Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Alhamdulilah


__ADS_3

Rina berusaha secepat mungkin ia mengambil air hangat untuk di beri kan pada suami nya ini.


"Ini air hangat nya yah." kata nya sambil memberi kan air hangat pada ayah nya.


"Bagai mana keadaan nya yah, apa dia baik-baik saja. Berapa lama ia akan sembuh yah." kata Rina bertanya dengan sangat cemas.


"Alhamdulilah, ayah rasa kali ini alergi nya gak akan datang lagi. Tapi, tubuh suami mu sekarang sangat lemah Rina. Kamu harus menjaga nya dengan baik." kata ayah.


"Baik lah ayah, aku akan menjaga nya." kata Rina. Ada sedikit rasa lega di hati nya. Tapi ia masih sedih melihat tubuh suami nya yang terkulai lemah itu.


"Rina, lain kali jangan ada hal seperti ini lagi. Kamu baru saja beberapa hari jadi istri. Tapi kamu sudah menyiksa suami mu seperti ini." kata bunda.


"Maaf kan Rina bunda, Rina tidak tahu akan hal ini." kata Rina sambil menunduk kan kepala nya.


"Coba lah untuk peka pada suami mu Rina, jadi lah istri yang baik. Jangan kecewa kan ayah dan bunda Rina. Coba lah untuk berinisiatif sendiri, jangan nunggu di suruh atau sudah di pinta kamu baru melaku kan nya." kata bunda lagi.


"Iya bunda,,,,, Rina ingat pesan bunda." kata Rina.


Bunda dan ayah nya pun keluar dari kamar itu, meninggal kan Rina dan suami nya.


Rina menghampiri suami nya yang sedang terlelap. Dia bergumam kecil.


"Maaf kan aku..." kata nya.


Rina berbaring di samping suami nya yang terlelap, tubuh nya terlihat sangat tak berdaya. Mungkin karna berjuang melawan rasa sakit yang menguras tenaga nya.

__ADS_1


Rina memeluk tubuh suami nya, ia merasa bersalah karna bikin suami nya sakit. Mungkin suami nya juga kecewa pada nya, karna ia tidak memperlaku kan suami nya dengan baik.


Tanpa ia sadari, Firdaus terbangun. Karna sebenar nya dari tadi, Firdaus tidak tidur. Ia hanya memejam kan mata nya karna badan nya tidak ada tenaga lagi.


Hari ini dua suntikan ia terima, maka nya ia memejam kan mata nya.


"Aku baik-baik saja, jangan terlalu bersedih seperti itu." kata Firdaus membuat Rina kaget.


Rina melepas kan tangan nya yang memeluk Firdaus, dari tadi ia menyangka suami nya ini tertidur. Maka nya ia berani ambil langkah memeluk tubuh itu.


"Jangan lepas kan pelukan mu, aku ingin kamu terus memeluk ku. Karna pelukan mu terasa nyaman di tubuh ku." kata Firdaus.


"Apa kah kamu masih sakit, ada kah yang bisa aku laku kan untuk mu."kata Rina bangun.


"Aku baik-baik saja sekarang. Kamu tidak perlu melaku kan apa pun." kata Firdaus.


"Rina, ini bubur untuk suami mu." kata bunda dari luar.


Rina pun bangun dari tempat tidur untuk mengambil bubur yang ibu beri kan.


"Ini bubur nya, kamu suapi suami mu untuk makan ya. Karna tubuh nya sangat lemah, jadi paksa kan ia makan sekarang." kata bunda.


"Baik bunda, terima kasih bubur nya." kata Rina sambil mengambil bubur nya.


Ia kembali menutup pintu kamar setelah bunda pergi. Dia pun membawa bubur itu kesuami nya.

__ADS_1


"Kamu harus makan dulu ya. Aku akan suap kan kamu makan." kata Rina pada suami nya.


Ia pun membantu Firdaus untuk duduk bersandar di ranjang itu. Setelah itu, ia menyuapi suami nya bubur hangat.


Baru beberapa sendok saja bubur nya di makan. Tapi, Firdaus sudah menolak untuk makan bubur nya lagi.


"Aku sudah kenyang, gak mau lagi." kata Firdaus saat Rina ingin menyuapi nya lagi.


"Ayo lah,,, sedikit lagi saja ya. Kamu harus makan biar ada tenaga nya." kata Rina memujuk.


Walau pun di pujuk nya dengan bermacam-macam kata-kata, suami nya hanya tersenyum dan tetap menolak. Akhir nya membuat Rina menyerah.


Rina meletak kan bubur itu di atas meja samping tempat tidur. Ia melihat wajah suami nya tersenyum pada nya.


"Kamu sudah menyerah membujuk ku untuk makan."kata Firdaus.


"Aku tidak menyerah, aku hanya saja tidak ingin memaksa. Itu saja." kata Rina.


"Aku tidak butuh makanan sekarang. Aku butuh ketenagan." kata Firdaus.


"Bisa kah kamu memberi ku ketenagan." kata nya lagi.


"Ketenagan seperti apa yang kamu butuh kan. Bukan kah sekarang sudah tenang." kata Rina.


"Aku ingin kamu memeluk ku. Karna itu aku merasa sangat tenang Rina. Bukan kah kamu sahabat ku. Biasa kah sahabat melaku kan apa yang sahabat nya minta." kata Firdaus.

__ADS_1


"Baik lah, jika itu bisa membuat mu tenang. Aku akan laku kan apa yang kamu minta." kata Rina.


Ia pun memeluk suami nya itu, suami nya membalas pelukan nya. Firdaus merasa hati nya bahagia sekarang. Alhamdulillah, ternyata di balik sakit nya ini ada hikmah untuk nya.


__ADS_2