
waktu terus bergulir tak terasa kandungan Sisi sudah memasuki usia 6 bulan namun perut Sisi sudah tampak besar ,dan berbeda dengan usia pada umumnya , seperti ada dua bayi. memang selama ini Sisi belum pernah cek USG, karena terlalu jauh jika harus ke rumah sakit .
" neng ini baksonya ada 3 bungkus ,sok di makan neng "Bu Dijah begitu perhatian , memperlakukan Sisi seperti anak sendiri , secara Bu Dijah sampai saat nie belum memiliki Anak , tapi itu tidak mengurangi cinta kang Soleh .meski belum mendapatkan anak,bu Dijah selalu di cintai suaminya , terkadang ada rasa iri,namun Sisi menyadari ,ini semua sudah jalan takdirnya.
" siap bu cantik , o iyah mamah tadi masak sayur asem ,bawa gih buat kang soleh bu " perintahnya ,memang Mamah sisi selalu memberikan sedikit makanan jika bu dijah ke rumah ,merasa bu dijah bukan orang lain lagi .
" gampang neng ,nanti aja klo ibu dijah mau pulang ,sekarang mau nemenin neng aja supaya gak kesepian " jawabnya dengan senang .
" mamah,eneng lagi jemur baju , tumben banyak cucian nya ,ada seprai segala?"tanyanya heran .
"semalem Kan hujan deras, terus kamar Sisi bocor bu, pas banget kena tempat tidurnya.
" Astagfirullah .. yang bener neng .. kalo begitu biyar kang soleh yang benerin gentengnya ,mau tau gak kang soleh itu serba bisa neng "dengan bangganya bu dijah memuji Suaminya .
" o gitu , yaudah ....hayu... Sisi meniru ucapan bu dijah . lalu mereka tertawa ,merasa lucu , Sisi merasa terhibur jika deket sama ibu dijah .
****
Sementara itu
" sayang , kemana lagi aku mencari mu , pliss kembalilah ,mas rindu".kemana lagi mas harus mencari mu sayang ,Ar sepanjang hari tidak henti hentinya mencari keberadaan sang istri .
tak peduli dengan keadaan cafe yang selama ini dia bangun ,dia serahkan kepada adik dan asisten nya , dia ingin menemukan segera sang istrinya dan berjanji tidak akan membiarkan dia pergi lagi , dia akan bersujud jika itu harus dia akan meminta maaf . Ar gak sanggup jika harus berpisah .
urusan melda sudah Ar pecat dan membuatnya menderita dengan cara menjebloskan dia ke dalam penjara ,ternyata benar dia hampir membunuh Sisi ,dan sudah merencnakan itu sejak lama , karena dendam dari Jeny, sang kaka yang mengalami depresi karena dia mengira ini ulah Sisi dan suaminya .
*
*
" kenapa pake macet segala sih ,sambil membanting stir Ar menyusuri jalanan tanpa arah ,sehingga suara ambulan ambulan bergemuruh , karena di depan da kecelakaan beruntun .
" maaf pak ,,, di depan ada apa y.. ko macetnya parah banget tanyanya pada salah satu pengendara yang daru arah berlawanan .
" itu... di depan ada kecelakaan beruntun mas, sebaiknya mas cari jalan pintas saja , soalnya banyak korbannya mas" ,seorang pengendara motor yang berbeda arah memberi tau Ar agar mencari jalan pintas .
" terima kasih pak ".ujarnya dan memutar arah mencari jalan yang masih bisa di laluinya .
*****
"sialan banget nie mobil pake acara ban bocor lagi , dengan malas Ar menggantinya . suasana jalanan yang tidak di ketahui. ar melakukan penggantian ban mobilnya . namun tiba tiba dari arah belakang da seseorang yang hendak memukul kepalanya .
"awas mas di belakang ada orang jahat ,... suara teriakan laki laki membuat Ar kaget dan langsung menangkis pukulan itu .
perkelahian itu terjadi ,Ar yang memang pandai dalam berkelahi dia bisa mengalahkan para preman yang dengan mudah,sehingga membuat mereka kabur .
