Jodoh Dari Allah

Jodoh Dari Allah
JDA 70


__ADS_3

Pagi pagi sekali Raditya maupun Nara sama sama sibuk untuk bersiap siap, hari ini adalah peresmian pembukaan pesantren milik Athar yang selama hampir sepuluh bulan di bangun. Saking mewahnya pesantren itu sampai membutuhkan waktu yang lama untuk berdiri dengan sempurna.


Kini umur Athar sudah memasuki bulan kelima, seharusnya pesantren itu di resmikan ketika Athar baru lahir, namun saat itu Raditya berpikir karena tidak mungkin harus membawa Athar yang masih baru lahir dalam perjalanan yang lumayan jauh terlebih lagi ia juga kasihan kepada Nara yang mungkin sudah masih sangat lemah karena baru melahirkan.


"Pakai bajunya yang couple aja mas yang waktu itu mas beli"


"Yang mana sayang?" tanya Raditya.


"Yang itu loh yang warna coklat, yang aku gamis dengan khimar dan cadar terus yang mas Raditya thobes, kalo Athar baju koko" jelas Nara.


"Iya sayang, kita pake itu" ucap Raditya.


"Maaf ya, coba kamu pakaikan Athar baju dulu, aku juga mau pakai gamis. Ini pasti Umi sama Abi udah nungguin kita" omel Nara sembari memakai gamisnya.


Raditya yang sudah memakai Thobesnya kali ini memakaikan Athar baju koko. Dengan telaten Raditya memakaikan Athar baju walau bayi itu tidak bisa diam, satu menit lamanya akhirnya Raditya selesai dan membawa anak itu bermain sebentar sembari menunggu Nara.


"Sudah sayang?" tanya Raditya.


"Sebentar mas, lagi rapihin cadarnya" jawab Nara, Raditya menunggu dengan pasrah saja. Beginilah ketika perempuan jika dandan untuk berpergian pasti selalu lama, "Nah udah mas" tambah Nara.


"Yaudah ayo, saya yang gendong Athar ya?" Nara mengangguk petanda iya.


Akhirnya mereka berjalan keluar kamar dan menghampiri Umi Elvi serta Abi Sanjaya yang yang sudah stay di ruang tamu, ternyata di sana sudah ada Ghea, Reza, Rio dan Anisa yang juga akan ikut serta dalam hal peresmian pesantren milik Athar.


"Lho? Kalian kapan datangnya?"


"Dari tadi kali Ra, kamu lama banget di kamar habis ngapain?" jawab Rio sekaligus bertanya.


"Aku habis siap siap kak, kan sekarang ada Athar jadi lama urusin Athar dulu"


"Iya deh iya"


"Athar sini sama tante yuk" ucap Anisa merentangkan tangannya untuk membawa Athar kedalam gendongannya. Raditya memberikan Athar terlebih dahulu kepada Nara untuk di berikan kepada Anisa.

__ADS_1


"Bisa berangkat sekarang? Ini sudah siang soalnya" usul Reza dan akhirnya mereka semua mengangguk.


"Iya ayo, gak papa Radit Athar biar sama kita" ucap Rio. Raditya mengangguk dengan senang hati tidak apa apa toh Athar sudah sangat dekat dengan Anisa.


°°°°°°°°°°


"Assalamualaikum" ucap Raditya dan semuanya ketika mereka sudah berada di area pesantren.


"Waalaikumussalam" jawab pak Danang, Faisal, Hari, Ustadz, dan Ustadzah yang nantinya juga akan mengajar di pesantren ini. Tak hanya Ustadz dan Ustadzah, di sana juga terdapat banyaknya anak yatim dan warga warga sekitar.


"Wahh maa syaa Allah, ini ya pemilik pesantren Al-Athar? Gemes banget" ucap salah satu Ustadzah yang bernama Hafsah dengan menoel noel pipi Athar yang sudah berada di gendongan Nara.


Nara tersenyum hangat ke arah Ustadzah Hafsah, "Terima kasih Ustadzah" jawab Nara mewakilkan Athar.


"Sayang, saya, Abi, Ayah sama Bang Rio kesana dulu ya? Kamu sama Umi, Bunda dan kak Anisa di sini bersama Ustadzah lainnya" ucap Raditya sambil menunjuk sekumpulan laki laki bersorban dan berpeci, bisa di ketahui itu adalah kiyai dan ustadz ustadz yang Raditya dan Abi Sanjaya undang.


