
Setelah beberapa saat menunggu, keluar lah umi dan abi nya dari dalam kamar mereka.
Di lihat nya, semua sudah berkumpul di ruang keluarga.
"Udah bangun semua nya nih. Udah pada ngumpun semua." kata umi.
"Iya mi, jadi pulang nya hari ini." kata Firdaus pada umi nya.
"Jadi nak, kami gak bisa nunggu lagi." kata umi terlihat agak sedih.
"Yah.... Kamu datang nya jarang. Pulang nya malah buru-buru." kata bunda.
"Buru-buru apa nya, udah nginap bermalam-malam masih saja di bilang buru-buru." kata umi.
"Aku kan ingin masak bersama terus sama kamu Fit, gak enak dong nanti jika kamu pulang." kata bunda lagi.
"Yah, kita kan punya tugas masing-masing Lan, mana bisa aku lama-lama di rumah mu." kata umi.
"Iya,,,, lagian kamu sekarang kan ada menantu juga. Aku titip anak ku pada kalian ya". Kata abi ikut bicara.
"Titip apaan, bukan nya lusa mereka juga akan pulang kerumah kalian." kata bunda agak sedih.
"Jangan terlalu sedih lah. Kami nanti akan berkunjung jika ada waktu. Kamu siap-siap aja makanan yang banyak." kata umi.
__ADS_1
"Jam berapa berangkat nya mi." tanya Firdaus.
"Agak pagian lah mungkin nak, kamu baik-baik di rumah mertua mu ya. Jangan bikin bunda dan ayah mertua mu kesal." kata umi.
"Iya umi,, gak akan. Umi tenang aja ya." kata Firdaus.
"Kamu kayak nitip anak kecil aja Fit, pada kami. Pakai di osan gitu segala." kata ayah.
"Pesan aja biar ingan Zaka, nanti anak-anak jika gak sering di ingat kan akan lupa." kata abi.
"Rina, umi titip tugas umi pada mu ya nak. Selama ini umi yang mejadi tempat nya mengadu. Sekarang berpindah pada mu nak. Umi yakin kamu akan jadi istri yang baik buat suami mu." kata umi pada Rina.
"Iy,,, iya umi... Insyaallah ya umi." kata Rina menjawab.
"Udah,,, ayo sarapan dulu. Kata nya berangkat nya agak pagian kan." kata bunda.
Mereka pun menuju meja makan untuk sarapan. Mereka sarapan dengan tenang.
Usai sarapan, umi dan abi sibuk berkemas-kemas. Memberes kan semua barang nya.
Selesai beres-beres barang nya, umi dan abi duduk sebentar di ruang keluarga bersama anak menantu dan besan nya. Mereka berbincang banyak maslah di antara kehidupan nya.
Setengah jam kemudian, abi dan umi berpamitan untuk pulang kerumah mereka.
__ADS_1
"Aku titip menantu mu ya Zaka, ajari dan tegur lah dia." kata abi.
"Ya,,, dua hari lagi akan pulang kerumah mu juga menatu ku itu." kata ayah.
"Ya,,, setidak nya kamu bisa menegur apa yang salah dari nya srlama dua hari nanti." kata abi.
"Baik lah, kamu bisa tenang telah menitip kan menantu ku pada ku." kata ayah.
Mereka pun saling berpelukan. Dan berpamitan untuk pualng. Mereka mengantar umi dan abi sampai kemobil. Dan melihat sampai mobil menjauh pergi meninggal kan rumah mereka.
"Rina, kamu bisa ajak suami mu melihat sekeliling rumah kita". Kata ayah setelah mereka ingin bubar.
"Baik aja," kata Rina.
"Yah,, bunda harap kamu tidak bikin bunda kecewa lagi Rina. Selama ini bunda rasa nya sudah mendidik mu dengan baik kan." kata bunda.
"Iya bunda, Rina paham." kata Rina sambil menunduk kan kepala nya.
"Sekarang taka ada lagi yang akan membela mu. Mertua mu sudah pulang sekarang." kata bunda.
"Gak papa bunda, Rina kan butuh waktu untuk jadi istri yang baik." kata Firdaus membela nya.
"Baik lah, bunda mengerti." kata bunda mengalah.
__ADS_1