
Firdaus masih menatap dan membelai istri nya yang sedang terpejam itu. Ia tersenyum dan berkata.
"Kamu sangat cantik Rina, dan lebih cantik lagi jika kamu bilang bahwa kamu punya rasa cinta pada ku. Karna aku sangat berharap, bukan hanya raga mu yang aku miliki. Melain kan aku juga nemiliki hati mu." kata Firdaus pada istri nya.
Ia msih mengira jika Rina sudah tidur karna kecapean baru pulang dari taman bersama Dorin. Ia berkata seperti itu, hanya untuk di ri nya sendiri bukan untik di dengar oleh istri nya.
"Kamu tahu cantik ku, ketika aku pertama kali melihat mu. Hati ku berkata tidak ingin melepas kan mu lagi untuk selama nya. Tapi sayang nya kamu tidak mengingin kan hal yang sama seperti aku." kata nya. Ia menutup mata nya saat berkata seperti itu.
"Aku ingin kamu melihat ku sebagai suami mu, bukan sebagai teman mu. Seperti yang saat ini kamu kata kan pada ku. Kita berteman, tapi bukan itu yang aku ingin kan. aku ingin kita lebih dari teman." kata Firdaus.
Saat itu, Rina tak bisa menahan air mata nya untuk tudak tumpah. Air mata nya tumpah dengan sendiri nya. Mengalir dengan deras begitu saja.
__ADS_1
"Rina,,,, kamu mendengar kan apa yang aku kata kan." kat Firdaus bagun dari duduk nya.
Rina pun membuka mata nya, dia bagun dari baring nya. Dia melihat suami nya yang salah tingkah.
"Aku pikir kamu tidur Rina. Karna kamu tidak bagun saat aku menyentuh wajah mu." kata Firdaus.
"Aku belum tidur mas, karna aku belum bisa tidur dari tadi. Aku hanya memejam kan mata ku saat kamu masuk kekamar ini. Dan aku membiar kan mu menyentuh wajah ku karna kamu berhak melaku kan nya." kata Rina.
"Kenapa harus tidak aku dengar kan. Kata-kata itu memang tulus dari hati mu kan. Bukan kah jika berkata pada orang yang di anggap tidur itu perkataan yang memang dari hati dan tidak mau orang yang tidur itu mendengar kan nya." kata Rina.
Firdaus menuju jendela kamar nya, ia melihat halaman luas di luar jendela kamar mereka.
__ADS_1
"Iyaa.... Itu kata-kata yang lahir dari hati ku Rina. Aku memang cinta pada mu. Dan berharap bukan hanya menjadi teman mu. Tapi juga menjadi suami mu yang bukan hanya memiliki raga mu. Tapi aku juga ingin memiliki hati mu." kata Firdaus sambil melihat keluar jendela.
"Jika kamu ingin hati ku, aku tidak bisa memberi nya pada mu. Karna hati ini sudah aku janji kan pada seseorang." kata Rina menunduk kan wajah nya.
Mendengar kata-kata itu, bagai di hujani beribu jarum yang menusuk hati Firdaus. Ia tidak sangup untuk mendengar nya lagi.
"Hati ini sudah aku janji kan pada seseorang yang telah aku tunggu selama ini. Aku berjanji pada nya untuk.... " kata-kata nya terputus karna Firdaus menahan nya.
"Cukup.... Cukup Rina, aku tak ingin mendengar kan apa pun yang kamu kata kan lagi. Aku sudah tahu jika hati mu bukan untuk ku. Dan bagi ku itu sudah cukup." kata Firdaus sambil berjalan keluar kamar nya.
Ia tidak sangup melihat istri yang sangat ia cintai itu tidak mencintai nya. Istri nya yang sangat ia harap kan membalas cinta suci nya. Tapi malah menyimpan lelaki lain di hati nya.
__ADS_1
Kenyataan itu memang pahit, sepahit mengigit empedu bagi nya. Ia berjalan meninggal kan kamar itu. Bahkan meninggal kan rumah nya. Ia tak bisa berada di sana sekarang. Karna hati nya hancur bagai kan kaca yang pecah.