Jodoh Terindah

Jodoh Terindah
episod 61


__ADS_3

Tidak terasa seminggu telah mereka lewati di kampung ini , sisi dan Ar menempati kamar yang paling luas , ternyata kang sholeh membuat kamar utama menjadi luas ,agar si kembar bisa tidur nyaman dan tidak sumpek ,mamah shopi yang tidur di kamar yang dulu pernah ditempati tak ada yang di rubah ,sedangkan bu dijah dan kang sholeh menempati samping rumah Sisi yang menghadap taman bermain ,meski ruangan itu sederhana namun semua barang barang bu dijah tersusun rapi ,mereka sengaja mengosongkan kedua kamar yang akan mereka jadikan kamar tamu .


suara kicauan burung membuat sisi dan Ar membuka kedua matanya ,dan melihat kedua malaikatnya masih lelap dalam tidurnya .


" uuuh gemesnya , apalagi bundanya yang ini ,jadi pengen cium " ucapnya pada Sisi yang masih mengumpulkan nyawanya .


" mas pagi pagi udah gombal ,ayo sholat subuh nya udah kesiangan ni " ucapnya seraya turun dan pergi membersihkan diri terlebih dahulu .


" sayang kita mandi berdua yah ," pintanya


" ayo ,siapa takut tapi jangan macam macam " ancamnya .


" ok sayang nya mas " sebelum masuk kamar mandi Ar meletakan bantal bantal di samping kedua anaknya nyaman ,meski masih bayi namun Ar harus tetap hati hati .


"ayah mandi dulu yah, kalian jangan bangun dulu ya" bisik nya .


setelah drama di kamar mandi Ar terlihat segar dan fresh karena meski hanya mandi Ar begitu bahagia bisa di layani oleh Sisi.


" mas kita sholatnya kesiangan gak papa ni"


" insyaAllah tidak apa ,nie baru jam setengah enam sayang masih bisa " jelasnya .


*


*


*


Dion yang belum mengetahui kejadian Antara Ar dan Denis karena beberapa hari pergi ke cafe cabang ,hanya bersikap biasa saja ,pikirnya Ar susah di hubungi karena sibuk mengurus perusahaan sang istri .


"bos kecil ,ko tumben yah tuan bos jarang ke cafe yah biasanya ada sesekali berkunjung " ucap Dion santai namun membuat Denis kesal .


Brakkk


suara gebrakan meja yang mengagetkan Dion dari sikap santainya .


" bisa gak jangan sebut nama dia lagi, Arsya bukan bos lagi di sini " bentak Denis.


" ma,,,maksudnya "


" karena dia bukan pemilik cafe ini lagi ,sebaiknya kamu keluar dari ruangan ku " titah Denis dengan suara dingin.

__ADS_1


"tapi_.. ucapan Dion terhenti saat seseorang mengunjungi ruangan nya


" kenapa kamu sekarang berubah Den,apa salah tuan bos " tanyanya penasaran .


" cukup Dion ,jangan ikut campur ,bagaimanapun kamu pasti mau bela bos mu itukan " kata kata bunda membuat hati Dion semakin yakin jika diantara mereka sedang tidak baik baik saja pikirnya .


"baik pak ,bu" kini Dion menjawab dengan bahasa formal .


*


*


*


" sayang anak anak kayanya bahagia banget ya, sayang boleh mas memelukmu " ucap Ar semakin manja .


" malu ,ini di depan mas nanti da yang lewat gimana? " cegah Sisi saat Ar mulai mendekat .


" sebentar saja , " bujuknya


" ok sini,tapi cukup peluka aja ok ,awas kalo macam macam " ancamnya.


sejenak mereka berpelukan membuat keduanya melupakan niat dan tujuan ny


" stop ,anak mantu malah asik asikkan pacaran ,ini si kembar pengen ikutan " teriaknya mamah sisi membuat keduanya jadi keki .


" maaf mah " ucap keduanya kompak .


" ayo mas kita ke taman ," ajak Sisi .


baru saja Ar mau mengikuti Sisi hp dalam saku nya bergetar .


" halo , selamat siang juga "


"...


" serius pak ,terima kasih banyak pak "


"......


" baik pak ,ok sekali lagi makasih banyak " Ar mengakhiri percakapan nya "

__ADS_1


" mas ,siapa yang nelpon " tanya sisi penasaran .


" tadi dari pak Adrian "


" siapa"


" dia yang mau membantu perusahaan kamu sayang "


" Alhmdulillah mas ,akhirnya da juga yang mau bantu perusahaan papah ya" ucap sisi senang .


" kalian pasti bisa ,kalian pantas bahagia lagi ,ini rezeki anak anak kalian sayang " ucap mamah sisi yang sudah mengetahui maksud Ar .


" ini juga berkat doa mamah ko " sela Ar


" anak anak lagi nagapain sih ,sini sama ayah " Ar mendekati kedua beby yang,seakan tau kabar orang tuanya .


" senyum senyum terus seneng yah " ucap sisi saat mencium kedua pipi gemul zurra .


" mamah ke dalem dulu yah mau bantuin bu dijah masak " pamit mamah saat kedua cucunya sudah da yang menjaga .


" ok mah " saut sisi .


*


*


*


" bunda ..."


" apa win, udah makan belum" tanya bunda sedikit khawatir .


" sudah bun,bun winda mau tanya kira kira sisi dan abang pergi kemana ya, sudah Satu minggu tampak rumah nya kosong " tanya sisi yang memang tidak mengetahui perkara pertengkaran itu .


deg


bersambung .


jangan lupa dulungan nya .


like

__ADS_1


vote


komen


__ADS_2