Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Di jalan


__ADS_3

Rina berhenti memandangi orang tua nya setelah mobil mereka berbelok di persimpangan.


Ia menangis tanpa suara di dalam mobil itu, hati nya sedih meninggal kan rumah nya, taman nya yang ia rawat setiap hari. Dan juga teman-teman baik nya yang selalu hadir di rumah nya.


Firdaus suami nya yang duduk di sebelah nya merasa tidak enak hati melihat istri nya begitu sedih ketika meninggal kan rumah.


Ia berusaha menenag kan istri nya dengan cara memeluk tubuh istri nya.


"Aku minta maaf, ini semua salah ku. Maaf kan aku." kata nya sambil memeluk tubuh istri nya.


Rina terus saja terisak di pelukan suami nya. Sampai pelukan itu membuat nya merasa nyaman dan akhir nya tertidur dalam pelukan suami nya ini.


"Kamu manis sekali istri ku. Sayang nya kamu tidak pernah menunjuk kan rasa cinta mu untuk ku." kata Firdaus bergumam pelan sambil menyentuh pipi Rina dengan sangat lembut.


Sepanjang perjalanan Rina terus tertidur, karna tadi malam ia tidak bisa tidur. Mungkin ia hanya tidur satu jam atau kurang dari satu jam.


Maka nya di perjalanan ini, ia tertidur saat di peluk oleh suami nya. Kali ini, saat ia menangis. Ia tidak menolak untuk suami nya peluk. Mungkin karna hati nya yang sangat sedih.


Beberapa jam kemudian, supir menghenti kan mobil nya di sebuah pondok pesantren. Yang di sana banyak anak pondok yang sedang mengerja kan tugas masing-masing.


Tapi, karna Firdaus tidak mahu membangun kan istri nya ini. Dia meminta supir untuk memindah tempat parkiran nya.

__ADS_1


"Pak, dari belakang saja kita masuk nya. Karna istri ku sedang istirahat." kata nya.


"Baik nak Fir." kata supir itu.


Dia tahu, pasti anak-anak pondok sedang menyiap kan sambutan untuk nya. Maka nya ia berpindah arah masuk. Karna nanti istri nya pasti akan kaget ketika anak-anak berisik.


Mobil pun mengubah posisi nya. Mereka masuk dari halaman belakang rumah nya. Setelah sampai, supir nya nengetuk pintu rumah. Terlihat abi yang membuka kan pintu rumah untuk nya.


Ia pun mengendong istri nya yang masih tidur itu dengan sangat hati-hati karna takut membangun kan nya.


"Assalamualaikum abi." kata nya ketika melihat abi.


"Maaf abi, istri ku sedang tidur aku akan langsung kekamar ku saja." kata nya dengan suara berbisik.


Abi tersenyum, melihat tingkah anak nya yang mengendong istri nya itu.


"Dasar anak muda, bangun kan saja kenapa malah kamu gendong lagi." kata abi tersenyum.


Firdaus membaring kan istri nya di atas ranjang kamar nya. Kemudian ia menyelimuti istri nya ini dengan kain nya.


Setelah itu ia keluar dan menutup pintu kamar nya. Dia berjalan menuju abi nya.

__ADS_1


"Maaf kan Fir abi, jadi nya agak sedikit tidak sopan sama abi." kata nya pada abi nya.


"Anak muda sedang jatuh cinta mana ingat dengan orang tua." kata abi nya sambil tersenyum.


"Abi ini, oh ya bi. Di mana umi kenapa tidak terlihat." kata Firdaus.


"Oh ya abi lupa, umi mu sedang menyambut kalian dengan anak-anak yang lain di sana. Sebaik nya kamu kesana sekarang ya." kata abi.


Firdaus pun pergi menuju jalan depan rumah nya. Ternyata apa yang abi kata kan itu benar. Umi dan anak-anak yang lain sedang menunggu nya.


"Lho,,, kok kamu dari dalam rumah sih Fir." kata umi kaget.


"Iya nih kak ustadz... Kok sendirian. Mana isteri nya." kata adik-adik yang ia ajar.


"He... Maaf kan kakak ya adek-adek yang manis dan ganteng. Kakak sudah bikin kalian kecewa dengan sambutan ini. Kakak masuk nya dari belakang, dan istri kakak di kamar sekarang sedang tidur. Maaf kan kakak ya. Bagai mana acara sambutan nya di ganti nanti malam aja ya. Sekalian kasih selamat nya oke". Kata Firdaus pada adik-adik pondok nya.


Mereka semua setuju dengan usul yang di beri kan Firdaus. Mereka pun bubar sekarang, untuk menyiap kan acara sambutan nya untuk nanti malam.


Tinggal umi yang ada di sana sekarang. Firdaus tinggal meminta maaf pada umi nya lagi.


"Umi... Maaf kan Fir ya. Tadi Rina ya tidur umi, maka nya Firdaus bawa dari pintu masuk belakang. Umi gak marah kan." kata nya memelas pada umi nya.

__ADS_1


__ADS_2