Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
Rencana abi


__ADS_3

Selesai makan malam dengan keluarga. Mereka para lelaki pun meninggal kan meja makan. Meninggal kan para wanita nya di meja makan untuk beberes meja dan sisa-sisa makanan yang ada.


Para lelaki sudah duduk manis di ruang keluarga, ketika istri-istri mereka baru selesai memberes kan meja makan.


Umi duduk di samping abi, bunda duduk di samping ayah. Dan Rina masih berdiri di tempat nya.


"Kamu tunggu apa lagi Rin, kok masih berdiri aja." kata bunda menegur nya.


"Iya bund, mau duduk ini." kata nya sambil ragu-ragu.


Firdaus tersenyum melihat tingkah istri nya yang lucu dan bikin gemes. Masa hanya karna duduk bersama harus di perintah dulu sama bunda. Kapan bisa melaku kan nya dengan kemauan sendiri. Kata nya dalam hati.


"Kamu kenapa Fir, senyum-senyum sendiri. Ada yang lucu." kata abi dari tadi melihat anak nya ini tersenyum sendiri.


"Eh,,, gak papa kok bi. Cuma ada yang bikin hati ingin senyum saja." kata nya sambil melihat kearah istri nya yang masih tertunduk.


Mereka pun sibuk dengan obrolan nya masing-masing. Yang jarang bicara itu Firdaus, sedang kan yang tak sepatah kata pun keluar dari mulut itu Rina. Ia hanya jadi pendengar apa yang orang tua nya itu bicara kan.


"Fir, umi dan abi berencana pulang nya besok pagi. Sedang kan kamu dan istri mu pulang nya tiga hari lagi." kata abi menjelas kan rencana nya.


"Kenapa gak bareng aja bi pulang nya." kata Firdaus.

__ADS_1


"Gak bisa pulang bareng lah Fir, pondok kita gak ada yang ngurus dalam beberapa hari ini. Abi khawatir jika meninggal kan nya lama-lama." kata abi.


"Kalau gitu, Fir juga ikut pulang bareng abi aja gimana." tanya Firdaus.


"Gak bisa dong Fir, masa kamu dan Rina pulang nya secepat itu. Kalian kan masih pengantin baru, masa mau ninggalin rumah ini secepat nya". Kata ayah ikut bicara.


"Tuh kan gak di boleh kan sama mertua mu. Kamu harus tinggal beberala hari lagi di sini." kata umi nya.


Rina sebenar nya kaget mendengar apa yang mereka kata kan. Jika ia harus pindah kepondok pesantren dalam tiga hari lagi. Tapi ia tidak mau menunjuk kan nya. Karna ia takut, bunda akan marah pada nya jika banyak bicara yang tidak bermanfaat. Lagian kan bunda nya juga sudah membicara kan masalah ini di dapur tadi, agar ia tidak menunjuk kan wajah kaget nya.


"Bagai mana Rina, apa kah kamu tidak keberatan tiga hari lagi ikut Firdaus kepondok pesantren." kata abi bertanya pada nya. Karna dari tadi ia hanya diam saja.


Dia menatap wajah ayah dan bunda nya, karna sebelum menikah juga bunda sudah bilang pada nya. Jika istri itu akan ikut suami nya.


"Bagus dong jika begitu, pasti nya kamu akan senang nanti nya tinggal di pondok kan." kata abi.


"Iya,,, dulu tinggal di pondok sebagai murid. Sedang kan sekarang sebagai istri ustadz. Ini jelas beda kan rasa nya." kata ayah ikut bicara.


"Ya jelas beda lah". Kata bunda.


Mereka terus bicara masalah rencana abi dan sebagai nya.

__ADS_1


"Abi umi, ayah bunda. Sebaik nya kamu naik keatas dulu deh. Karna aku ingin istirahat dulu. Gak papa kan". Kata Firdaus meminta izin pada orang tua nya.


Dia melihat Rina sangat tidak nyaman berada di sana. Ia tahu Rina tidak setuju untuk ikut dengan nya.


"Pengantin baru, hampir lupa ayah nak. Maaf ya. Kalian silakan naik duluan aja." kata ayah sambil tersenyum.


"Ayo Rin, naik keatas istirahat dulu." kata nya pada istri nya itu.


"Bunda ayah, umi abi. Aku naik dulu ya." kata Rina.


"Iya,,, gak papa. Kalian duluan ya nak." kata abi menjawab..


Mereka berdua pun naik keatasa menuju kamar mereka yang letak nya di atas itu.


Sesampai nya di kamar, Rina terlihat sedih. Ia tak memperduli kan apa yang orang tua dan mertua nya fikir kan. Ia hanya ingin menumpah kan kesedihan nya yang ia tahan dari tadi.


Ia masuk kamar mandi, tanpa sepatah kata pun ia ucap kan pada suami nya. Firdaus pun melihat istri nya ini. Ia merasa bersalah dengan apa yang istri nya rasa kan.


Ia pun mengetuk pintu kamar mandi sambil memangil nama istri nya.


"Rin.... Kamu gak papa kan. Buka dong pintu nya, bicara sama aku." kata nya dari luar kanar mandi.

__ADS_1


Berkali-kali ia memangil nama istri nya itu. Dan pada akhir nya, Rina keluar juga dengan mata yang sembab.


__ADS_2