
Mereka berdua sepakat untuk menjadi teman. Walau pun dalam hati Firdaus sebenar nya tidak ingin hanya berteman dengan istri nya ini. Karna dia istri nya yang sah di mata agama dan juga di mata hukum.
Tapi, mau bagai mana lagi. Berteman dulu lebih baik bagi nya untuk memulai hubungan dengan istri nya.
"Baik lah, kita bisa tidur di tempat tidur yang sama ya. Karna teman tidak akan menyakiti satu sama lain." kata Firdaus.
"Baik lah, aku setuju." kata Rina.
"Oh ya, kenapa kamu ingin menikah dengan ku. Padahal kan kamu dan aku tidak saling kenal." kata Rina pesaran.
"Aku hanya menjalani apa yang telah tersurat untuk hidup ku". Kata Firdaus menjawab.
Mereka sekarang duduk di atas ranjang yang sama. Sambil berbincang dan bercerita.
"Aku dengar kamu seorang ustadz, kenapa memilih aku untuk jadi istri mu." kata Rina.
"Aku hanya nurut apa yang umi dan abi kata kan. Aku juga tidak tahu mereka cari kan aku istri seperti apa." kata nya sekarang sambil berbaring. Sedang Rina masih duduk dengan jarak beberapa meter dari nya yang berbaring.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak menolak saja apa yang umi dan abi mu rencana kan." kata Rina.
"Aku tidak berhak menolak apa yang orang tua ku ingin kan. Karna orang tua ku lebih tahu dari aku. Karna allah itu meridhoi ku dari ridho nya orang tua ku pada ku." kata Firdaus.
"Tapi,,,,, ". Kata-kata nya tertahan oleh kata-kata Firdaus.
"Kamu harus tahu, ini lah yang di kata kan jodoh dari Allah. Karna aku tak kenal kamu dan kamu juga tak kenal aku. Tapi Allah mempertemu kan kita sebagai suami istri. Itu lah yang di kata kan jodoh dari Allah." kata Firdaus.
Kata-kata nya memang layak di dengar, karna memang jodoh dari Allah itu tidak bisa di tebak. Jika jodoh, di mana pun kita berada. Allah akan pertemu kan kita. Tapi, sebalik nya jika bukan jodoh walau pun di hari pernikahan mu. Kau akan kehilangan nya.
Kita tak kan tahu siapa jodoh kita, karna walau pun kita mencari nya dan menemu kan nya. Tapi dia bukan jodoh kita, kita tak akan pernah bersama dengan nya. Karna pasti ada halangan yang akan terjadi pada hubungan kita. (Author ceramah... Seeeek)
"Kamu kok malah melamun sih. Ada yang salah dengan yang aku kata kan ya". Kata Firdaus masih dalam keadaan berbaring nya.
"Tidak ada, apa yang kamu kata kan benar. Kamu pantas di sebut ustadz sekarang." kata Rina.
"He.. He.. He... Kamu lucu Rina. Jadi, kata-kata ku barusan itu lah yang membukti kan aku seorang ustadz. Tapi, masih banyak orang di luar sana yang lebih bisa berkata-kata dari pada aku. Sayang nya mereka bukan di sebut ustadz." kata Firdaus.
__ADS_1
"Terserah kamu aja lah. Lebih baik kamu ganti baju mu dulu. Aku akan istirahat sebentar." kata Rina menyuruh suami nya istirahat
"Bisa kah aku berbaring saja. Dan nanti ganti baju nya." kata Firdaus.
"Aku rasa tidak bisa. Sebaik nya jika ingin nyaman. Ganti lah baju dulu, dan biar kan barang-barang mu di sana. Nanti setelah aku istirahat sebentar aku akan kemas kan." kata Rina.
"Baik lah, aku akan ganti baju dulu. Tapi, busa kah aku ganti baju nya di sini saja." kata nya menggoda lagi.
"Aku rasa tidak bisa, sebaik nya ganti baju nya di kamar mandi saja. Karna itu demi kenyamanan kita bersama." kata Rina kesal.
"Jangan kesal gitu, aku hanya bercanda. Seirang teman bercanda dengan teman nya kan hal yng biasa di laku kan." kata nya.
"Oh ya aku lupa bilang pada mu." kata nya lagi.
"Bilang apa???" kata Rina penasaran.
"Aku lupa bilang, kalau kamu cantik dan makin cantik saat tidak berdandan. Wajah alami mu sangat menawan." kata Firdaus sambil melangkah menuju kamar mandi.
__ADS_1
Ia tersenyum melihat reaksi istri nya yang terlihat bersemu malu itu.