
Melihat Rina yang baru masuk kekamar itu, Firdaus langsung keluar dari kamar.
"Mas tunggu, dengar kan penjelasan ku ini." kata Rina menahan suami nya yang ingin keluar.
"Tidak ada yang perlu di jelas kan lagi Rina, semua nya sudah jelas. Kamu telah memberi kan hati mu pada seseorang yang kamu tunggu kan. Aku tidak perlu berharap lagi." kata Firdaus.
"Mas,,, kamu harus dengar aku." kata Rina sambil memegang tangan Firdaus. Tapi Firdaus melepas kan nya.
Ia keluar kamar, hati nya sakit ketika ingat apa yang istri nya laku kan. Ia memutus kan untuk tidak bicara dulu pada istri nya.
Rina menangis di sudut kamar, ia menyesali apa yang ia laku kan. Dan juga, ia telah membohongi hati nya. Padahal ia juga mencintai suami nya.
Memberi hati untuk di janji kan pada orang yang menolong nya itu bukan bearti tidak mencintai suami nya.
Hanya saja suami nya itu salah anggap dan tidak mahu ia jelas kan. Bahkan, suami nya makin salah sangka melihat kejadian yang tidaka sama dengan apa yang di lihat nya.
Firdaus terus menghindari istri nya, baik siang mau pun malam. Tak ada waktu bagi Rina untuk menjelas kan apa yang terjadi.
Karna ia tidak bertemu dengan suami nya sudah dua hari ini. Maka ia menutus kan untuk membuat makanan dan dia antar kan sendiri kekelas suami nya itu.
__ADS_1
Umi dan abi tidak ikut campur denagn urusan anak mereka. Karna umi dan abi tahu, ujian cinta anak mereka sedang berlangsung.
Rina pun memasak kan makanan untuk di antar kan pada suami nya. Setelah selesai ia masuk kan kedalam tempat dan pergi mengantar kan makanan itu sendiri.
Setelah sampai di sana, ia melihat suami nya sedang duduk di depan mushola bersama dengan Ayunda. Mereka sedang berbicara sesuatu.
Ia kuat kan hati nya untuk mendekati suami nya ya g sedang berbicara dengan gadis lain ini.
"Mas,,, aku bawa kan kamu makanan. Karna kamu sudah dua hari tak pulang kerumah." kata Rina pada suami nya.
"Aku sudah makan di kantin bersama Ayunda. Kamu makan sendiri saja makanan itu." kata Firdaus tanpa melihat istri nya. Ia sibuk melihat buku yang ia pegang.
"Tapi, mas.... " kata Rina.
"Aku sudah makan, kamu bisa makan sendiri makanan itu." kata Firdaus.
"Baik lah kalau gitu, aku pergi dulu." kata nya sambil berjalan pergi.
Hati nya sakit sekali, suami nya bahkan tidak memandang kearah nya sedikit pun. Bahkan, suami nya begitu manis ketika berbicara dengan gadis lain.
__ADS_1
Rina pergi, air mata nya tak bisa ia tahan lagi. Air mata itu tumpah dengan sendiri nya, jatuh begitu saja tanpa bisa ia tahan lagi.
Di tengah jalan, Rina bertemu dengan Thala yang hendak bertemu Firdaus. Dia melihat Rina berjalan dengan cepat sambil menangis. Ia tidak bisa mencegah nya, nanti Firdaus makin salah sangka.
Rina duduk di atas anak tanga tak jauh dari kelas. Waktu iti Dorin sedang lewat di sana, ia melihat Rina menangi.
"Kakak salju, kenapa kamu menagis kak. Apa kah ada yang menganggu mu kakak salju." kata Dorin.
"Eh,, Dorin, kamu muncul dari mana sih. Tidak ada yang mengganggu ku. Aku hanya kangen pada rumah ku." kata Rina berbohong.
"Apa kah kakak cantik ingin, pulang kerumah. Aku akan kata kan pada kakak Firdaus." kata nya.
"Tidak usah, aku tidak ingin pulang Dorin. Oh ya, kamu makam belum sih." kata nya.
"Belum kakak salju, aku belum makan." kata Dorin.
"Ini, aku punya makanan untuk mu Dorin. Kamu makan lah yah," kata Rina sambil memberi kan makanan yang ia sedia kan untuk suami nya.
"Apa kah ini untuk ku kakak salju, bukan kah ini untuk kakak Firdaus kakak salju." kata Dorin.
__ADS_1
"Dia sudah makan, itu untuk kamu saja. Aku ada kerjaan dulu, aku pergi yah. Kamu makan lah, nanti tempat nya bisa kamu kembali kan kerumah ya Dorin." kata Rina.
"Terima kasih kakak salju. Kamu baik sekali." kata Dorin sambil membuka makanan nya.