
Pertama umi memasang wajah marah nya, sehingga membuat Firdaus jadi takut sama umi nya.
"Jangan marah dong umi, ini kan gak sengaja. Firdaus kasihan untuk membangun kan Rina nya umi." kata nya sambil merangkul umi nya.
"Dasar anak muda yang nakal kamu ya, demi gak bangunin istri mu kamu bikin umi nunggu di sini." kata umi pura-pura kesal dan marah.
"Maaf umi, tapi Firdaus kasihan sama Rina nya umi. Ia kelihatan sangat lelah." kata Firdaus.
"Dasar anak muda, jika jatuh cinta ini lah akibat nya." kata umi.
"Umi gak marah kan umi." kata Firdaus lagi.
Umi tersenyum melihat anak nya, ia berhasil bikin anak nya ini takut karna ia marah pada nya.
"Umi gak marah, yang kamu kelihatan bersalah seperti itu kenapa sih umi kan gaka marah sama kamu." kata umi tersenyum.
"Umi kayak nya mirip bunda sekarang, jadi suka ngerjain anak nya." kata Firdaus dengan rasa lega.
Mereka pun terus ngobrol berdua, sampai masuk kerumah. Di sana ada abi yang duduk di kursi nya dengan tenang.
"Umi mau lihat menantu umi dulu lah." kata umi sambil melangkah menuju kamar Firdaus.
Di buka nya pintu kamar anak nya ini. Terlihat seorang perempuan cantik yang masih terlelap dengan lena nya. Perempuan cantik itu bagai kan putri yang sedang tidur.
Lalu umi tutup kembali pintu kamar anak nya. Di sana ia tersenyum, sambil berjalan kembali keanak dan suami nya yang sedang duduk sambil ngobrol di kursi ruang tengah.
__ADS_1
"Kamu gak ikut istirahat sekalian Fir, kamu kan juga lelah nak." kata umi pada anak nya.
"Iya umi, rencana nya mau istirahat juga Fir nya ini." kata Firdaus.
"Mau istirahat, apa mau berduaan sama Rina di kamar sih." kata abi sambil melihat umi.
Firdaus tidak menjawab apa yang abi nya kata kan. Ia hanya tersenyum saja menanggapi apa yang abi nya kata kan.
Ia pamit pada umi dan abi nya untuk kekamar nya. Ia ingin istirahat bersama istri nya itu.
Ia membuka pintu kamar, terlihat istri nya masih terlelap dengan tenang. Cantik sekali kamu, kata nya dalam hati. Lebih cantim jika kmau punya rasa cinta pada ku Rina. Kata nya lagi.
Ia pun berbaring di samping istri nya dengan sangat pelan, agar ia tidak membangun kan istri nya yang sedang tidur.
Saat Rina terbagun, ia merasa tempat itu sangat asing bagi nya. Ia melihat sekeliling nya. Dan ia merasa ada tangan seseorang yang memeluk tubuh nya.
Ia pun memutus kan untuk melihat di samping nya. Ternyata suami nya sedang tudur lelap di samping nya saat ini.
Ia terus memandangi wajah suami nya, wajah yang indah. Penuh ketenangan di wajah itu.
Kemudian ia baru ingat, jika ia berada di temapt asing. Ia pun berusaha melepas kan tangan suami nya yang memeluk nya itu.
Tapi, karna tak hati-hati. Ia malah membangun kan suami nya yang telah tertidur.
"Rina, kamu udah bangun ya." kata Firdaus ketika melihat istri nya duduk.
__ADS_1
"Maaf kan aku, aku sudah membangun akan mu. Tapi, aku penasaran di mana aku sekarang." kata Rina.
"Kamu di kamar ku sekarang ini. Tadi kamu tertidur di saat kita dalam perjalanan. Aku tidak enak untuk membangun kan mu. Maka nya aku gendong saja kamu dan ku bawa kekamar." kata Firdaus sambil bangun dari baring nya.
"Maaf ya, aku bikin kamu repot karna aku. Kamu gak perlu gendong aku tadi. Bangun kan aja aku." kata Rina.
"Jadi ini kamar mu ya," kata Rina lagi.
"Ini kamar kita, bukan kamar aku sendiri." kata Firdaus.
"Kamar kita????" kata Rina.
"Yah,,, kamar kita. Dulu nya ini kamar ku, tapi karna aku dan kamu telah menikah. Jadi nya aku akan membagi kamar ku dengan mu. Sama seperti yang kamu laku kan pada ku. Tapi aku minta maaf karna kamar ku tidak sebagus dan sebesar kamar mu." kata Firdaus sambil memandang sekeliling kamar nya.
"Tidak... Kamar mu bagus. Semua nya tertata rapi, aku suka dengan apa yang aku lihat ini. Dan terima kasih kamu mau berbagi kamar dengan ku." kata Rina.
Rina ingin bangun dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Tapi tangan nya di tahan oleh suami nya.
"Rina, bisa kamu panggil aku dengan panggilan mas." kata nya meminta.
"Mas???? Kenapa harus memanggil mas sih." kata Rina.
"Biar lebih sopan aja di pondok ini. Walau kita hanya teman, tapi kamu istri ku di mata semua orang kan." kata Firdaus.
"Baik lah, aku akan panggil kamu mas." kata nya.
__ADS_1