
Mendengar kata-kata pujian yang Firdaus ucap kan. Cukup membuat Rina merasa bahagia. Ntah kenapa ia selalu saja terpukau dengan suami nya ini.
Firdaus pun masuk kamar mandi dengan senyum di wajah nya. Ia pun mengganti kan pakaian nya di kamar mandi. Setelah selesai ganti baju, ia pun keluar dari kamar mandi.
Ketika ia sampai di sisi ranjang, ia melihat Rina sudah tertidur. Ia menatap wajah yang terlelap di ranjang itu. Wajah nya sangat cantik ketika sedang terlelap. Puji Furdaus dalam hati nya.
Ia pun mendekati istri nya ini. Dan melepas kan sebuah kecupan di kening nya dengan sangat hati-hati karna takut membangun kan nya.
Ia pun keluar dari kamar nya dan menghampiri ayah dan abi nya yang masih sibuk dengan obrolan dan cerita mereka. Sedang kan bunda dan umi sedang menyiap kan makan malam.
"Ayah, abi... Maaf Fir ganggu kalian ya." kata nya ketika orang tua itu menghenti kan obrolan mereka.
"Gak ganggu kok Fir, kami hanya kaget melihat pengantin baru keluar sendiri." kata abi nya.
"Iya, di mana istri mu Fir. Kenapa tidak turun bersama." kata ayah lagi.
"Rina lagi tidur yah, dia terlihat sangat lelah. Jadi, Fir tinggal kan aja dia tidur di kamar." kata Firdaus.
"Ini kan hampir senja Fir, kamu kok gak bangun kan sih." kata ayah.
__ADS_1
"Iya yah,,, sebentar lagi pasti Fir bangun kan. Nanti pas sholat magrib aja." kata Firdaus.
Mereka pun mengobrol bersama, sampai terdengar bunyi adzan magrib di masjid.
Firdaus pun meminta izin ayah dan abi untuk kekamar.
Sampai nya di kamar, ia masih melihat istri nya terlelap. Masih terbuai dengan mimpi indah nya mungkin di senja hari ini.
Firdaus pun membasah kan tangan nya. Kemudian ia usap hidup istri nya dengan jari telunjuk nya yang basah.
Ternyata, itu sukses bikin Rina kaget karna air itu terasa dingin di hidung nya.
"Aduh.... Apa ini." kata nya sambil bagun secepat mungkin.
"Hah,,, udah magrib. Aduh... Berapa jam aku tidur ini. Kenapa bisa tidur sampai magrib." kata nya langsung bagun walau tubuh nya tidak seimbang. Hasil nya hampir saja jatuh jika tidak di tahan Firdaus tubuh nya ini.
"Hati-hati, kan baru juga selesai adzan. Masih ada waktu untuk sholat kok. Gak perlu cemas." kata nya sambil memeluk tubuh istri nya.
Ada drama di situ, drama tatap-tatapan yang bikin jantung Rina bedetak dua kali lebih cepat dari biasa nya. Tapi, drama itu harus usai ketika suara Firdaus keluar dari mulut nya.
__ADS_1
"Maaf... Maaf... Aku kaget soal nya. Karna gak pernah tertidur waktu magrib seperti ini." kata nya sambil mengambil langkah menjauh.
"Gak papa, itu lah guna nya teman bukan. Kita saling menjaga dan saling mengingat kan." kata Firdaus.
"Iya,,, aku harus kekamar mandi duluan." kata nya sambil meninggal kan Firdaus di sana.
Firdaus tersenyum dan merasa cukuo bahagia dengan yang terjadi barusan. Dalam hati nya, ini adalah awal yang baik. Hari pertama saja sudah ada respon positif kan.
Tak lama Rina keluar dari kamar mandi, dia keluar masih dengan jilbab nya yang terpasang rapi.
"Sempat juga kamu pasang jilbab dulu baru keluar kamar mandi ya Rin, padahal kan kita juga mau sholat." kata Firdaus menegur nya.
"Gak papa, kan masih ada waktu untuk sholat jika kamu ambil udhu' nya cepat-cepat." kata nya.
"Iya, aku akan ambil udhu' cepat-cepat. Kita sholat jamaah aja berdua ya." kata Firdaus lagi.
"Berdua, gak sama ayah dan bunda." kata Rina.
"Kamu sekarang udah ada imam. Untuk hari ini, kita sholat berdua dulu. Aku ingin jadi imam mu untuk sholat hari ini." kata Firdaus.
__ADS_1
Rina menganguk pelan, ia pun bersiap-siap membentang kan sajadah nya dan untuk Firdaus juga. Sedang Firdaus kekamar mandi untuk berudhu'.
Sholat magrib hari ini, Rina dengan imam nya sendiri. Biasa nya ia akan turun untuk sholat jamaah sama ayah dan bunda nya. Tapi, hari ini Firdaus meminta ia untuk sholat berdua saja. Karna ia ingin menjadi imam untuk istri nya yang pertama kali nya.