"Iya mas" jawab Nara.


"Pak Raditya beruntung ya memiliki istri seperti bu Nara ini, udah cantik, sholehah bercadar lagi. Maa syaa Allah" ucap ustadzah Vina.


Nara tersenyum kecil menanggapinya, "Salah besar ustadzah, sebenarnya saya lah yang beruntung bisa memiliki suami seperti mas Raditya, dia senantiasa sabar dengan sikap saya dan selalu menuruti apa kemauan saya selagi saya hamil"


"Athar sama tahte dulu sini" ucap Anisa mengambil alih Athar lagi, Nara pun memberikannya.


"Intinya kalian berdua sangat beruntung memiliki satu sama lain, toh pqk Raditya orangnya sholeh dan buk Nara sholeheh klop deh pokonya"


"Terima kasih Ustadzah"


"Maaf saya bertanya, sebelumnya apa bu Nara sudah megenakan cadar sebelum bertemu oak Raditya?"


"Kebetulan enggak, suami saya lah yang membimbing saya sampai saya berpakaian seperti ini" jawab Nara.


"Sayang..." panggil Raditya, Nara menoleh mendapati Raditya yang berjalan mendekat ke arahnya, "Acaranya sudah mau mulai" tambahnya.

__ADS_1


"Maaf ustadzah saya harus pergi dulu" ucap Nara sopan.


"Iya tidak apa apa"


"Mari semuanya" ucap Raditya, Nara mengambil Athar dari gendongan Anisa lalu ikut bersama Raditya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Raditya yang memulai acara.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab semuanya.


"Pertama tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah Subhana huwata'ala atas karunia-Nya sehingga saya dapat berdiri di sini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua yang bersedia datang ke acara pembukaan pesantren Al-Athar ini termasuk kepada pegawai pegawai yang sudah membangun pesantren ini, karena tanpa kalian semua pesantren ini tidak mungkin bisa berdiri semegah dan secantik ini. Kemudian terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang mungkin kedepannya akan ikut serta menjadi bagian keluarga besar Al-Athar, kepada kedua orang tua saya, kedua mertua saya dan yang paling terpenting kepada istri saya, yang sudah bersedia menemani dan mendukung saya" Raditya merangkul Nara dengan sebelah tangannya untuk berada di dalam dekapannya.


"Dengan saya membangun pesantren ini karena saya telah berjanji kepada Allah jikalau saya mempunyai anak pertama, maka saya akan membuatkannya pesantren. Saya harap, pesantren ini bisa membantu kalian semua yang ingin lebih banyak mempelajari ilmu agama dan ingin lebih dekat bersama Allah bisa bertetap di sini.


"Sayang? ada yang mau di sampaikan gak?" bisik Raditya, Nara menggeleng kecil petanda tidak, ia pun tidak tahu harus menyampaikan apa terlebih lagi takut jika ada salah kata dalam pengucapan.


"Ya sudah mungkin segitu saja, semoga pesantren ini ramai terus hingga kedepannya dan semoga pesantren ini mendapatkan berkah dari Allah. Sekian dari saya Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"


Pak danang memberikan sebuah gunting yang sudah di hias dengan pita kepada Raditya, untuk menggunting tali yang terpasang melurus di bagian depan masjid.


Raditya menerimanya dan ia memegangkannya kepada tangan Athar, Nara juga ikut memegang gunting itu. "bismillahirrahmanirrahim" dengan bersamaan, Raditya, Nara memegang Gunting yang berada di tangan Athar dan menggunting tali itu.


Tepuk tangan begitu meriah ketika Raditya dan Nara berhasil menggunting tali itu, "Alhamdulillah" ucap Raditya dan Nara.


"Selamat ya pak" ucap ustadz Zaki.


"Terima kasih ustadz" jawab Raditya.


Setelah itu semua orang yang hadir disana tak lupa perasmanan terlebih dahulu, karena memang sebelumnya makanan sudah di sediakan oleh Raditya.


Raditya bergabung kembali bersama ustadz ustadz lainnya sedangkan Nara dan Athar gabung bersama ustadzah, terlihat di sana Athar sangat senang di ajak bermain oleh anak anak yatim yang hadir.

__ADS_1


__ADS_2