
Sudah beberapa hari berlalu, suami nya masih saja tak mau bicara pada nya. Suami nya bahkan terus menghindari nya.
Firdaus pulang pun hanya untuk mandi dan ganti baju. Makan dan tidur di laku kan dengan santri nya yang lain.
Tidak ada sepatah kata pun yang ia ucap kan pada istri nya. Ia mendiam kan istri nya sudah beberapa hari ini. Bahkan, ia tidak memberi kan waktu untuk istri nya bicara. Hanya sekedar bertanya makan atau belum saja Rina tak bisa.
Karna suntuk di diam kan Rina memutus kan untuk pergi ketaman bersama dengan Dorin. Mereka berangkat sangat pagi hari ini. Karna Rina tak kuat untuk terus berada di rumah tapi suami nya tidak menyapa nya sedikit pun.
Setelah pamit pada umi, Rina dan Dorin berangkat ketaman. Setelah beberapa waktu berjalan. Mereka pun sampai di taman itu.
"Dorin, di sini ada sungai kan." kata nya bertanya.
"Iya kakak salju. Di sini ada sungai kaca. Letak nya tidak jauh dari sini pun." kata Dorin.
"Bisa kah aku pergi kesana nanti Dorin." kata nya bertanya.
"Kakak salju ingin melihat sungai kaca nanti." kata Dirin.
"Iya,,, bisa kan kita pergi kesana." kata Rina penuh semangat.
__ADS_1
"Baik lah, nanti kita pergi kesana kakak salju. Tapi, udara nya akan lebih segar jika kita datang sore hari." kata Dorin.
"Baik lah, kita akan datang sore nanti ya. aku ingin melihat nya." kata Rina.
Mereka pun memulai membersih taman, hingga siang hari tiba. Mareka memutus kan tidak pulang kerumah. Mereka membawa bekal untuk mereka makan di sekita taman.
Sore nya, seperti yang di janji kan oleh Dorin. Mereka berdua menuju sungai kaca itu. Tapi, di sana sudah ada orang yang duduk di atas batu tepi sungai.
"Kakak salju, ini sungai nya kita sudah sampai. Dan itu adalah kakak Athala nama nya. Dia akan mengunjungi sungai ini setiap sore nya." kata Dorin.
"Thala... " kata nya ketika melihat orang itu berbalik badan.
"Dorin, kamu bawa istri Firdaus kesini. Apa kah suami nya tahu." kata Thala.
"Tidak kakak Thala, kami kesini setelah dari taman."kata Dorin.
"Nanti suami nya marah Dorin. Kamu berani sekali kamu Dorin. Sungai ini kan dalam, nanti kalau kenapa -napa bagai mana." kata Thala lagi.
"Apa kah aku tidak boleh kesini. Kenapa kamu malah marah pada ku, sedang kan kamu datang setiap sore kesungai ini." kata Rina.
__ADS_1
"Kakak salju, kakak Thala tidak mau orang lain jatuh lagi di sungai ini. Kata nya, maka nya kakak Thala bilang begitu." kata Dorin.
"Iya,,, jika kamu jatuh. Aku gak berani bantuin kamu naik tahu. Karna aku takut sama suami kamu nanti bisa memakan aku." kata Thala.
"Iya kakak salju, kakak Thala takut rebutan gadis lagi. Sama seperti gadis jatuh waktu kecil dulu." kata Dorin.
"Apa kata mu Dorin, gadis jatuh waktu kecil." kata Rina kaget.
"Iya,,, dulu ada gadis yang jatuh di sini. Karna batu nya licin. Kemudian kakak Thala membantu nya untuk naik keatas." kata Dorin.
Seketika wajah Rina jadi kaget, apa yang Dorin kata kan. Sangat membuat nya kaget. Athala adalah penolong gadis yang jatuh kesungai.
"Thala, apa kah yang Dorin kata kan itu benar." kata nya sambil mendekat.
"Santai aja kamu bertanya nya, jangan sampai ingin menelan ku bulat-bulat yah. Apa yang di kata kan Dorin memang benar. Aku membantu menolong gadis itu saat jatuh dari sini karna licin." kata Thala membenar kan apa yang Dorin kata kan.
"Gak... Itu gak benar." kata Rina sambil ingin pergi.
Tapi karna batu nya sangat licin ia terpeleset dan nayris saja jatuh kesungai. Untung nya Athala dengan cepat menagkap tangan nya yang ingin jatuh itu.
__ADS_1
Pada saat itu lah Firdaus suami nya Rina datang. Ia melihat apa yang Rina dan Thala laku kan. Di jadi salah sangka karna hal itu.