
Sesaat ia melihat suami nya sedang sibuk bersiap untuk kekelas nya.
Ia melihat suami nya bersiap-siap setelah saran pagi bersama tadi.
"Rina, kamu masih marah pada ku ya." kata Firdaus ketika melihat istri nya hanya diam saja dari tadi.
"Tidak, aku tidak marah pada mu. Aku hanya sedang tak enak hati." kata Rina jujur.
"Apa yang bikin hati mu merasa tidak enak. Apa kah kamu tidak nyaman berada di rumah ku." kata Firdaus menebak.
"Tidak... Bukan masalah itu. Aku nyaman-nyaman aja kok di sini." kata Rina.
"Terus, apa yang salah dengan ku. Sehingga bikin hati mu tidak enak." kata nya terus bertanya.
"Aku ingin ada aktifitas saja, tidak hanya berjalan di sekeliling pesantren ini." kata Rina.
"Baik lah, mungkin kamu ingin bertanam bunga bersama Dorin. Dia senang menanam bunga bersama umi, jika umi tidak ada kerjaan." kata Firdaus.
"Bertanam bunga, di mana harus bertanam bunga. Aku tidak melihat ada kebun atau taman di sekitar pesantren." kata Rina.
"Ada taman bunga tak jauh dari sungai kaca. Dorin senang bertanam bunga di sana Rina. Nanti aku kenal kan kamu sama Dorin ya." kata Firdaus.
__ADS_1
Rina melupa kan satu hal, yaitu sungai kaca. Sungai yang sangat jernih air nya. Yang jernih seperti kaca. Sayang nya, sungai itu sangat dalam dan air nya suka menipu.
"Sungai kaca". Kata nya kaget.
"Iya,,, sungai kaca. Aku yakin kamu tahu di mana letak nya kan." kata Firdaus lagi.
Belum sempat Rina menjawab tentang sungai kaca yang Firdaus maksud kan. Dengan semangat iurdaus menarik tangan nya. Membawa nya keluar kamar.
"Umi, aku mau kekelas dulu, ini menantu umi ingin melihat taman umi." kata Firdaus pada umi nya.
"Oh... Iya Rina. Umi hampir lupa jika kamu suka bertanam kan sayang." kata umi.
" nanti umi kenal kan dengan orang yang rajin bertanam dan membersih kan taman." kata umi lagi.
Setelaj bersalaman dengan suami nya yang ingin mengajar di kelas. Rina dan umi pun pergi kebelakang.
"Ini Dorin nama nya Rina, kamu gak usah cemas dengan nya. Dia memang agak berbeda." kata umi.
Dorin ternyata seorang laki-laki yang mungkim umur nya dan Rina sama. Tapi, ada yang berbeda dari Dorin. Ia tak sama seperti lelaki atau orang pada umum nya.
Dorin lebih mirip dengan sifat anak kecil yang umur nya rendah. Ia bisa di kata kan memiliki sifat kekanak kanakan. Kata nya, karna ia menderita beban pikiran dari kecil dulu. Maka nya sudah dewasa pun ia sama seperti anak kecil.
__ADS_1
"Dorin, ini adalah istri kakak Firdaus mu. Ia juga senang menanam bunga. Kamu bisa ajak dia ketaman nanti yah." kata umi pada nya.
"Baik umi." kata nya dengan gaya anak kecil.
"Hallo kakak cantik, nama ku Dorin. Aku suka menanam bunga." kata nya memperkenal kan diri nya pada Rina.
"Aku Rina Dorin. Mungkin kamu bisa ajari aku menanam bunga nanti." kata Rina pada Dorin.
"Baik lah. Aku akan ajarin kakak salju cantik menanam bunga." kata Dorin dengan bahagia.
"Kakak salju cantik???" kata Rina.
"Iya,,, kakak salju cantik. Karna kakak sangat cantik dan putih." kata nya menjelas kan.
Rina melihat kearah mertua nya yang tersenyum.
"Dorin suka berteman dengan mu Rina." kata umi.
"Ya sudah, umi tinggal dulu ya. Dorin, jaga istri kakak Firdaus dengan baik ya." kata umi pamit.
"Baik umi, akan aku jaga dengan baik kakak salju ku." kata nya.
__ADS_1
Rina tersenyum melihat tingkah Dorin yang lucu. Karna tingakah nya sangat berbanding jauh dari usia nya itu.