Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Sungai kaca


__ADS_3

Ia berjalan menuju sungai kaca, yang suasana nya sangat sejuk dan segar. Suasana yang di harap kan bisa menjadi penyejuk untuk hati nya yang lara.


Sesampai nya dia di sungai kaca, dia melihat teman nya Athala juga ada di sana. Sebenar nya sungai kaca adalah sungai favorit nya Athala. Karna, di sana ia menemu kan cinta nya pertama kali.


Sayang nya, cinta yang ia temu kan malah tidak membalas kan perasaan nya. Jadi nya cinta pertama kali yang ia rasa kan bertepuk sebelah tangan.


Firdaus duduk di sana, tak jauh dari Athala duduk. Mereka duduk di atas batu yang besar.


"Tumben kamu kesini Fir, ada masalah apa kamu." kata Athala.


Karna ia tahu, Firdaus tak akan datang kesungai kaca jika tidaka ada masalah. Dari kecil sampai dewasa, mereka berteman. Jadi nya, mereka sudah saling paham dengan sifat masing-masing.


"Gak ada masalah, aku hanya kangen pada sungai kaca." kata Firdaus.


"Jangan pernah bohong pada ku Fir, aku bukan anak kecil yang baru kenal kamu." kata Thala.


"Kamu selalu tahu Tha apa yang aku rasa kan. Ini masalah pribadi ku. Tidak bisa aku cerita kan." kata Firdaus.


"Aku tahu kamu lah Fir, karna dari dulu kamu kan tak pernah berubah. Jika ada masalah baru datang kesini." kata nya sambil tersenyum.


Mereka pun berbicara, melepas semua masalah. Dan saling melempar batu kecil kesungai kaca yang air nya sangat jernih itu.

__ADS_1


"Bagai mana kamu dan istri mu sekarang Fir, aku lihat kamu bahagia menikahi nya." kata Thala pada teman nya.


"Aku sedang tak ingin membahas masalah rumah tangga ku Tha." kata Firdaus sambil melempar batu kesungai.


"Baik lah, aku mengerti Fir. Aku pergi ujian beberapa minggu saja kamu malah sudah menikah." kata nya.


"Malah istri mu sangat cantik lagi kan." kata nya lagi.


"Tha, aku tak ingin membahas masalah rumah tangga ku. Kamu malah terus saja membahas nya." kata Firdaus.


"Baik lah, aku tidak akan membahas nya lagi." kata Athala.


Rina sedang duduk di kamar nya, ketika Firdaus masuk kekamar tanpa ada sepatah kata pun terucap dari mulut nya. Ia hanya diam saja, sejak masuk kamar.


Rina sekarang sangat merasa bersalah pada suami nya. Tak sepantas nya ia mengucap kata yang tidak harus suami nya dengar. Mana ada suami yang tidak marah jika tahu istri nya menyimpan orang lain di hati nya.


Setelah selesai mandi, Firdaus bersiap-siap dan pergi kemushola pondok pesantren. Tak ada kata yang di ucap kan dari masing-masing mereka.


Apa lagi wajah Firdaus masih menunjuk kan kekesalan nya. Jangan kan bicara, melihat istri nya saja dia tidak ada.


Setelah pergi kemushola tadi, sampai sekarang Firdaus tidak juga pulang. Isya sudah berlalu, waktu makan pun sudah lewat. Tapi, Firdaus masih saja belum pulang.

__ADS_1


Rina melihat kearah pintu kamar nya. Karna sekarang ia sedang dalam kamar. Ia melihat jam di tangan nya. Sudah pukul sepuluh malam. Tapi suami nya belum juga pulang kerumah.


Rina pun memutus kan untuk keluar dari kamar. Ia lihat abi sedang membaca Al-quran di kursi.


Ia menghampiri abi dan bertanya pada abi.


"Abi, maaf menggangu abi yang lagi ngaji. Tapi Rina mau tanya pada abi." kata Rina pelan.


Abi menghenti kan bacaan nya. Dan melihat kearah menantu nya.


"Mau tanya apa nak." kata abi.


"Mas Firdaus gak pulang dari tadi ya abi." kata nya.


"Iya,,, Firdaus lagi ngaji di musholla nak." kata abi.


"Dia gak makan ya abi." kata Rina.


"Mungkin makan di kantin bersama santri nya, Rin." kata abi lagi.


Setelah bertanya, Rina pamit pada mertua nya untuk masuk kamar. Perasaan bersalah masih ada dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2