat hati Rahmat bagai kan tersayat. Selama ini, ia memberi kan lampu hijau pada Rina. Tapi sayang nya, anak itu tidak menangapi sedikit pun aba-aba dari nya.


Sekarang yang ia ingin kan, cepat pulang kerumah nya. Karna ia tidak ingin Rahmah tahu, jika ia sangat kecewa sekarang ini.


"Oh ya Ma, aku mau pulang sekarang ya. Karna aku lupa. Aku masih banyak kerjaan yang menunggu ku di rumah."kata nya beralasan.


" lho kok, cepat banget mau pulang nya Mat. Minuman kamu aja belum kamu habis kan nih." kata Rahmah.


"Gak papa, lain kali kita kan bisa ketemu lagi. Apa yang harus di cemas kan." kata nya.


"Baik lah jika begitu, titip salam saja sama ibu mu ya." kata Rahmah.


"Iya,,, akan aku sampai kan pada ibu ku. Aku pulang dulu ya." kata nya sambil beranjak pergi dari cafe itu.


Ia berjalan menuju kebun nya. Ia ingin menghilang kan rasa sakit yang tersayat di hati nya ini. Mungkin di kebun busa menghilang kan rasa sakit hati nya.


Sesampai nya di kebun, bukan nya malah hilang rasa sakit hati nya. Malah tambah sakit lagi rasa nya. Karna di kebun itu, ia seakan melihat seorang Rina sedang menanam sesuatu. Bahkan ia melihat Rina tertawa di sana sambil bersenda gurau dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2