
"Ganteng banget sih cucu nenek kaya ayah kamu" ucap Ghea gemas.
"Gak ada mirip Nara nya ya Bun? Padahal Nara loh yang mengandung tapi kok gak ada ya?" Nara mengerucutkan bibirnya.
"Ada, tapi dikit" balas Rio tertawa puas.
Zaki, yang berada di sana hanya menyimak saja lagian dirinya di sini bukanlah keluarga Raditya dan hanya orang baru yang masuk kedalam kehidupan mereka. Awalnya Reza dan Ghea sempat menolak keberadaan Zaki si sana, namun Raditya sempat mencoba menjelaskan kepada Reza apa yang terjadi sehingga mereka mengizinkan Zaki berada di sana.
"Kamu udah nyiapin namanya buat anak kamu Radit?" tanya Abi Sanjaya.
Raditya mengangguk petanda iya, "Sudah Bi"
"Siapa? Kakak penasaran, huruf awalannya A kan? Kakak tebak pasti Agus?"
Plakkk!
Nara refleks menonjok tangan Rio, karena Rio berada di sampinya membuat Nara lebih mudah menggapai Rio, "Sembarang ih, bukan Agus kak" ucap Nara tak terima, mereka semua yang berada di sana tertawa kecil melihatnya.
"Siapa Dit?" tanya Umi Elvi.
Raditya melirik Nara memberi kode agar gadis itulah yang memberi tahu, "Athar Zayn Alvarendra" jawab Nara.
__ADS_1
"Athar di ambil dari bahasa arab yang artinya suci dan bersih, untuk Zayn di ambil dari kitab suci Al-Quran yang memiliki arti tampan dan keindahan, sedangkan Alvarendra yaitu memiliki arti mulia, beruntung dan cerdas. Jadi Raditya dan Nara mau semoga Athar bisa menjadi pribadi seperti namanya, yaitu suci, bersih, tampan dan selalu menjadi keindahan untuk setiap orang yang melihatnya, mulia cerdas serta selalu beruntung dalam hal apapun" sahut Raditya.
"Aamiin" sahut mereka serempak.
"Namain anak aja gak sembarang ya, harus ada yang bersangkut pautan sama Al Qur'an begitupun dengan artinya yang memang sangat mulia" Zaki akhirnya membuka suara.
Mereka semua menoleh ke arah Zaki "Karena saya mau, anak saya nantinya tidak sembarang menjadi seseorang. Saya mau anak saya berguna bagi siapapun.
"Iya Aamiin"
Setelah beberapa hari di rumah sakit karena selesai melahirkan, akhirnya hari ini Nara sudah di perbolehkan pulang. Karena menurut dokter Nara sudah dalam kondisi stabil.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga" ucap Umi Elvi ketika masuk kedalam rumahnya dengan Athar di tangannya.
"Sini Umi biar Nara aja yang tarok Athar di kasurnya" Nara ingin mengambil alih Athar akan tetapi Umi Elvi menolaknya.
"Tidak apa apa nak, biar Umi saja yang menidurkan Athar" tolak Umi.
"Yasudah bareng aja ya Umi soalnya Nara juga mau istirahat" ucap Nara, "Kak gak papa ya aku tinggal?" tanya Nara kepada Rio dan Rio hanya mengangguk saja. Umi elvi dan Nara berjalan menaiki tangga untuk menidurkan Athar di kamar Raditya dan Nara.
Di ruang tamu kini hanya menyisakan, Raditya, Abi Sanjaya dan juga Rio. Terlihat di sana suasananya sangat hening tidak ada yang membuka suara sedikitpun.
__ADS_1
"Maaf Bi, Rio hanya ingin mendengar pendapat Abi" Rio membuka percakapan, semua atensi kini tertuju padanya.
"Pendapat apa nak?"
"Saya menemui perempuan di Makassar saat Ans dan Gus Afan menikah, saya mencintainya tapi saya tidak tahu dia mencintai saya juga atau tidak. Rencananya saya ingin melamar dia namun saya takut jika lamaran saya di tolak"
Abi Sanjaya menepuk pundak Rio, "Kenapa harus takut? Di coba lah terlebih dahulu, jangan takut di tolak jika belum mencoba. Tujuan kamu baik ingin melamar, bukan ingin mengajak perempuan itu masuk kedalam dosa zina atau di sebut pacaran. Jika kamu serius, susul lah dia dan bicaralah kepada orang tuanya, jika mereka merestui dan gadis pilihan kamu menyetujui segera nikahin dia jangan buat gadis itu lama menunggu. Seorang perempuan itu hanya butuh tindakan bukan omong kosong belaka"
"Begitu ya abi?"
"Coba lihat adik iparmu dulu ketika ingin menjadikan adikmu istri. Waktu itu bukannya adik iparmu hanya menjadi tamu undangan karena menemani Ana, akan tetapi ketika melihat kerusuhan di dalam pernikahan itu adik iparmu memberanikan diri untuk mengajak adikmu menikah dengannya walau tanpa ada persiapan dan tidak membawa apapun.
"Adikmu dulu tidak mengetahui adik iparmu, tidak tau nama, tidak tau seluk besuknya bagaimana dan tidak tau sifatnya bagaimana. Akan tetapi karena keajaiban tuhan adikmu bersedia menikah dengan adik iparmu dan menerima lamarannya. Jadi cobalah dulu nak, jangan takut seperti itu.
"Iya Abi, in syaa Allah Rio akan coba"
"Berarti bang Rio akan terbang ke Makassar?"
"Iya Dit rencananya begitu mungkin minggu depan, dan mungkin hanya di temani ayah" jawab Rio.
"Lancar ya bang" ucap Raditya menepuk bahu Rio.
__ADS_1