
Beberapa saat kemudian, akhir nya Rina keluar juga dengan mata yang sembab karna baru saja menagis.
"Kamu gak papa kan Rin." kata Firdaus. Sejak dari tadi ia menunggu di depan pintu kamar mandi itu.
"Aku gak papa kok, kamu kok malah di sini. Bukan nya istirahat. Kata nya tadi kamu capek." kata nya berjalan menuju ranjang.
"Aku tadi hanya alasan pada mereka, agar kamu bisa pergi dari sana. Karna aku lihat kamu sangat gak nyaman di sana." kata Firdaus.
"Kamu baik-baik aja kan." kata nya lagi.
"Kamu gak usah cemas pada ku, aku baik-baik saja." kata Rina.
"Baik-baik saja, tapi kenapa kamu menangis begitu lama di kamar mandi tadi." kata nya.
"Aku hanya menumpah kan rasa ku saja. Tapi, sekarang sudah baik-baik saja." kata nya.
"Rina, jika kamu gak ingin ikut dengan ku pulang kepodok. Aku juga gak papa kok. Kamu bisa tinggal di sini. Tapi, aku akan tetap pulang. Karna aku ada tugas di pondok." kata nya dengan suara rendah. Sambil duduk di atas kasur di samping Rina.
"Gak papa, aku akan tetap ikut dengan mu." kata nya.
__ADS_1
"Jangan paksa kan apa yang tidak ingin kamu laku kan. Aku adalah sahabat mu sekarang." kata Firdaus dengan penuh pergertian.
"Jika aku tidak ikut dengan mu, apa kata orang nanti. Kamu telah menikah dengam gadis biasa seperti aku. Dan malah tidak bisa menurut lagi dengan suami." kata Rina.
Dia tahu, jika ia tidak ikut dengan suami nya ini. Maka apa yang akan bunda kata kan pada nya. Karna bunda pasti akan marah dengan nya. Lagian gak ada buruk nya jika ia ikut dengan suami nya pulang. Karan di sana mungkin ia bisa memulai hidup baru nya dengan baik kan.
Firdaus sangat pengertian dengan nya, bahkan ia tidak ingin memaksa kan kehendak nya untuk membawa Rina pulang bersama nya.
"Jika kamu tak ingin pulang dengan ku kepondok pesantren. Biar aku saja yang akan mengunjungi mu seminggu sekali di sini. Kamu gak usah pikir kan apa kata orang." kata Firdaus lagi.
"Tidak, ini tidak benar. Aku akan ikut kamu pulang. aku ini bukan seorang gadis lagi. Walau kita hanya sebatas teman." kata Rina menegas kan.
"Baik lah, jika kamu ikut pulang dengan ku. Aku tidak ingin melihat mu melaku kan nya dengan terpaksa ya. Aku ingin kamu melaku kan nya karna kamu ingat dan tahu ajaran agama". Kata Furdaus.
"Udah, sekarang kamu tidur lah. Ini kan sudah malam. Nanti kita bisa bicara kan lagi yah." kata Firdaus.
"Iya,,, aku harap kamu juga tidur ya. Assalamaualaikum". Kata nya sambil memejam kan mata nya.
"Waalaikumsalam, semoga mimpi indah. Dan jangan lupa doa nya." kata Firdaus sambil memati kan lampu kamar nya dan menyala kan lampu tidur.
__ADS_1
Firdaus sudah di ingat kan oleh bunda. Jika Rina gak akan bisa tidur dalam kegelapan. Karna Rina sangat takut dengan gelap. Maka nya lampu tidur nya lumayan terang.
"Bisa kah aku hidup kan hanya satu lampu saja." kata Firdaus pada Rina.
"Terserah kamu, apa kah kamu tidak bisa tidur saat terang." kata Rina bertanya.
"Iya,,, aku tidak bisa tidur saat lampu hidup." kata nya.
"Baik lah, mati kan saja yang satu nya. Dan biar kan di sebelah ku hidup." kata Rina lagi.
"Aku pikir kamu sudah tidur Rin, ternyata belum." kata Firdaus.
"Aku ingin tidur, tapi sayang nya tak bisa." kata Rina.
"Apa kah karna aku tidur di ranjang mu. Itu bikin kamu gak nyaman. Jika ia aku akan pindak kebawah." kata Firdaus.
"Bukan, bukan karna kamu. Aku hanya belum bisa tidur saja." kata Rina.
"Baik lah jika seperti itu, aku harap aku tidak mengangau mu yah." kata nya.
__ADS_1
"Tidak masalah. Kamu tenang saja." kata Rina.
Tak lama, tak ada yang terdengar dari arah suami nya itu. Tak ada gerakan atau pun suara. Mungkin kah dia telah tidur. Kata Rina dalam hati.