" masnya tidak apa- apa? .tanya kang soleh .
" Tidak pak hanya ini luka kecil ,terima kasih banyak pak ,sudah mau menolong saya" .ucapnya senang masih ada orang baik di tempat ini .
" saya tidak ngelakuin apa apa mas , cuman ngasih tau doang ,maklum saya takut kalo encok saya kambuh"sambil tertawa kecil sang bapak mengatakan nya .
" ini masnya , dari mana, mau kemana? "saya ko baru liat mas".tanya nya penasaran .
" maaf pak , saya memang bukan asli kota ini ,tetapi saya lagi nyari istri dan mertua saya , saya juga gak tau ini kampung apa ".wajah Ar berubah sendu .
"maaf mas, ini teh sudah malam di daerah sini banyak preman jail ,kalo mas gak keberatan ikut saya saja".
" tapi bapak sendiri dari mana sudah malam ko jalan kaki "Ar penasaran sama laki laki ini ,karena Ar takut jika dia komplotan nya preman tadi. yang pura pura baik.
" saya habis dari sawah , tapi malah ketiduran di saung sawah ,jadinya kemalaman deh pulangnya "jawaban nya membuat Ar lega .
" bapak lucu , masa sampai ketiduran ,saya mau ko pak ikut ke rumah bapak , sebentar pak saya rapihkan ini dulu ,nanti bapak naik mobil saya saja" tawarnya .
"siap mas , kebetulan pengen ngerasain naik mobil bagus" ucaonya santai .
Ar hanya tertawa kecil dia merasa terhibur dengan kelakuan si bapak ini .
__ADS_1
mobil Ar sudah sampai ,tepat di halaman rumah bu dijah , terlihat lampu sudah gelap tandanya penghuni nya sudah tidur ,
" Assalamualaikum sayang , akang pulang "teriakan kang soleh ...
belum ada jawaban dari sang istri , kang soleh membuka pintu yang memang jarang di kunci.mungkin meras di rumah nya tidak ada harta berharga .
bugh ...bugh .....bugh...
" ampun sayang ampun ,... akang beneran ketiduran di saung sawah sayang ,ampun" sambil terus minta ampun saat ,istri kang soleh memukulnya dengan sapu ,
"akang tega, akang dari tadi di tungguin ,tuh liat sayur asem ,beneran jadi asem rasanya" ucapnya sambil memukul suaminya .
" sini sapunya ,nie pala akang bisa geser ke kota J kalo di pukulan terus ",,,Seketika pukulan pun berakhir .. sedangkan Ar hanya terpaku di depan pintu,menyaksikan kelakuan 2 manusia di depan nya ini . merasa kasian pada kang soleh .
"eleh eleh akang ,ini yang ganteng siapa kang ,yang mau jual beli sawah akang yah ?" pertanyaan Dijah semakin ngawur .
" maaf bu , saya Arsya dari kota J ,saya tadi hampir di rampok preman di simpang jalan depan. untung ada akang ini ,untung akang ini ketiduran . jadi bisa nolong saya".jelasnya pada bu dijah .
" akang kebiasaan ,kalo mau tidur di rumah, jagan di saung kang , terus giman kang ".tanyanya .
"tapi rumah kami jauh dari kata nyaman malah , mendekati mau roboh ... masnya pasti takut tinggal di sini ".ucapnya asal .
" takut kenap sayang ? kan rumah akang gak da setan nya , ada juga bidadari akang ini "gombalan Akang soleh membuat hati Ar teringat pada istrinya yang belum tau entah di mana. sehingga mimik muka Ar terlihat menyedihkan ,kurang tidur ,jarang makan ,rambutnya pun terlihat tak terurus .
" takut ketiban genteng lah ,akang gak liat badan nya si mas ini tinggi gak kaya kita semampai , semeter tak sampai." candanya .
membuat galak keduanya terdengar .
" gapapa ko bu ini udah lebih dari cukup ,malah saya berterima kasih sudah di ajak bersinggah , saya tidak tau kalo bakalan sampai ke kota ini".ucapnya lembut .
