
Sisi yang baru saja sampai di apartemen nya ,dia melihat suami nya yang sedang menunggunya ,dengan tangan yang di masukkan di saku celana nya .terus menatap istrinya yang sedang berjalan dengan sedikit terpincang-pincang .
seketika itu Ar langsung menghampiri ,tadinya dia mau marah tapi dia begitu sesak melihat istrinya terluka .
" sayang kamu kenapa? , kamu dari mana saja aku khawatir sayang . dan ini kenapa ?" pertanyaan Ar membuat Sisi mendengus kesal .
" lepas . jangan sentuh aku , sana ngobrol aja sam si melda aja ,gak usah pedulikan aku . " kesal sisi
" kamu kenpa sayang , aku gak ngerti kamu ko bicara begitu " tanyanya santai .
" cukup , aku gak butuh penjelasan mu lagi . aku cape mau istirahat " sentaknya .
sisi meninggalkan suaminya yang masih mencerna kata kata sang istri.
"sebaiknya aku tidur aja . mana sakit banget si ini kaki " gumamnya meringis gak karuan .
" sayang kamu tadi dari mana ,ini kaki kamu kenpa ?" tanyanya lagi masih bingung kenapa istrinya pulang pulang terluka .
" aku hampir saja di tabrak orang dan untungnya Dika nolongin aku, tapi kaki nya malah kena aspal juga . udah ah kamu ngapain tanya tanya , toh kamu juga gak peduli aku kemana tadi , udah awas aku mau tidur " usirnya .
"aduuuh.... aah sakit banget , keluh sisi saat meluruskan posisi kakinya.membuat Ar panik dan langsung mendekati sisi.
" sayang "Ar memeluk Sisi .
"maafkan mas , mas gak tau sayng maaf tadi mas gak liat kamu pergi " ungkpnya .
" sudah jagan sering minta maaf ,sebaik nya kamu tidur ,besok tolong antarkan aku ke rumah mamah" .
" sayang kenapa harus ke rumah mamah ? "tak ada jawaban sepertinya Sisi sudah tidur .
Cup
" mimpi indah yah sayng ,maafin aku ngecewain kamu yah ,ucapnya pelan . Ar pun hendak berbaring karena seharian dia mencari Sisi ,rasa lelah pun datang .
dret dert ..
"siapa malam malam telpon . "
"hallo ...o begitu baik melda aku simpan no nya .
*
*
keesokan harinya Sisi terbangun lebih pagi karena dia sudah gak mau lama lama di pelukan Ar . membuat hatinya begitu sakit jika ingat masalah kemarin .
setelah membersihan diri ,Sisi ingin menyiapkan sarpan yang menurutnya gampang ,meski masih terasa sakit Sisi ingin melakukan tugas istri yang seseungguhnya .
" Sayang " pelukan dari belakang membuat sisi kaget,
"kamu lagi apa sih pagi pagi ko udah di dapur " Sisi cuek dan tak mau bicara apa apa . dia masih kesel .
"hay liat aku , Ar membalikan badan sang istri , dia paham Sepertinya Sisi masih marah .
" maafkan mas sayang ,mas gak tau kalo kamu pergi "ucapnya lembut .
" gimana mau tau kalo cewe yang ngajak ngobrol " Sisi melepaskan tangan Ar.
" kamu cemburu sama melda ?senyuman Ar membuat Sisi makin kesal
" cemburu ... pikir aja sendiri Sisi beranjak ke kamar"dan Ar mengejarnya ,kali ini Ar gak mau kesalahan pahaman ini berlarut larut .
Ar yang melihat Sisi menangis ,membuat sesak di hatinya .
" sayang denger mas , mas janji gak bakalan dekat - dekat lagi sama melda . mas janji kalo perlu mas gak bakalan deket sama semua cewe terkecuali sama bunda dan mamah ayo sayang maafin mas" bujuknya pada sang istri .
" mas sudah sering janji , aku gak butuh janji ,masih diposisi tengkurep ,mas gak bisa gak pernah ngehargai aku".ucapnya kesal .
