
Dorin mengajak Rina pergi bersama nya ketaman. Dia menyuruh Rina mengikuti nya dari belakang. Dia akan menjadi penunjuk jalan ketaman yang ia rawat selama ini.
"Apa kah letak taman nya jauh Dorin." kata Rina bertanya.
"Tidak terlalu jauh kakak salju. Hanya tinggal beberapa meter saja lagi." kata Dorin pada Rina.
"Baik lah Dorin, aku percaya pada mu ya." kata Rina.
Dorin terus saja nengajak Rina ngobrol, sampai akhir nya mereka sampai di taman yang sangat luas dan indah.
"Apa kah ini taman nya Dorin." kata Rina kaget.
"Iya,,, kakak salju, ini adalah taman yang aku rawat. Tapi, tidak sepenuh nya aku yang merawat taman ini. Aku di bantu umi merawat nya." kata Dorin.
"Baik lah, tapi ini indah sekali Dorin." kata nya memuji.
"Benar kah ini indah kakak salju. Benar kah ini indah," kata nya bertanya dengan sangat bahagia.
Rina menganguk sambil tersenyum, lalu ia dan Dorin memasuki taman itu bersama.
__ADS_1
Telah beberapa saat mereka di sana, mereka saling bercerita. Tiba-tiba Rina ingat dengan taman nya Rahmat.
Rahmat akan mengajak nya datang kekebun nya jika ia ingin pergi. Rahmat selalu membawa kan bibit bunga yang menurut nya Rina sukai, dia dan Rahmat akan menghabis kan banya waktu nya di kebun milik Rahmat.
Saat indah, waktu bersama Rahmat. Menanam tanaman dan membersih kan nya. Apa kah saat itu bisa di ulang kembali. Karna saat ini, sungguh tak mungkin untuk nya bermain di kebun Rahmat.
"Kakak salju, kenapa kamu termenung dan menangis. Ada yang sakit kah," kata Dorin ketika melihat air jatuh di pipi Rina.
Rina kaget dengan apa yang Dorin kata kan. Ia menyeka air mata nya yang tumpah dengan cepat. Dan mencoba tersenyum pada Dorin.
"Tidak ada yang sakit Dorin, hanya saja aku sedang nerindu kan sesuatu. Maka nya air mata ku tumpah dengan sendiri nya." kata Rina.
"Kakak salju, apa kah kamu lapar sekarang." kata Dorin pada Rina.
"Tidak Dorin, aku masih kenyang. Memang nya kamu lapar ya." kata Rina kembali bertanya.
"Aku juga tidak kakak salju, tapi aku juga membawa bekal untuk kita jika kakak salju merasa lapar." kata nya.
"Apa kah kakak salju tidak ingin pulang kakak salju. Mungkin kakak Firdaus sedang menunggu mu." kata nya.
__ADS_1
"Firdaus tidak mungkin menunggu ku Dorin. Dia mana ingat dengan aku jika sudah berada di sekolah dan bersama dengan gadis yang bernama Ayunda itu." kata Rina dengan kesal.
Tanpa Rina sadari, orang yang ia bicara ternyata ada di sana. Dia sudah dari tadi datang. Hanya saja ia tidak menyapa mereka
"Siapa bilang aku tidak ingat dengan mu jika sudah di sekolah." kata Firdaus ketika mendengar apa yang istri nya kata kan.
"Mas.... Kapan kamu datang. Kenapa tiba-tiba ada di sini." kata Rina sangat kaget. Karna ia tak menyangka apa yang ia kata kan ini di dengar langsung oleh suami nya.
"Aku baru datang, karna kamu tidak pulang kerumah saat jam makan siang. Jadi nya aku langsung memutus kan menyusul mu ketaman." kata Firdaus sambil mendekat istri nya.
Wajah Rina pun jadi berubah memerah, karna ia tak menyangka. Jika suami nya memang telah mendengar apa yang ia kata kan pada Dorin.
"Itu kakak salju, kakak Firdaus ternyata sangat ingat dengan mu. Walau pun dia sedang bersama dengan Ayunda." kata Dorin polos.
Rina menatap Doris kesal, karna ia kecoplosan berbicara tentang hati nya yang kesal tadi.
"Aku ingat kamu Rina, karna kamu istri ku. Kenapa aku harus lupa dengan ustri ku." kata Firdaus sambil tersenyum manis.
"Jangan dengar kan apa yang Doris kata kan. Mungkim ia salah dengar apa yang aku kata kan pada nya." kata Rina.
__ADS_1
"Jangan cemas dengan apa yang Dorin kata kan. Dorin tidak mungkin salah dengar, karna aku mendengar kan hal yang sama dengan apa yang Dorin kata kan." kata Firdaus.