Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Ikut pulang


__ADS_3

Setelah istirahat sehari penuh, Firdaus sekarang sudah kembali sehat seperti biasa nya. Ia sudah tidak lemah lagi, ia sudah pulih seperti biasa nya.


Dan hari besok pagi, mereka akan pulang kepondok pesantren milik ayah Firdaus. Yang letak nya lumayan jauh.


Karna pondok pesantren itu, letak nya agak di pedesaan. Di sana sangat indah, dulu nya keluarga Rina selalu datang kesana untuk berkunjung.


"Barang-barang mu sudah di beres kan semua nya nak." tanya bunda pada Rina yang sedang melamun di kamar nya.


"Eh,,, bunda. Kapan masuk bun." tanya nya tanpa menjawab apa yang bunda nya tanya kan.


"Baru aja, kamu ini melamun ya. Apa yang bunda tanya bukan nya di jawab malah bertanya balik." kata bunda.


"Maaf bunda, gak dengar. Emang bunda tanya aku apa tadi." kata Rina.


"Bunda tanya pada mu, apa kah barang-barang mu sudah kamu beres kan. Karna kan besok kalian pagi lagi berangkat nya." kata bunda.


"Udah bunda, aku udah selesai beres kan barang-barang ku." kata nya terlihat sedih.


"Jangan sedih gitu dong Rin, kamu kan bisa pulang kesini kapan kamu kangen bunda kan." kata bunda.

__ADS_1


"Gak sedih kok bund, apa kah bunda akan baik-baik aja di rumah tanpa ada yang bantuin." kata Rina.


"Bunda baik-baik aja nak, kamu jadi istri yang baik nanti ya. Jangan bikin bunda kecewa". Kata bunda.


Sebenar nya ia juga sedih untuk melepas kan anak nya pergi dari rumah. Karna walau bagai mana pun, yang nama nya ibu pasti akan merasa kehilangan anak nya. Walau pun sekejam apa pun ibu itu.


"Apa kah bunda tidak ingin mencari pembantu bund, agar bunda bisa di bantu kerja nya di rumah." kata Rina.


"Nanti bunda pikir kan lagi saran kamu ya." kata bunda.


"Rina harap bunda mau cari ya bun, karna bunda juga gak di rumah kan. Bunda juga sibuk dengan kerjaan bunda. Mau ya bund, biar aku tenang tinggal kan bunda." kata Rina memujuk bunda nya.


Ibu dan anak itu pun saling berpelukan. Bagi Rina, bunda nya memang agak keras. Tapi bunda nya adalah bunda yang terhebat bagi nya.


Besok nya, mereka telah siap-siap di depan pintu rumah. Bunda dan ayah menagntar mereka sampai di mobil.


"Firdaus, ayah titip istri mu ya nak. Jaga ia dengan baik, ajari dia jika ia salah. Karna, walau bagai mana pun istri mu harus kamu ingat kan." kata ayah.


"Iya yah, aku akan menjaga nya. Seperti ayah menjaga nya waktu ia kecil sampai jadi istri ku saat ini." kata Firdaus.

__ADS_1


"Ayah percaya kan tangung jawab ayah ini pada mu sekarang. Tangung jawab yang ayah jaga belasan tahun ini sekarang ayah pindah kan pada mu ya nak." kata ayah.


Terlihat suasana haru di sana, Rina tidak tahan untuk tetap membendung air mata nya. Walau pun selama ini ia sudah biasa pergi dari rumah. Karna ia juga pernah mondok di pondok pesantren. Tapi tidak sama untuk kami ini kan.


"Rina, jadi istri yang baik ya. Jangan kecewa kan ayah dan bunda. Kamu anak kami satu-satu nya." kata ayah pada nya.


Bukan nya menjawab, Rina malah memeluk ayah nya dengan erat. Beberapa saat lama nya ia masih memeluk ayah nya.


"Sudah lah,,, jangan menagis. Kamu bukan anak kecil lagi nak." kata ayah.


Bunda juga tidak bisa menahan air mata nya. Melepas kan anak nya pergi sebagai istri orang, rasa nya sangat berbeda saat melepas kan anak nya untuk pergi belajar di pondok.


Setelah beberapa saat lama nya. Bunda dan ayah melepas kan pelukan anak nya. Furdaus pun bersalaman dengan mertua nya itu.


"Ayah bunda kami pamit dulu ya, aku pasti akan membawa Rina pulang kesini lagi. Jika aku tidak punya pekerjaan di pondok ya bun." kata Firdaus.


Akhir nya, Firdaus dan Rina pun naik mobil nya. Mereka berangkat menuju pesantren tempat tinggal Firdaus.


Ayah dan bunda melihat mereka sampai mobil menghilang di persimpangan.

__ADS_1


__ADS_2