"o ...iyah akang sudah makan belum , nie di kasih sayur asem,sama ibu shopi ,tau masih enak apa sudah asem beneran".ucapnya sambil menyajikan makanan .
deg ....hati Ar berdetak tak karuan dia berpikir semoga bu shopi yang di maksud Mamah mertuanya.
" bu shopi emang baik banget yah ,pasti akang makan kayanya masih enak , akang jadi gak tega kalo liat neng Sisi jualan di saat hamil besar ,kalo akang ketemu sama suaminya pasti akang sudah ngasih tonjokan di kepalanya biar sadar ".ucapnya geram .
" iya knang ,istri cantik ko di tinggalin "sambung Bu dijah
" iya ibu juga bakalan tarik rambutnya samai abis , sebel sebel sebel".
maki mereka berdua .
pembicaraan suami istri di depan nya membuat hati Ar panas dingin , dia tidak menyangka jika nama istri dan mamah mertuanya da di kota ini . dan berharap itu Sisi istrinya .tapi ada kata hamil besar... tapi ..batin Ar berperang seorang.
" mas ... mas... mas... ko malah bengong ,akang gimana ini si mas nya malah bengong jangan jangan di rumah ini beneran ada setan nya kang". ucapnya .
"mas mas ... panggilan kang soleh membuyarkan lamunan Ar yang masih syok luar biasa .,sambil mencerna semuanya.
" eeh .,... maaf kang ,saya cuman kaget saja ,nama yang ibu sebutin seperti naman istri dan mertua saya" jelasnga .
membuat kedua suami istri itu jadi bengong ,dan berfikir jika ini beneran suami neng sisi pasti dia udah di masukin penjara ,udah ngatain dan mengancam nya ..begitu lah isi otak bu dijah dan kang soleh .
" mas nya salah orang x , mas nya punya fotonya tidak ?"tanya bu dijah penasaran .
dengan cepat Ar langsung mengeluarkan foto pernikahan nya yang setiap hari dia bawa ,
"ini Istri saya bu ,ibu tau dia tinggal dimana ? saya mohon kasih tau saya , ini semua kesalah pahaman bu " mohon Ar pada bu dijah .
Setelah melihat foto yang Ar tunjukan mereka kompak untuk memberi kesempatan bertemu ,meski jika Sisi menolak untuk bertemu itu urusan mereka .
" terima kasih bu infonya , saya janji saya tidak akan lupa dengan jasa ibu dijah dan kang soleh ".ucapnya senang .
" sebaiknya mas tidur ,di sini ada tiker dan bantal satu , tapi maaf gak bisa pake guling , guling khusus untuk saya " ucap kang soleh .
senyuman bahagia Ar tampilkan dia merasa bersyukur dipertemukan dengan kang soleh dan bu dijah malam ini ,tidak sia sia dia pergi tanpa tujuan dan akhirnya dia akan bertemu dengan sang istri .
keesokan harinya ....
__ADS_1
Dengan cekatan tangan mungil Sisi menghias kue ,meski dalam keadaan hamil Sisi tidak pernah menyerah. dengan posisi duduk pun jadi.
"sayang jangan ngambek dulu yah ,tahan dulu bunda selesaikan kue satu ini dulu , nanti kita makan rujak buatan ibu dijah yah"ucapan lembut memebujuk sang cabang bayi .
sambil mengelus perutnya yang semakin hari semakin besar ,
ucapan Sisi mendapatkan respon dari bayi yang ada di perutnya , namun Sisi merasakan gerakan itu begitu kencang seperti da gerakan yang lain .
"mamah ... Mah .. mamah Sini mah .".teriakan sisi begitu kencang membuat mamah Shopi panik dan langsung menghampirinya .
" ada pa sayang ada yang sakit,kenapa manggil nya gitu ".ucap mamah panik .
" mah ini gerakan Dede nya beda mah , seperti da yang lain kaya ada dua bayi gituh mah " dengan cepat mamah Sisi menyentuh perut putrinya dan sehingga membuat nya syok .. tidak menyangka jika Sisi hamil anak kembar .
