Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Kabar pernikahan


__ADS_3

Rina berjalan pulang kerumah, hati nya yang tidak tenang membuat wajah nya mengeluar kan aura kekesalan yang sangat kuat.


Suami nya yang ingin mengantar kan nya tadi ia tolak, karna hati nya terasa sakit saat melihat suami nya dengan gadis lain. Di tambah lagi, gadis itu seperti nya punya perasaan suka pada suami nya.


Tapi ia juga berpikir sendiri, kenapa ia harus merasa perasaan yang tidak benar itu. Dia dan suami nya hanya lah seorang teman. Dan mungkin tidak kebih dari hubungan seorang teman.


Tapi hati nya tetap tak bisa menerima apa yang mata nya lihat tadi.


Malam hari nya ia masih sama seperti siang tadi juga. Ia masing dingin dan tidak banyak bicara. Apa lagi pada Firdaus, ia terlihat sangat dingin.


"Rina, kamu kenapa sih. Ada yang sakit atau kamu sedang marah pada ku." kata Firdaus menanya kan saat mereka ingin tidur.


"Tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja. Jangan cemas kan aku." kata nya.


" sejak kita kenal, aku tak pernah melihat mu sedingin ini pada ku. Apa kah ada yang aku salah laku kan sehingga membuat mu marah." kata Firdaus mencoba menanya kan apa yang terjadi.

__ADS_1


Belum juga Rina menjawab apa yang suami nya tanya kan. Hp nya berbunyi.


"Maaf, aku angkat telfon dulu." kata Rina.


Setelah suami nya menagguk kan kepala tanda mengizin kan ia menagngkat telfon nya. Rina pun mengankat telfon nya sambil duduk di atas kursi dalam kamar itu.


Setelah memberi kan salam, terdengar suara orang di seberang sana menjawab salam dari Rina.


"Maaf kan aku ya Rin, gangu kamu malam-malam begini. Soal nya dari tadi aku telfon hp kamu kok gak aktif terus." kata Rahmah.


"Maaf kan aku Mah, hp ku tadi gak ada batrai nya. Maka nya gak aktif deh. Kamu gak ganggu aku kok." kata Rina.


"Kabar bahagia apa yang kamu punya, sehingga membuat mu begitu bersemangat dan sangat senang." kata Rina.


"Rina sayang, aku akan menikah dalam waktu dekat ini. aku tidak pakai tunangan lagi lho, langsung bikin acara nikahan aja." kata Rahmah bahagia.

__ADS_1


"Apa,,, gak bercanda kamu kan Mah. Jangan bercanda soal pernikahan gak bokeh lho." kata Rina seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Yah,,, aku sudah duga. Kamu tak kan percaya pada ku. Aku tidak bercanda, kamu bisa tanya bunda mu jika masih anggap aku sedang bohong." kata Rahmah.


"Baik lah, aku tanya bunda nanti. Awas aja jika kamu bohong pada ku." kata Rina mengancam.


Mereka terus berbicara melalui telfon nya, suami nya hingga tertidur karna sangking lama nya Rina dan Rahmah telfonan.


Akhir nya telfon Rahmah pun ditutul, setelah memberi salam pada Rina, Rahmah memutus kan telfon nya.


Rina melihat kearah tempat tidur, di sana suami nya sudah terlelap. Mungkin sudah masuk kealam mimpi yang indah sekarang.


"Maaf kan aku mas, kamu tidak ada salah. Hanya saja, hati ku masih tidak nyaman melihat mu bersama wanita lain. Meski pun kamu dan aku hanya sebatas teman." kata Rina bergumam kecil pada suami nya yang terlelap.


Ia pun ikut berbarung, di samping suami nya. Dia memejam kan mata nya dan ikut terlelap juga.

__ADS_1


Pagi nya, setelah sholat subuh. Rina menelfon bunda nya. Ia menanya kan kabar bunda nya dan akhir nya juga menanya kan bahwa benar kah Rahmah teman nya akan menikah. Bunda pun menjawab ia, memang sahabat nya itu akan menikah dalam waktu dekat. Hanya saja, tidak tahu tanggal nya.


Begitu lah yang bunda sampai kan, karna bunda ingin pergi kesekolah. Maka, telfon nya pun terputus.


__ADS_2