Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Ungkapan hati


__ADS_3

Setelah kunjungan Rahmah dan Rahmat kemarin. Sekarang ayah dan bunda juga pulang. Karna ayah dan bunda punya tangung jawab di tempat mereka bekerja.


Sayang nya, Rina masih belum bisa ikut pulang. Karna suami nya juga punya tangung jawab di tempat ia mengajar.


Karna di sudah lama tidak masuk kekelas nya untuk mengajar santri nya. Karna, ia menjaga istri nya yang sedang sakit itu.


Maka nya, ia tidak bisa lagi meninggal kan kelas nya untuk pulang kerumah mertua nya. Dan ia tidak akan melepas kan istri nya pulang bersama mertua nya.


Karna terauma saat istri nya sakit terus saja ia rasa kan. Maka nya, istri nya tidak di izin kan keluar rumah sendiri. Jangan kan sendiri, bersama Dorin saja ia tidak izin kan.


Kata nya ini demi kebaikan istri nya, jangan sampai istri nya kenapa-napa lagi. Ia tak mahu, terulang kembali apa yang telah istri nya rasa kan.


Tadi pagi ayah dan bunda pamit pulang. Karna anak mereka sudah baikan. Dan sudah bisa melaku kan aktifitas seperti biasa nya. Hanya saja, Firdaus tidak mengizin kan istri nya melaku pekerjaan istri nya. Bahkan nyuci baju saja dia belum izin kan.


Dari kemaren, Rina mengeluh ingin keluar rumah. Karna ia merasa bosan berada di dalam rumah tidak melaku kan pekerjaan apa pun. Ia ingin pergi ketaman bersama Dorin. Sayang nya Firdaus tidak mengizin kan ia pergi. Kata nya jika pergi harus bersama nya saja.


Setelah sholat ashar, Firdaus mengajak istri nya untuk keluar. Karna Rina merasa suntuk di rumah. Firdaus mengajak nya kesungai kaca untuk melepas jenuh.

__ADS_1


Mereka berangkat berdua, menuju sungai kaca yang indah dan nyaman.


Sesampai nya di sana, Firdaus meminpin istri nya untuk duduk di batu yang biasa ia duduki. Ia memimpin istri nya dengan sangat hati-hati.


"Mas... Gak perlu takut. Aku gak akan jatuh kesana. Kamu terlalu cemas pada ku." kata Rina.


"Lebih baik kita berhati-hati sebelum terjadi sayang, dari pada setelah terjadi kita menyesal." kata Firdaus.


Rina hanya bisa menuruti apa yang suami nya kata kan. Karna dia juga tahu, suami nya berubah jadi terlalu posesif seperti itu karna tidur panjang nya kemarin.


"Apa yang ingin kamu tau dari aku mas. Tanya kan saja, apa yang menjadi pertanyaan di hati mu." kata Rina.


"Bisa kah aku tahu, siapa orang yang akan kamu beri kan hati mu." kata Firdaus.


Seketika wajah Rina berubah panik, setelah mendengar suami nya tiba-tiba menyingung hal itu pada nya.


"Kata kan saja istri ku. Aku siap mendengar apa yang akan kamu kata kan." kata nya lagi.

__ADS_1


"Baik lah mas, akan aku kata kan. Dulu aku pernah jatuh di sungai. Dan aku di selamat kan oleh anak laki-laki. Pada saat itu lah, aku berjanji pada ku sendiri mas. Jika aku akan memberi kan hati ku oada anak itu." kata Rina.


"Bagai mana kamu akan memberi kan hati mu pada nya, sedang kan kamu sudah menjadi istri ku." kata Firdaus.


"Aku akan memberi kan hati ku sebagai saudara. Karna sekarang aku sudah punya suami. Bearti allah tidak ingin aku memberi kan hati ku sebagai kekasih." kata nya menjelas kan.


"Lalu, apa kah kamu punya rasa cinta pada ku saat ini istri ku." kata Firdaus.


"Kenapa kamu harus menanya kan hal itu mas. Kamu tidak perlu menanya kan nya. Hanya cukup rasa kan. Apa kah aku punya rasa atau tidak pada mu." kata Rina.


"Tapi aku ingin tahu, ingin mendengar kan sendiri apa yang kamu kata kan." kata Firdaus.


"Baik lah, jika kamu memaksa aku untuk mengata kan nya. Jika aku tidak jatuh cinta pada suami ku. Itu kata yang mustahil yang ada dalam hati ku. Dari sisi mana aku tidak bisa jatuh cinta pada mu mas." kata Rina.


"Berarti kamu juga punya rasa cinta pada ku Rina. Apa kah itu benar, apa kah yang kamu kata kan itu benar." kata Firdaus sangat bahagia.


"Iya,,, aku jatuh cinta pada suami ku. Sejak aku pertama kali melihat nya terlelap saat ia tidur. Dan saat ia sakit,,, aku juga ikut sakit rasa nya. Karna aku sangat sayang dia." kata Rina.

__ADS_1


__ADS_2