Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
JDA 71


__ADS_3

Acara berlangsung dari jam 7 hingga jam 1 siang, mereka semua melaksanakan sholat dzuhur pertama kali di masjid pesantren Al-Athar. Setelah itu dari mereka ada yang pulang dan ada yang masih mengobrol dahulu.


Raditya dan Nara memilih pulang terlebih dahulu karena merasa cape dan seluruh badan mereka terasa remuk. Anisa dan Rio serta kedua orangtuanya Nara juga ikut pulang berbeda dengan Umi dan Abi, yang masih berada di pesantren.


"Sebentar" ucap Raditya berlari ke kamar mandi setrlah mereka sampai di kamarnya. Nara yang sedang menemani Athar tidur menyergit bingung karena Raditya berlari memegangi perutnya.


Di dalam kamar mandi Raditya membuang nafas gusar, "Sakit perut sering, penguningan pada kulit, gak nafsu makan, asites, gatal gatal, pusing, mual, sering lelah. Sebanyak itu gejalanya?" ucap Raditya lelah.


"Tolong kasih waktu saya sedikit saja untuk melihat anak saya tumbuh dewasa" gumam Raditya seperti tengah berbicara dengan penciptanya, namun saat ini dirinya sedang berada di kamar mandi jadi tidak mengucapkan asma Allah.


"Mass" panggil Nara dari luar. Raditya buru buru membasuh wajahnya dan berkumur kumur agar tidak terlihat pucat.


Raditya membuka pintu kamar mandi dan menampilkan Nara yang sedang berdiri di baliknya, "Iya kenapa sayang?" tanya Raditya tersenyum.


"Mas kenapa? Sakit perut?"


Raditya mengangguk, "Iya sedikit"


"Tapi gak papa kan?"


"Tidak, jangan khawatir"


°°°°°°°°°°


Selepas sholat subuh tadi, Raditya mengizinkan Nara kembali tertidur, bagi Nara itu adalah kesempatan emas jadinya dirinya tertidur kembali sekalian menemani Athar.


Sekiranya sampai jam 8 tiba Nara baru saja terbangun, ia meraba raba sebelahnya ternyata tidak ada Raditya di sampingnya. Nara mengubah posisinya menjadi duduk dan mulai bangkit untuk mencari Raditya di ruang kerja, dan di kamar mandi, namun hasilnya nihil pria itu tidak terdapat di kedua tempat.


Nara kembali ke kasurnya untuk menggendong Athar karena ia akan mencari Raditya ke lantai bawah, siapa tau suaminya itu sedang sholat atau sedang sarapan. Ketika di bawah, Nara tak menemukan satupun orang di sana, suasananya sepi, apa mungkin mereka pergi tanpa sepengetahuan dirinya?


Nara terduduk di kursi ruang tamu, ia sedang berputar dengan otaknya memikirkan kemana semua orang di rumah ini pergi?. Jam sudah menunjukkan pukul 08.48 namun suaminya belum juga kembali.


Tin tin


Suara klakson mobil terdengar dari luar, Nara buru buru bangkit dan melihat ke luar karena suara klakson tersebut seperti suara klakson mobil Raditya. Benar saja, mobil itu memang mobil Raditya, dan pria itu juga terlihat keluar dari sana, tapi tunggu? Mengapa keluarnya bersamaan dengan Umi?

__ADS_1


"Mas?"


Raditya menoleh mendapati Nara yang sudah di depan pintu, "Eh sayang? Athar? Kalian sudah bangun"


"Umi sama mas Raditya dari mana? Kok gak bangunin aku?"


Raditya dan Umi saling pandang, terlihat tidak bisa mengatakan apapun terlebih lagi wajah Raditya yang seperti tengah menyembunyikan sesuatu.


"Mas...? Umi...? kok kaya bingung gitu, kalian dari mana aku tanya?"


"D-dari rumah sakit" jawab Umi Elvi. Raditya membulatkan matanya lalu sedikit menyenggol tangan Umi Elvi, "Umiii" ucap Raditya panik.


"Dari rumah sakit? memangnya siapa yang sakit Umi? Mas?"


"Euh itu temennya Umi ada yang sakit sayang, jadi tadi Umi jenguk dan minta Raditya yang nganterin. Maaf ya?" Jawab Umi Elvi.


Nara mengangguk anggukan kepalanya mengerti, "Ouhh kirain aku kalian dari mana, yaudah gak papa"


"Athar sini sama Abba sayang"


"Athar kangen ya sama Abba? maaf sayang, tadi Abba keluar sebentar anter Oma"


"Di dalam ada siapa Ra?" tanya Umi


Nara menggeleng, "Di dalam gak ada siapa siapa Umi"


"Loh memangnya Abimu kemana?"


"Nara gak tau Umi, dari tadi Nara di dalam juga gak ada Abi, di ruang sholat juga gak ada" ucap Nara.


°°°°°°°°°°


"Athar anak siapa cihh ganteng banget, anak Abba kan? Pantes gantengnya nurun" Raditya terkekeh dengan ucapannya.


"Eh enak aja, sama mas cuma mirip idungnya doang. Mancung" ucap Nara tak terima.

__ADS_1


"Semuanya mirip saya"


"Gak gak, masa aku yang mengandung dan ngelahirin gak dapet miripnya? Ish curang" Nara mencebikkan bibirnya.


"Ada kok nanti mirip kamunya"


Nara mengembalikkan ekspresinya seperti semula dengan mata berbinar, "Apa apa?"


"Sifatnya manjanya ke suami, tapi kalo Athar nanti manjanya ke istrinya"


"Ihhhh itumah masih mirip mas Raditya ", ucap Nara kesal. Raditya kembali terkekeh.


"Tadi mas beneran ke rumah sakit?"


"Ya terus menurut kamu?" Jawab Raditya terlihat santai.


"Ya kenapa gak ajak aku ish ngeselin, nyebelin"


"Kamu tidurnya nyenyak banget saya gak tega bangunin kamu"


"Ih bilang aja gak mau ajak"


"Iya emang begitu" sahut Raditya.


"Ihhhh mas" Nara melemparkan mainan Athar ke arah Raditya.


"Saya becanda"


"Ra..."


"Hmm iya mas?"


"Ada berapa waktu lagi?"


"Maksud mas Raditya?" Nara mengerutkan keningnya tak mengerti.

__ADS_1


"Untuk saya bisa menemani kamu dan Athar?"


__ADS_2