Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Lupa handuk


__ADS_3

Rina melihat kearah suami nya, ternyata suami nya telah terlelap saat masih bicara dengan nya. Ia melihat wajah suami nya yang terlelap di dalam cahaya lampu remang-remang itu. Ternyata, suami nya sangat tampan. Andai saja dia tidak berjanji untuk mencintai seseorang yang telah menyelamat kan nya dulu. Mungkin ia akan sanagat mencintai lelaki tampan di samping nya ini.


Tapi, apa mau di kata. Sekarang dia juga sudah menjadi istri dari lelaki tampan itu.


Meski pun ia mungkin takut untuk mengata kan ia cinta dengan lelaki itu.


'Sebaik nya aku juga tidur. Ini kan sudah malam.' kata nya pada diri nya sendiri. Ia pun ikut tertidur lelap di ranjang yang sama dan hanya di batasi sebuah guling sebagai batas mereka.


Rina terbagun karna bunyi air di kamar mandi nya. Bunyi seseorang yang sedang mandi. Ia melihat jam di meja samping tempat tidur nya.


Wah ternyata sudah subuh, kata nya bergumam sendiri. Ia melihat kesamping nya, tak ada suami nya. Bearti yang mandi itu Firdaus. Kata nya lagi.


Tak lama keluar lah seorang lelaki dari dalam kamar mandi. Ia hanya mengguna kan handuk nya saja.


Lelaki itu kagat melihat Rina sudah bangun. Dan apa lagi Rina yang melihat suami nya baru keluar dari dalam kamar mandi dengan haduk itu.


"Aduuuh.... Kamu kok gak bawah baju ganti sih kekamar mandi." kata Rina sambil menutup muka nya.

__ADS_1


"Maaf kan aku, aku lupa bawa baju ganti tadi." kata Firdaus mengambil baju nya dengan cepat.


"Sudah belum, aku ingin segera masuk kamar mandi." kata Rina masih menutup muka nya dengan kedua tangan nya.


"Sebentar lagi, aku pakai baju dulu." kata Firdaus.


Tak lama kemudian Firdaus selesai memakai pakaian nya. Dan berdiri tepat di depan Rina yang masih menutup wajah nya.


"Aku udah selesai. Kenapa kamu harus menutup wajah mu begitu erat dengan tanagn mu." kata Firdaus.


"Tidak apa-apa hanya demi kenyamanan bersama saja." kata nya sambil membuka tutup wajah nya.


Dengan cepat ia bangun dari atas ranjang nya dan berlari kekamar mandi. Ia pun mengunci kamar mandi nya dengan cepat dan menahan detak jantung nya yang berdetak begitu cepat.


"Kenapa pagi lagi dia sudah bikin aku sesak nafas." kata Rina berbicara sendiri.


Terdengar bunyi adzan di masjid. Menanda kan waktu subuh telah masuk. Ia pun tanpa berpikir panjang lagi langsung mandi.

__ADS_1


Selesai mandi, ia baru ingat jika ia lupa membawa handuk nya karna terburu-buru tadi.


"Yah... Handuk ku lupa. Ini jangan kan baju ganti, handuk aja aku lupa membawa nya. Bagai mana aku keluar kamar mandi nya ini. Gak mungkin aku pakai baju yang basah itu. Aku juga sih mandi main siram aja. Kebiasaan." kata nya ngomel sendiri.


Lama ia tak keluar dari kamar mandi itu, membuat suami nya merasa cemas karna ia tak keluar.


"Rina,,, kamu baik-baik aja kan di dalam sana. Udah mandi belum sih, aku mau udhu' nih." kata Firdaus.


"Aku sudah mandi, hanya saja aku lupa bawa handuk dan baju ganti nya." kata Rina kedinginan.


"Yah... Kamu ini. Ada-ada saja. Biar aku ambil kan handuk mu. Tapi, baju ganti mu aku tidak tahu kamu mau pakai baju yang mana." kata Firdaus.


"Tidak usah lagi, gimna kalau kamu keluar sebentar. Aku akan ambil baju ku." kata nya makin kedinginan.


"Baik lah jika itu yang kamu ingin kan. Aku keluar sekarang dan kamu bisa keluar dari kamar mandi itu." kata Firdaus.


Firdaus pun keluar kamar, dan Rina pun bergegas keluar dari kamar mandi untuk mengambil baju. Ia sangat kedinginan karna lama di kamar mandi.

__ADS_1


Belum juga selesai Rina memakai baju nya, terlihat Firdaus segera masuk kamar. Itu membuat Rina sangat kaget dan segera naik keatas kasur sambil menagmbil selimut dan menyelimuti diri nya.


__ADS_2