
Rina keluar dari kamar, di ikuti suami nya yang berjalan di belakang nya.
"Umi abi.." kata Rina sambil menghampiri mertua nya dan bersalaman dengan mertua nya.
"Maaf kan Rina umi abi. Rina ketiduran terlalu lama dan gak di bangunin sama mas Fir," kata Rina.
Umi dan abi tersenyum mendengar kan apa yang menantu mereka kata kan. Yang paling senang di belakang nya lah. Firdaus tersenyum lebar mendengar perkataan istri nya. Istru nya ini gak sulit untuk di ajari, sekalu ajar aja dia bisa ingat terus.
Buka karna apa-apa yang bikin hati Firdaus ini senang. Hanya karna panggilan istri nya dengan sebutan mas saja bikin ia bahagia.
"Yah... Itu karna suami mu tidak ingin tuan putri nya bagun. Malah ia masuk dari pintu belakang hanya untuk menghindari adik-adik yang menyambut nya." kata umi menjelas kan.
"Jadi,,,, ada acara sambutan yang di lewat kan umi." kata Rina.
"Gak di lewat kan sih, hanya saja di tunda." kata umi.
__ADS_1
Rina memandang kebelakang, di mana suami nya sedang berdiri dengan wajah tanpa bersalah nya itu.
Suami nya tersenyum sangat manis, bikin emosi nya turun drastis.
"Maaf kan aku, itu karna aku kasihan sama kamu." kata Firdaus.
Rina tidak menjawab apa yang suami nya kata kan. Ia paham apa yang suami nya rasa kan. Dia tidak ingin suami nya merasa bersalah hanya karna tidak membangun kan nya. Ia memberi kan suami nya sebuah senyuman.
Senyuman yang manis dari seorang Rina, senyuman yang tak pernah Firdaus lihat sebelum nya. Sangat cantik istri yang ada di depan nya ini.
"Abi mau pergi kekelas sebentar umi. Umi mau ikut gak, kita mau lihat bagai mana acara sambutan nya nanti." kata abi yang mengerti keadaan di depan nya itu.
Rina menatap suami nya, minta penjelasan kenapa sikap umi dan abi jadi tiba-tiba aneh. Bahkan meninggal kan mereka tanpa ada menunggu jawaban dari mereka.
Yang di minta penjelasan bukan nya menjelas kan malah cenga-cengir aja sambil garuk-garuk kepala yang gak gatal.
__ADS_1
Malam hari nya, setelah sholat isya di laksana kan. Di depan aula pondok, ramai sudah yang menunggu kedatangan pengantin baru itu untuk mengada kan acara sambutan yang tertunda tadi siang.
Beberapa saat kemudian, abi dan Firdaus datang Ketempat anak-anak yang sudah berkumpul untuk acara sambutan kakak ustadz mereka.
Anak-anak itu bersalaman dengan abi dan Firdaus. Mereka masih penasaran dengan istri kakak ustadz mereka ini. Karna belum ada satu pun yang melihat istri dari Firdaus.
"Kak ustadz, di mana istri nya. Kok belum datang kesini sih." kata salah satu dari mereka yang penasaran.
"Sebentar lagi ya adek-adek, sabar." kata Firdaus menenag kan mereka.
Tak lama, datang lah umi bersama dengan Rina. Mereka pun memberi salam pada semua nya.
Anak-anak pesantren itu pun kagum melihat istri dari ustadz mereka. Sangat cantik dan cocok sekali dengan ustadz mereka yang tampan.
"Kak ustadz, istri kakak sangat cantik ya. Cocok banget dengan kakak." kata anak-anak itu.
__ADS_1
Mereka pun mengucap kan selamat pada kakak ustadz mereka dan istri nya. Saling mendoa kan dan memberi kan sedikit hadiah ucapan selamat dari para anak didik nya Firdaus.
Malam itu sangat ramai dan berisik di pondok pesantren itu. Mereka membuat perayaan sederhana sebagai ganti pesta kakak ustadz nya di pondok. Karna acara nya hanya di ada kan di rumah Rina. Tidak di ada kan di pondok lagi. Membuat anak pondok bikin inisiatif sendiri.