
Firdaus terlihat sangat senang dengan sadar nya istri yang sangat ia sayangi itu. Bahkan wajah nya yang pucat itu terlihat sangat bersemangat.
Lalu bunda masuk membawa kan semangkuk bubur untuk Rina. Di susul umi yang membawa kan makanan untuk Firdaus anak nya.
"Ini Rina makan, dulu ya nak. Kamu sudah tidur sangat lama. Jadi, makan bubur dulu sekarang." kata bunda.
Firdaus membantu istri nya untuk duduk, agar bisa mudah menyuapi nya makan..
"Bunda, biar aku yang suapi Rina makan nya." kata Firdaus.
"Gak usah, nanti aja kamu yang suapi nya. Sekarang kamu makan dulu makanan mu. Kamu makan tidak teratur kan." kata bunda.
"Benar kah itu mas, apa kah benar kamu jarang makan selama aku tidak sadar kan diri." kata Rina cemas.
"Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu di cemas kan istri cantik ku. Harus nya aku yang cemas sama kamu." kata Firdaus.
Rina pun memaksa suami nya untuk makan duluan, jika ia ingin melihat Rina kembali sehat. Maka, ia harus menjaga kesehatan nya dulu. Kata Rina pada suami nya. Ternyata suami nya sangat penurut sekarang, di menuruti apa yang Rina kata kan.
Ia menghabis kan makanan nya, lalu menyuapi istri nya makan.
Tak lama, ada yang memberi salam di depan pintu kamar mereka. Firdaus mempersila kan orang itu masuk.
__ADS_1
Setelah pintu kamar mereka terbuka, nampak lah sosok yang tidak asing bagi Rina, dia adalah Rahmah.
"Rin, kamu baik-baik aja kan. Kenapa bisa kambuh sih kamu ini." kata nya langsung menghampiri teman nya.
"Aku baik-baik aja Mah, kamu gak usah cemas ya." kata Rina.
"Maaf kan aku yang baru bisa menjenguk mu sekarang ya, karna aku lagi sibuk kemarin." kata Rahmah.
"Gak papa Mah, lagian kamu udah mau datang sekarang aja aku udah senang banget." kata Rina bahagia.
"Ngomong-ngomong kamu datang sama siapa sih." kata Rina lagi.
Orang yang di panggil Rahmah pun masuk. Rina sangat kaget melihat siapa orang itu.
"Rahmat. Kamu juga datang, kenapa gak langsung masuk sih." kata Rina sangat senang.
"Aku pasti datang menjenguk mu. Aku belum masuk karna ni anak melarang ku masuk bareng sama dia, kata nya nunggu di panggil baru masuk." kata Rahmat sambil menunjuk kearah Rahmah.
"Yah.... Bukan salah aku kan. Aku cuma ingin bikin kejutan kecil pada mu. Itu aja." kata Rahmah, ketika Rina memandang nya.
"Aku senang kaliam mau datang menjenguk ku. Walau pun jarak nya lumayan jauh kan."kata Rina.
__ADS_1
"Bukan masalah jika untuk mu, sejauh apa pun akan aku tuju. Walau keujung dunia pun kamu akan aku tuju." kata Rahmat.
"Kamu gak liat ada suami nya di samping dia. Kamu mau di tabok sama suami nya Mat. Atau kamu mau di makan sekalian sama suami nya." kata Rahmah.
"Aku kan cuma bercanda... " kata Rahmat sambil melirik Firdaus yang duduk di samping Rina.
"Aku gak masalah, tak ada yang melarang nya." kata Firdaus sambil tersenyum kearah mereka.
"Ada lampu hijau yang suami nya beri kan Ma, apa kamu gak liat itu." kata Rahmat.
"Lampu hijau apaan, kamu gak lihat aku di sini. Ngasih kamu tilang sekarang." kata Rahmah.
"Iya.... Aku tahu, orang cuma bercanda tuh. Firdaus aja gak masalah." kata Rahmat.
"Emang dia bilang gak masalah. Kalau dia bilang gak masalah itu tanda nya masalah banget tahu gak. Mungkin pas kita keluar dari pintu kamar ini. Kepala kamu bisa hilang, tahu gak." kata Rahmah lagi.
"Udah... Kalian memperebut kan apa sih. Kalian merebut kan satu permen di tangan orang ya." kata Rina.
"Biar kan aja sayang, kita kan udah lama gak nonton." kata Firdaus.
Mereka pun tertawa, penuh canda dan bahagia di sana. Mereka bercerita banyak hal, saling melepas rindu di kamar milik suami istri itu.
__ADS_1