
"beby... apa Arsya tidak curiga kalo kita ini memang memiliki hubungan lebih dari sekedar teman
" setahuku Arsya orang nya tidak akan pernah percaya dengan orang lain,dia lebih percaya jika aku yang menjelaskan ."
awalnya Rania hanya berteman dengan Rio tapi lama lama nyaman . rasa bersalah pasti ada , namun Rania tidak lah munafik dia butuh kasih sayang dan yang pasti Rio lebih perhatian dan selalu ada di saat dia terpuruk dan di saat membutuhkan bantuan .
" kenapa? ,kamu sudah bosan ? sehingga kamu berucap seperti itu" .. tangan Rania membelai pipi sang kekasih untuk meyakinkan bahwa hubungan ini akan baik baik saja , awalnya memang hanya memanfaatkan Rania ,namun lama lama rasa sayang yang yang tulus itu timbul .
" jangan pernah tinggalkan aku beby "pinta nya .
" tidak akan ,karena kamu segalanya ," akhirnya mereka melakukan kembali pergulatan panas yang sempat tertunda .
sementara itu
Arsya terbangun dari tidurnya ... karena semenjak pulang dia langsung masuk kamar dan melupakan makan malam nya .. ia pun bergegas siap untuk turun ke bawah ingin mengajak bunda dan adiknya makan di luar .
"bunda ,,, Abang laper bun, ade libur kuliahkan ?,kita makan di luar yu
"Arsya sayang kamu kapan pulang dari cafe ?, bunda tidak liat kamu masuk ." pertanyaan bunda dengan lembut
__ADS_1
" tadi bun,maaf abang langsung masuk kamar ,sambil merangkul bundanya yang sedang duduk di sopa ,
meski hubungan dengan adiknya masih belum membaik tapi dia selalu memperlakukan adiknya dengan baik ,dia berharap suatu saat adiknya akan memaafkan nya .
" bunda panggil ade dulu ya".
" sip bun,tiba tiba terbayang kembali kilatan kejadian naas itu yang selalu mengingatkan kematian ayah dan membuat kaki adiknya lumpuh meski tidak permanen .
*******
" Denis sayang .... bunda masuk boleh ?" bunda mengetuk kamar Denis .
" bunda sama abang mau makan di luar ! , denis ikut yah .. ? kata kata halus selalu bunda keluarkan jika berbicara dengan kedua putranya ..
" Dengan mata terpejam ingin rasanya dia menolak ,namun merasa tidak tega jika bunda nya kecewa . kali ini dia harus mengesampingkan egonya demi bunda tercintanya . dia selalu baik kepada bunda nya .namun tidak kepada kakak nya .
masih teringat jelas kejadian kecelakaan itu terjadi di saat Arsya berkendara .
sehingga ayah dan dia menjadi korban nya .. karena kejadian itu Denis mengalami kelumpuhan ,sedangkan ayahnya meninggal dunia.mungkin kata maaf itu tidaka akan pernah terjadi.
__ADS_1
Entah sampai kapan dia akan membenci kakak nya.meski Arsya tidak pernah marah jika Denis selalu menyalahkan nya .
bahkan kebaikan kakaknya tidak pernah dia anggap sedikitpun , karena kesalahan kakaknya itu sudah fatal sulit untuk di maafkan .
" baik bun "hanya itu kata kata Denis
bunda sebenarnya paham dan tau isi hati Denis ingin menolak nya .
bunda rindu suasana rumah yang ramai dengan canda tawa kedua putranya dulu .. mereka selalu kompak jika bermain catur .dimana Denis selalu kalah dan selalu di bela di depan papahnya jika dia curang ,.... sehingga papahnya selalu meminta pembelaan juga kepada bunda .. . namun entah kapan itu terjadi lagi .
" bun gak sebaiknya kita makan nya di rumah saja gimana?".ucapnya pelan
" sekali ini saja .. nak , bunda mohon sekali ini saja ,mohon nya sang bunda .
membuat Denis terpaksa menurutinya .merasa tidak tega melihat air mata sang bunda .
bersambung
jangan lupa like dan vote .. di tunggu komen nya harap di maklum karya author
__ADS_1