" sayang sebaiknya kita ke rumah sakit , kita pastikan dengan melakukan tes USG ya".saran nya pada sang putri .
" iya mah , sisi gak tau ini aktif banget , Sisi takut mah"
" jangan takut , kalo benar itu berarti mamah punya cucu nya dua dong " hiburnya .
percakapan Sisi dan mamah ny tidak luput dari penglihatan Ar ,bu dijah dan kang soleh , mereka menyaksikan percakapan keduanya dengan raut wajah terharu .
tap tap tap
Ar mendekati dan bersujud di bawah kaki Sisi .. membuat sang empu melonjak kaget
"akhirnya mas menemukan kalian ,mas minta maaf sayang , mas tidak akan biarkan kalian pergi dari hidup mas , sayang maafkan kesalahan mas ,yang tak peka , mas mohon maafkan mas sayang . mas tidak bisa hidup tanpa kamu" kata kata Ar begitu menyentuh semua orang namun tidak untuk hati Sisi .
Sisi yang masih terpaku , memilih diam dan tetap pada pendirian nya dia sudah tidak mau mempertahankan rumah tangganya lagi .
" mah bantu Sisi ke kamar mah ,Sisi tidak mau bertemu dengan lelaki yang egois ini . mah bantu Sisi ayo" dengan cepat mamah mengulurkan tangan nya ,namun di cekal oleh Ar.
"Sini sayang mas bantu , mas mohon maafkan suamimu yang bodoh ini" ucapnya Ar langsung memeluk Sisi dengan erat , sehingga melupakan kondisi Sisi yang sedang hamil .
" lepaskan .....aku tidak mengenal anda , sebaiknya anda pergi dari rumahku" dengan suara dingin Sisi mengusir Ar .
"maaf kan mas sayang , selama ini mas mencari mu , mas sayang kamu dan calon bayi kita , mas mau menebus kesalah mas , mas rela jika kamu menghukum mas, akan mas terima hukuman itu,asalkan kamu mau menerima mas lagi , dan kita buka lembaran baru , membesarkan anak kita sama sama sayang ".ucapanya panjang lebar .
"cukup , simpan khayalan manis mu , karena itu tidak kan pernah terjadi . pergiii..... bu dijah tolong usir orang ini bu Sisi tidak mau bertemu dengan nya lagi . Sisi semakin membenci suaminya .
" mas sebaiknya pulang saja , tadi kan udah janji gak bakalan bikin neng Sisi nangis lagi , ayo kang bantu dijah , kita seret mas nya "pintanya pada kang soleh .
,kang soleh langsung menyeret Arsya dengan kencang .
" saya mohon bu diajah, kang soleh jangan usir saya saya mau bicara dengan istri saya dan bayi saya ".permohonan Ar saat di seret keluar .
" kunci pintunya jah ,akang akan bawa dia ke rumah pak RT , biyar dia gak berani ke sini lagi ,teriakan Kang soleh membuat sebagian bapak bapak menghampiri dan menyangka jika Ar adalah pencuri di rumah neng Sisi sehingga kesalah pahaman itu terjadi.
bug bug bug .... bug bug ... suara pukulan tonjokan dan ada sebagin orang yang mengikat Ar pake tambang dan di seret ke rumah pak RT .
Dengan keadaan gontai dan sakit di seluruh tubu Ar hanya bisa pasrah dan tidak mau melawan nya .
****
" aduh kang soleh kenpa balik lagi , gimana mas yang tadi sudah di usir kan dari kota ini , dengan santai nya kang Soleh menjawab
" beres sayang , sepertinya bukan hanya di usir dari kota kita ,melainkan pergi dari dunia juga , secara dia udah di adili sama Warga . sekarang masuk rumah sakit , tapi akang tidak tau kapan pergi dari dunianya ". dengan sikap polosnya kang soleh memberi tau sang istri .
deg .
maaf yah kalo ceritanya gak sesuai dengan pikiran teman teman ..
bersambung
vote
komen
__ADS_1
like .
.