
Rina sudah pingsan sangat lama, tidak ada tanda-tanda ia akan sadar. Sekarang hampir tengah malam sudah. Tapi Rina masih saja diam membisu dengan mata yang terpejam.
Tak lama sebuah mobil masuk kedalam pesantren. Saat itu sudah tengah malam, santri sudah pada tidur.
Tapi, Firdaus dan abi masih bangun, juga sahabat nya yang masih ikut menemani Firdaus menjaga istri nya.
Mobil itu berhenti di parkiran pesantren. Lalu keluar lah ayah dan bunda dengan wajah cemas mereka. Bagai mana tidak anak satu-satu nya mereka sekarang pingsan di sana.
Abi menyambut ayah dan bunda, lalu mengajak nya masuk. Mereka pun langsung masuk kekamar. Umi yang tadu nya di suruh tidur akhir nya bangun lagi sekarang.
"Bagai mana keadaan nya sekarang Hafis, kenapa dia bisa pingsan." kata ayah. Ayah dan bunda menghampiri anak nya.
"Aku tidak tahu, dia pergi dari tadi siang dan kami tidak tahu dia kemana." kata abi.
__ADS_1
Umi yang baru masuk kekamar langsung berpelukan sama bunda. Umi menagis sambil berpelukan sama bunda. Sedang bunda orang yang kuat, dia bahkan bisa menguat kan umi saat anak nya terbaring tak sadar kan diri.
Firdaus diam tanpa kata di pojokan kamar, mata nya hanya menatap kearah istri nya. Ia berharap istri nya bisa bangun segera.
Ayah memeriksa kondisi Rina, ia tahu jika anak nya pingsan karna berada dalam kegelapan.
"Apa kah Rina pingsan karna gelap Firdaus." kata ayah tiba-tiba bertanya pada menantu nya.
"Ayah tidak menayalah kan mu. Kamu tidak perlu merasa menyesal seperti itu Firdaus. Dan kenapa juga kamu duduk di sudut sana. Kesini temani istri mu. Duduk di samping nya." kata ayah.
Firdaus menyeka air mata nya yang tumpah di pipi. Ia bangun dari duduk nya dan menghampiri kesisi ranjang.
"Rina sangat takut akan kegelapan, kamu tahu itu kan. Dan jika ia berada dalam kegelapan ini lah yang kan terjadi." kata ayah menjelas kan.
__ADS_1
"Iya,,, dulu dia pernah pingsan hingga tiga hari. Kami sangat cemas dan sudah membawa nya kerumah sakit." kata bunda juga menjawab.
"Ini lah kelemahan istri mu nak, yang kamu harus tahu." kata ayah.
"Tapi ayah melihat ada yang aneh kali ini. Alam bawah sadar istri mu sekarang tidak ingin bangun. Jika seperti ini terus, akan makan waktu berminggu minggu untuk istri mu bangun." kata ayah.
Mendengar apa yang abi kata kan itu, jantung Firdaus serasa berhenti berdetak. Karna istri nya sendiri tidak mahu bagun dari pingsan nya. Jika tidaka ada keinginan untuk bangun, maka tidak bisa melaku kan apa pun.
"Ayah, ada kah cara yang bisa kita laku kan agar bisa membangun kan nya." kata Firdaus.
"Tidak ada yang bisa kita laku kan untuk membantu nya bagun dari pingsan nya ini Fir, karna ia sendiri tak ingin bangun. Bagai mana kita bisa membantu nya untuk bangun." kata ayah.
Karna, ayah sudah cukup mengerti dengan putri nya itu. Jika pingsan nya ini tidak di dasari keinginan nya untuk bangun. Maka kesempatan untuk membantu nya tidaka akan ada. Tapi sebalik nya, jika Rina sendiri sangat ingin bangun. Maka peluang untuk membantu dengan cara medis sangat besar.
__ADS_1