
Bunda dan ayah keluar dari kamar tamu, meninggal kan Rina dan suami nya yng terlelap tak sadar kan diri.
Ayah terpaksa menyuntik kan obat tidur pada Firdaus. Karna, jika tidak di suntik kan obat tidur. Maka ia akan menjerit kesakitan. Menurut pemeriksaan ayah, alergi yang menantu nya miliki ini sangat lah langka dan berbeda.
Karna itu lah, ia akan menderita kesakutan sampai menjerit-jerit karna terlalu sakit.
Terlihat Rina sangat merasa bersalah pada suami nya. Ia telah menyebab kan suami nya kesakitan. Padahal suami nya sangat baik pada nya.
Ia duduk di samping tempat tidur, dan memandang wajah suami nya yang terlelap. Sangat tampan, tapi ketika ia merintih kesakitan, itu sangat menyedih kan untuk di lihat.
Rina pun berbaring di samping suami nya, sekarang rasa bersalah sangat menyelimuti hati nya.
Ia sangat menyesal karna telah memberi kan apa yang menjadi alergi bagi suami nya. Pantas saja suami nya pertama tadi menolak untuk menerima apa yang ia beri. Hanya saja, suami nya ini adalah laki-laki yang sangat menghargai orang lain.
Dia tak ingin Rina malu di depan teman-teman nya. Maka nya ia mengambil resiko menahan sakit pada diri nya..
Rina menitis kan air mata nya, karna kasihat mekihat suami nya tadi. Dan karna rasa bersalah nya pada suami nya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Firdaus membuka mata nya. Ia melihat Rina di samping nya sambil menagis.
"Kamu kenapa nangis Rina," kata nya sambil berusaha mengusap air mata di pipi istri nya.
"Kamu udah bangun. Apa masih sangat sakit rasa nya. Maaf kan aku...." kata Rina bangun dari baring nya. Tapi baru mau bagun tubuh nya di tahan tangan kekar suami nya.
"Kamu baring saja di samping ku, aku butuh teman untuk baring. Dan kamu jangan cemas pada ku. Aku baik-baik saja." kata Firdaus sambil tersenyum. Senyum manis yang mampu menjatuh kan bidadari dari surga ketika melihat nya.
"Benar kah kamu baik-baik saja. Aku mintaa maaf, karna aku kamu sakit. Aku tidak tahu kamu alergi sama asam." kata Rina lagi. Ia masih baring di samping suami nya.
"Jangan menyalah kan diri mu, itu salah ku yang sangat lemah. Asam saja aku tidak bisa makan. Tubuh ku ini tidak sekuat yang kamu lihat." kata Firdaus.
"Aku hanya ingin mencoba nya, dan tak ingin terlihat lemah di depan mu. Aku kira efek nya tidak akan sekuat ini. Ternyata aku salah, lemah tetap lah lemah." kata Firdaus.
"Jangan terus menagis, kamu tidak salah. Ini salah ku sendiri." kata nya mengusap air mata di sudut mata istri nya.
"Tapi, jika aku tidak memaksa kamu minum, kamu tak kan seperti ini kan. Awal nya kamu sudah menolak nya. Tapi, karna kamu menghargai aku di depan teman-teman ku. Kamu malah mengorban kan diri mu." kata Rina.
__ADS_1
"Baik lah, lupa kan saja. Bisa kah kamu membiar kan aku memeluk mu. Anggap sebagai permintaan maaf mu pada ku." kata Firdaus.
Rina terlihat berpikir, ia sebenar nya takut untuk memeluk suami nya. Karna rasa nya ia tidak pantas memeluk lelaki tampan itu. Tapi, dia juga tak ingin membuat suami nya kecewa.
"Awwwww..... " kata suara Firdaus sambil memegang perut nya.
"Kamu kenapa, apa kah kamu masih sakit." kata Rina sambil bagun dengan panik nya.
"Ngak..... Bisa kah.... Aku ingin air hangat Rina." kata nya sambil terus merintih karna sakit perut nya datang lagi.
"Ayah,,,,, bunda.... " kata Rina memanggil orang tua nya.
Ayah dan bunda nya datang dengan cepat. Mereka menghampiri Rina yang panik.
" ada apa Rin, kenapa kamu beteriak seperti ini." kata bunda.
"Bunda, sakit nya datang lagi. Ayah bagai mana ini." kata nya sangat cemas.
__ADS_1
"Biar ayah yang periksa. Kamu ambil kan air hangat untuk nya." kata ayah nya.
Rina dengan cepat pergi kedapur untuk mengambil air hangat. Untuk suami nya sedang sakit. Dia sangat takut melihat suami nya yang sangat kesakitan.