__ADS_1
" maafkan mas ya ?,Ar mencoba membalikan tubuh sisi , mas sayang kamu ,mas cinta kamu gak mungkin mas suka sama melda". ungkapan hati Ar membuat Sisi luluh dan mencoba memberikan kesempatan padanya .
" aku percaya sama mas ,cuman aku gak percaya sama melda" dengan bibir yang sedikit maju .
" hemmmm kamu beneran cemburu kan,hayo ngaku ?" ledek Ar
" pikir aja sendiri , aku tuh gak suka kalo di cuekin ". jwabnya kesal .
" ysudah kita sarapan aja ya ".titahnya mengakhiri perdebatan nya
" o iyah tadi aku bikin Nasi goreng kamu mau cobain ?tawarnya .
"serius,kamu yang masak ,.
" kenapa ,gak percaya lagi? ,aku itu kalo cuman masak nasi goreng bisa lah mas " jwabanya yakin .
setelah perdebatan panjang Sisi dan Ar kini mereka telah selesai , dan sekarang mereka pergi ke rumah mamah .dan mampir ke cafe hanya mengecek barang barang yang Sudah datang .
setiba di cafe , mereka mendapatkan ucapan selamat dari para pegawai , mereka ikut bahagia melihat sang bos bahagia.
"baiklah Doni siapkan makan siang saya ,dan istri saya".titahnya pada Sang bos .
" baik tuan bos ,laksanakan". jawabnya antusias .
*
*
*
" denis gue mau tanya ,bang Ar suka makanan apa si ,? pertanyaan Melda membuat Denis mengerutkan keningnya .
"ada urusan apa lo nanyain soal abang gue , perasaan yang jadi bininya bukan lo tapi ka Sisi , gak usah repot repot , masakin ,gak baik ganggu hubungan orang " .peringatan nya pada sahabat barunya ini .
Denis terlihat tidak suka jika rumah tangga abang nya ada orang ketiga . meski melda baik tapi dia tetep harus di waspadai .
" melda... lo ko bengong , nie tugas kuliah lo udah kelar . gue pamit pulang kasian bunda . bay ...Denis menjalankan kursi rodanya menuju butik yang ada di sebelah toto melda .
melda hanya memberi senyuman ,dia malas jika harus berpura pura baik lagi pada Denis ,karena dia sudah tau cara nya mendekati Arsya kali ini .
****
"sayang , besok mas sudah mulai masuk kerja, gapap yah kasian Dion kewalahan kalo gak da mas " ucapnya pelan .
" o gth ,aku pikir masih cuti" meski ada rasa kecewa namun Sisi akan mencoba mengrti .
" iya sayang , tapi Dion akan di tugaskan untuk memantau cafe yang di kota B ,karena masih dalam pembangunan . kemungkinan bisa kelar beberapa bulan lagi ,maaf ya belum bisa hanymoon dulu " uangkapnya pada Sisi .
" yasudah , mau gimana lagi , o iyah kalo begitu aku juga mau ke kantor papa, kasian om Reza , dia pasti kerepotan Sisi membalas suaminya .
" ok tapi kamu jangan kecapean juga".jawabnya santai .
******
Seminggu telah berlalu , kehidupan rumah tangga Ar semakin membaik , meski dalam kesibukan masing masing .
Ar yang masih terlihat sibuk karena tidak ada Dion ,namun dia selalu pulang ke rumah untuk makan siang di rumah bersama Sisi.
"sayang ... mas mau, boleh ya, mas janji akan hati hati .godanya setelah melaksanakan makan siang ,Ar menginginkan Sisi .karena belum ada kata malam pertama .
" janji ya mas ".Sisi tersenyum manis dia sudah siap lahir dan batin jika harus menyerahkan Kesucian nya untuk suami tercintanya .
setelah mendapatkan izin dari sang istri ,Ar langsung melakukan nya dengan hati hati ,dan benar saja Ar semakin terbuai dalam perlakuan Sisi ,yang seperti tau keinginan suaminya .
