Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Alergi asam


__ADS_3

Firdaus jadi tak enak hati ketika ia melihat wajah istri nya ini. Apa lagi ketika ia melihat wajah teman-teman istri nya ini. Mau tidak mau, ia ambil juga air asam yang ada di tangan istri nya ini.


"Gak kok, bukan gitu. Aku gak pernah masalah minum di luar." kata nya sambil mengambil gelas nya.


"Terima kasih." kata nya lagi.


"Ya udah, ayo Rahmah, Rahmat kalian juga minum ya." kata Rina pada kedua teman nya.


Kedua teman nya itu pun minum air asam yang di sedia kan Rina untuk mereka. Sedang kan Firdaus, ia masih melihat gelas nya yang berisi air asam itu.


Ia masih ragu untuk meminum nya. Apa kah ia kata kan saja, jika ia tak suka dengan air asam ini.


"Kok cuma di lihat aja sih. Gak suka ya." kata Rina yang melihat itu.


"Gak kok Rin," kata nya sambil mencoba meminum air asam itu sampai setengah gelas.


"Pelan-pelan aja kamu minum nya. Gak akan ada yang maksa kamu." kata Rina lagi.


"Ya ampun Rina, perhatiin aja terus suami mu. Dan cuek kan aja kita berdua ya." kata Rahmah.


"Apaan sih kamh Mah, suka usil aja kamu ini ya". Kata Rina.


"Kayak nya aku harus pulang deh Rin, karna ibu juga lagi gak enak badan di rumah." kata Rahmat.

__ADS_1


Sebenar nya ia tak sangup untuk melihat terlalu lama lagi. Rina sahabat nya itu dengan suami nya. Sangat membuat hati nya sakit. Rasa cemburu dalam hati nya bangkit dan meronta-ronta. Walau pun ia paksa kan untuk tidak ada rasa sama sekali, tapi tetap saja tidak bisa.


Rasa itu seakan bangun sendiri dalam hati nya. Tak bisa ia tekan apa lagi membunuh rasa itu.


"Ya sudah jika begitu. Titip salam untuk ibu ya Mat, karna aku belum bisa menjenguk nya." kata Rina pada teman nya.


"Iya,, aku akan sampai kan pada ibu." kata nya sambil bangun dari duduk nya.


"Jika Rahmat pulang, aku juga ikut pulang ya." kata Rahmah.


"Apaan kamu Mah, orang rumah kamu dan Rahmat gak searah kok." kata Rina.


"Ya pulang bereng kan gak masalah Rin, orang aku juga gak mahu gangu pengantin baru kayak kalian lho." kata Rahmah.


"Banyak omong kamu mah," kata Rina.


Kemudian ia lngsung ketaman, karana suami nya masih ada di sana gak ikut dia mengantar kan teman nya.


Setelah Rina kembali, dia kaget melihat suami nya yang sudah sangat kesakutan. Dan tubuh nya penuh keringat dingin..


"Kamu kenapa sih Fir, eh mas. Kamu kenapa." kata Rina sangat kaget melihat suami nya yang kini terduduk di atah rerumputan di sekitar taman.


"Aku..... Gak papa... Kok". Kata nya sambil menahan sakit nya. Tangan nya menekan perut nya.

__ADS_1


"Bantu aku Rina, aku gak bisa jalan lagi." kata nya sambil terbata-bata.


Rina sangat kaget, tanpa terasa ia memanggil bunda dan ayah nya. Dengan cepat ayah dan bunda yang mendengar kan panghilan Rina ini, segera menuju ketaman.


"Ada apa ini Rina, kenapa dengan Firdaus." kata bunda yang sangat kaget melihat menantu nya lemah tak berdaya.


"Aku gak tahu bunda, tiba-tiba aja jadi begini." kata Rina.


"Udah, ayo bawa Firdaus masuk kerumah." kata ayah.


"Aku gak papa kok ayah.... Bunda.... Hanya saja ini sakit... " kata nya dengan terbata-bata.


Mereka pun membawa Firdaus menuju kamar tamu. Karna kamar tamu letak nya yang paling dekat.


Ayah pun menyuruh bunda untuk mengambil peralatan di ruang kerja nya. Bunda pergi dengan cepat, tak lama kembali membawa perlengkapan medis milik ayah.


Ayah memeriksa Firdaus dengan cepat. Kemudian dia bertanya pada anak nya.


"Apa kah tadi suami mu minum sesuatu Rina." kata ayah.


"Iya ayah... Dia minum air asam bersama ku dan juga Rahmat." kata Rina.


"Suami mu alergi dengan asam Rina, maka nya dia bisa sakit seperti ini. Ayah terpaksa memberi kan obat penenang pada nya. Jika tidak ia akan sangat kesakitan". Kata ayah menjelas kan.

__ADS_1


"Lain kali kamu tanya dulu pada nya Rina, apa yang tidak boleh ia konsumsi."kata bunda.


"Iya bunda.... Aku akan hati-hati kali ini." kata Rina menunduk kan kepala nya. Ia sangat merasa bersalah pada suami nya karna telah memberi kan minuman yang tak boleh ia minum.


__ADS_2