Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Rahmat dan Rahmah


__ADS_3

Setelah berkata seperti itu, bunda masuk kedalam rumah. Meninggal kan Rina dan suami nya di luar, karan mereka akan berkeliling rumah itu.


"Oh ya Rin, bunda mu lumayan galak juga ya." kata Firdaus.


"Tidak juga, bunda hanya tegas pada ku. Jika tidak tak mungkin aku akan jadi seperti sekarang kan." kata nya membela bunda nya.


"Kamu memang benar, didikan orang tua sangat berpengaruh untuk anak nya kan." kata Firdaus membenar kan.


"Oh ya Rin, kata nya kamu suka bertanam kan." kata Firdaus lagi.


"Iya,,, aku hanya mengisi waktu luang ku aja dengan menanam bunga." kata Rina.


"Bisa kah aku melihat apa yang kamu tanam." kata Firdaus.


Rina pun mengajak Firdaus suami nya ini berkeliling ketaman belakang rumah nya. Sesampai nya di sana, Firdaus kaget melihat taman yang indah. Ternyata rumah ini ada taman nya. Dan sangat indah pula susunan dan cara menata nya.


"Ini adalah taman Rina, sangat indah." kata nya memuji.


"Siapa yang merawat nya Rin, aku tidak melihat tukang kebun di rumah mu." kata Firdaus lagi.


"Aku sendiri lah yang merawat nya. Rumah kami memang tidak ada pelayan atau pekerja. Karna bunda tak ingin rumah nya di bantu oleh orang lain. Ia ingin mengerja kan semua nya dengan tangan nya sendiri." kata Rina menjelas kan.


"Oh benar kah, pantas saja aku tidak melihat orang lain selain kamu dan keluarga mu. Ternyata itu alasan nya." kata Firdaus kagum sama bunda mertua nya itu.

__ADS_1


"Ya... Begitu lah bunda. Terkadang aku merasa kasihan melihat nya." kata Rina.


Mereka duduk di atas kursi taman nya Rina. Berbincang-bincang tentang keluarga masing-masing dan sebagai nya.


Tak lama ada dua orang yang datang mendekati mereka. Itu adalah Rahmah dan Rahmat teman nya Rina.


Setelah minta izin sama ayah dan bunda, Rahmah dan Rahmat pun masuk ketaman belakang rumah nya Rina.


"Rahmah, Rahmat. Kalian berdua datang kesini sejak kapan. Kok gak ngasih kabar pada ku dulu kamu Mat." kata Rina terlihat senang.


"Aku baru saja datang, dan langsung minta izin untuk ketaman ketika tahu kalian berada di taman." kata Rahmat.


"Iya,,, untung nya bunda sedang berbaik hati untuk mengizin kan aku dan Rahmat masuk. Ini kan langka Rin." kata Rahmah.


"Oh,, ya. Ayo duduk Mat, Mah." kata Rina mempersila kan teman nya duduk.


"Iya,,, aku datang kesini untuk minta maaf pada mu. Karna aku tak datang di hari bahagia mu." kata Rahmat.


Mendenagr itu, Rina baru ingat jika teman nya ini tak ada di hari pernikahan nya kemarin.


"Gak papa, aku gak marah kok. Oh ya kenal ka. Ini Firdaus." kata Rina, ia hampir saja melupa kan suami nya yang sedang duduk.


Rahmat dan Firdaus pun bersalaman, saling memperkenal kan diri.

__ADS_1


"Rahmat". Kata nya mengulur kan tangan.


"Firdaus". Kata Firdaus menyambut salam dari teman istri nya itu.


Dalam hati Rahmat berkata, pantas sekali dengan Rina. Sangat cocok abk pinang di belah dua. Yang satu sangat tampan dan yang satu sangat cantik. Ini bagai putri dan pangeran jadi nya.


"Mat, kamu kok bengong sih. Naksir kamu sama suami nya Rina." kata Rahmah mengaget kan Rahmat yang sedang melihat kearah Firdaus dengan perasaan kagum nya.


Ia ingat apa yang Rina kata kan pada nya, jika jodoh itu adalah cerminan diri kita sendiri.


"Kalian di sini dulu ya. Aku ambil kan minum untuk kalian." kata Rina pada kedua teman nya.


Rina pun pergi kedalam rumah mengambil air asam yang biasa ia dan teman-teman nya minum jika lagi bersama.


Ia membawa kan air itu ketaman belakang rumah nya.


"Ini minum nya, ayo di minum. Apa lagi kamu Mat, kamu kan gak datang di acara aku. Maka kamu harus minum yang banyak." kata Rina.


"Rina menuang kan air kedalam gelas masing-masing teman nya. Dan menuang kan satu gelas untuk suami nya. Lalu ia beri kan pada suami nya.


"Aku... Aku gak mau Rin, nanti aja deh." kata Firdaus menolak nya.


"Kok kamu gak mau sih, apa kah kamu gak suka minum di luar seperti ini." kata Rina lagi.

__ADS_1


__ADS_2