" terima kasih sayang , kamu milikku." selamanya , kecupan bertubi tubi Ar berikan .
"mas juga hanya milik ku ". Sisi memeluk Ar begitu erat .
__ADS_1
akhirnya Sisi memberikan hak kepada suaminya , dan kini dia bertekad tidak ada wanita lain yang memenuhi hasrat suaminya kecuali dia .
setelah pergulatan yang panjang , Sisi terlihat lelah dan tertidur dengan pulas. namun tidak dengan Ar dia beranjak membersihkan diri dan kembali ke cafe ,
..."tidur yang nyenyak sayang , mas pergi ke cafe ya ,di kecupnya kening Sisi yang masih tertidur ....
****
" abang ..... hik hik hik ... abang melda butuh bantuan abang . toko melda ke rampokan bang . melda yang sudah tau ruangan Ar ,
" kamu tenang dulu ya .. sini duduk , sudah lapor polisi ?
" sudah bang , tapi aku bingung Ayah dan bundaku sudah tidak mau tau urusan toko ku . merek gak mau ambil pusing bang " ucapnya bohong dengan manja melda memeluk Ar .
" mel , jangn peluk peluk gini abang gak nyaman . dengan sekuat tenaga melepaskan pelukan melda .Ar tidak mau kejadian tempo hari terjadi lagi .
"bang gimana kalo aku kerja di cafe ini jadi apa aja melda mau",mohon melda.
dengan cepat Ar menerima tanpa meminta pendapat sang istri ,pikir Ar itu tidak akan membuat dia marah , niat Ar hanya membantu melda yang sudah di anggap adik seperti denis .
" makasih ya bang , melda jadi seneng , ada penghasilan tetap lagi " jawbnya pura pura sendu .
" ok ,di sini lagi kekurangan pelayan . kamu mau ?" tawarnta pada Melda .
" mau bang .. yang penting kerja "Melda tersenyum menang .
sementara itu Sisi baru saja terbangun dari tidur nya , melihat tidak ada siapa siapa.
"mas Ar kemana sih , coba aku telpon aja deh ini kan hari sabtu masa dia balik lagi ke cafe , sambil menekan no suaminya .langsung mendapatkan jawaban
"iya sayang , mas masih di cafe nie . kamu udah makan malam belum ?" tanya lembut .
" aku gak mau makan kalo mas belum pulang" jawbnya manja .
" ok mas pulang sekarang ya . jangan marah ok ratuku " sepertinya Ar harus bisa pintar merayu ,supaya Sisi gak gampang marah .
setiba di rumah Sisi sudah terlihat cantik. Ar begitu terpesona dan hampir saja menjatuhkan makanan yang di bawanya .
" ayo sayang masuk , ko malah bengong . aku udah laper berat nie .. sisi membawa Ar masuk ,dan mendudukkan nya di sofa .
" sayang kamu cantik ,mas gak bisa napas kalo liat kamu berpakaian kaya gini .
" gombal " dengus sisi.
" ko gombal ,mas jujur loh ,o iyah ini makanan kesukaan kamu , ayam mentega nya " sesekali Ar memberi kecupan pada Pipi Sisi yanng tampak memerah .
" makasih ya mas , udah nurutin kemauan aku" ucapnya senang .
" nie gak seberapa sayang " Ar membawa Sisi dalam pelukan nya dan mengecup sekilas bibir manis Sisi yang terlihat menggoda .
" enak banget mas , mas harus coba ..
" mas mau nya kamu sayng " dengan senyum genit Ar menggoda Sisi yang terlihat memerah pipinya .
" mas mesuuuummm"... pekikan Sisi begitu gemes liat suaminya yang mesum .
" mesum itu gak di larang ,kalo sama istri sendiri , malah bagus lah sayang ".
canda tawa sisi dan Ar berujung romantis , karena Ar meminta hak nya lagi pada Sisi . tak mau suaminya kecewa meski masih lelah dan perih Sisi ikhlas melakukan nya .
bersambung .
like
vote
komen
__ADS_1