Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Makan malam bersama


__ADS_3

Setelah sholat magrib dengan Firdaus sebagai imam nya. Sekarang mereka bersiap-siap untuk turun makan malam.


Tapi, sebelum nya. Firdaus di suruh turun duluan oleh Rina. Karna ia ingin membenar kan jilbab nya.


"Kamu turum duluan aja deh. Aku harus membenar kan jilbab ku dulu." kata Rina.


"Kenapa gak barengan aja turun nya. Kamu bisa membenar kan jilbab mu sekarang. Dan aku akan menunggu nya di sini." kata Firdaus sambil duduk di atas ranjang dan memasang kan jam tangan di tangan nya.


"Kamu tidak perlu menunggu ku, mungkin aku akan lama membenar kan jilbab ku ini." kata nya beralasan.


"Gak kan lama jika kamu membenar kan jilbab mu dengan cepat." kata Firdaus lagi. Ia hanya senang menggoda Rina.


"Baik lah jika kamu ingin menunggu ku. Aku akan membenar kan jilbab ku di kamar mandi sekarang." kata nya ingin kekamar mandi.


"Tidak perlu, baik lah aku akan turun duluan yah. Kamu bisa membenar kan nya di sini saja." kata Furdaus sambil berdiri dari duduk nya dan berjalan keluar menuju pintu.

__ADS_1


"Jangan lama-lama ya. Karna aku akan menunggu mu makan nanti." kata Firdaus.


"Iya,,, baik lah. Tak akan lama jika kamu pergi keluar sekarang." kata Rina.


Firdaus pun menutup pintu kamar dan menuruni anak tangga untuk turun kebawah. Sedang kan Rina, ia dengan cepat membenar kan jilbab nya agar segera turun dan makan malam bersama.


"Fir, kamu turun sendiri nak. Mana Rina gak turun bersama kamu." kata bunda.


"Bentar lagi turun bunda, Rina lagi benar kan jilbab nya dulu baru turun." kata Firdaus.


"Oh,,, ya sudah kalau begitu. Sini kamu duduk dulu." kata bunda lagi.


"Baru turun kamu Rin, kok gak barengan sama suami kamu sih." kata bunda.


"Lagi bener kan jilbab dulu bun, baru turun nya." kata nya dengan suara pelan.

__ADS_1


"Sudah lah Wulan, kamu jangan terlalu keras pada menantu ku. Dia butuh waktu untuk menyesuai kan diri." kata umi nya Firdaus.


"Jangan terlalu memanja kan menantu mu Fitri. Nanti dia jadi anak manja lho." kata bunda nya.


Memang bunda nya adalah wanita yang lumayan keras saat mendidik nya. Maka nya, dia akan lebih takut jika bunda nya marah dari pada ayah nya yang marah.


"Sudah lah nak, jangan terlalu di tanggapi apa yang bunda mu kata kan. Sekarang kamu adalah menantu ku. Ayo duduk sini di samping suami mu." kata umi lagi


Dalam hati Rina, dia bersyukur punya mertua seperti umi nya Firdaus. Pantas saja Firdaus lemah lembut. Karna orang tua nya jyga lemah lembut.


"Rina, kamu kok masih mematung di sana. Ayo sini, layani suami mu makan." kata bunda membuyar kan lamunan nya.


"Baik.... Baik bunda." kata nya gelagapan.


Ia pun berjalan menghampiri meja makan. Dan kemudian ayah dan abi juga datang untuk makan. Dia di ajari bunda nya bagai mana cara melayani suami makan sejak lama. Jadu nya masalah ini dia tak perlu cemas. Karna setiap makan bunda nya pasti menunjuk kan cara melayani ayah nya dengan baik.

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Maaf kan aku, jika terdapat banyak kata yang tidak kalian sukai. Maklum kan lah, aku itu kadang nulis nya agak lama. Karna, untuk nyambung dengan apa yang kau pikir kan itu lumayan lama lah. Dan tidak lupa terima kasih banyak.


__ADS_2