
Tiba-tiba bunda yang sedang duduk di samping ranjang Rina ingat sesuatu.
"Firdaus, baca kan surah ar-rahman pada istri mu. Karna dia sangat senang mendengar surah ar-rahman ketika di baca kan. Apa lagi kamu yang membaca kan nya." kata bunda penuh semangat.
"Benar nak, baca kan surah yang menjadi mahar kalian waktu menikah. Mudah-mudahan istri mu bisa sadar." kata ayah.
Firdaus pun membaca kan surah ar-rahman di telinga istri nya. Ia mengulang kan bacaan nya beberapa kali bacaan.
Ajaib sunguh, Rina menunjuk kan respon nya ketika mendengar surah itu di baca kan.
Ayah pun memeriksa keadaan anak nya dengan cepat. Terlihat senyum di wajah ayah ketika selesai memeriksa kan anak nya itu.
"Bagai mana yah, ada kabar baik." tanya bunda dengan cepat.
"Alhamdulillah, Rina menunjuk kan tanda-tanda ia ingin sadar. Kalau begini akan mudah untuk bisa membantu nya bagun." kata ayah.
__ADS_1
Semua nya bersyukur, ayah juga mengguna kan medis untuk membuat Rina bangun.
Tak lama kemudian, Rina membuka kan mata nya. Ia telah sadar dari tidur panjang nya, yang telah membuat suami nya sangat sedih.
"Ayah... Bunda.... " kata nya setelah membuka mata.
"Arina... Kamu bangun sayang. Akhir nya kamu mau bangun juga." kata bunda sambil memeluk anak nya yang masih baring.
"Bunda, biar kan suami nya pula yang berada di sisi nya. Jangan plit gitu bund." kata ayah bercanda. Karna bunda memeluk anak nya.
"Firdaus, kenapa kamu malah diam saja. Bukan kah kamu sangat berharap istri mu bangun. Sekarang dia sudah bangun kenapa kamu malah bengong aja di sana." kata bunda.
Firdaus menghampiri istri nya, memegang tangan istri nya. Mencium tangan itu dengan lembut dan menitis kan air mata sambil berucap kata maaf pada istri nya.
"Maaf kan aku Rina, aku tak seharus nya memperlaku kan mu dengan buruk seperti itu." kata Firdaus.
__ADS_1
Sekarang mereka hanya berdua di kamar nya, kedua orang tua mereka itu sangat pengertian. Mereka tahu anak mereka butuh waktu hanya berdua saja. Maka nya mereka semua keluar dari kamar itu dan menunggu di luar.
"Ini bukan salah mu mas, aku yang salah pada mu. Seharus nya aku yang minta maaf pada mu. Bukan kamu yang minta maaf pada ku." kata Rina.
"Tidak, kamu tidak salah. Aku yang salah tidak ingin mendengar kan mu. Dan aku juga membiar kan mu berada di taman sendirian bahkan di malam hari." kata Firdaus.
"Aku hanya lupa waktu saja di taman itu. Karna setelah aku buka mata ku, ternyata sudah gelap. Dan itu membuat aku hilang kendali."kata Rina.
"Kamu janji ya istri ku, jangan seperti itu lagi. Aku sangat takut pada saat kamu menghilang bahkan kamu tidak sadar kan diri. Itu membuat ku tidak tenang." kata Firdaus. Ia tidak bisa menahan air mata nya antara senang dan juga sedih.
"Jangan menagis mas, dan jangan menyiksa diri mu karna aku. Kamu sekarang terlihat pucat." kata Rina sambil menyentuh wajah istri nya untuk menghapus air mata yang tumpah dari mata suami nya.
"Aku baik-baik saja cantik, apa lagi setelah kamu bangun." kata Firdaus.
"Apa kah ada yang sakit pada tubuh mu, apa kah ada yang bisa aku laku kan untuk mu Rina." kata nya lagi.
__ADS_1
Rina tersenyum melihat suami nya yang sibuk sendiri.
"Tak ada yang sakit pada tubuh ku mas, kamu jangan cemas pada ku. Aku baik-baik saja, dan kamu tidak perlu melaku kan apa pun untuk ku." kata nya sambil tersenyum.