
kehidupan terus berlalu kini tiba waktunya acara pernikahan yang di tunggu tunggu sudah tiba ,terlihat raut wajah bahagia Azam yang terus menebarkan senyuman nya setelah ijab qobul di ucapkan .
" selamat yah sayang ,doa terbaik untuk kalian ,bunda doakan semoga kalian bisa menjadi keluarga yang sakinah ,mawadah ,dan Warohmah" doa tulus Sisi pada sang putra .
begitupun Ar yang tidak menyangka waktu itu tiba juga ,jauh dari lubuk hatinya ia berharap jodoh sang putra adalah Safa , anak sahabatnya .
" ayah kenapa melamun sih ,ayo kita duduk aja yah " seakan tau isi hati sang suami Sisi sengaja membawa sang suami untuk duduk .
acara pesta yang begitu meriah di hadiri sanak keluarga dan tidak lupa para sahabat .
" bang ,liat deh aku ko kaya kenal sama pria yang di sana? " tunjuknya saat melihat pria yang masih terlihat gagah , meski di wajahnya terdapat kumis dan janggut .
" itu Dion de ,ayo kita sambut dia ,anggap kira reunian " pernyataan Sang abang membuat Denis kaget dia hampir lupa jika soal Dion .
" serius bang " ucap denis masih tak percaya .
" ayo kita sambut " ucapnya seraya melangkah pada sahabat nya .
" kenapa baru datang ,Kau sudah kaya jadi lupa ,kemana putri ku ,kalian tidak sedang berantem kan ? berbagai pertanyaan Ar lontarkan selain kepo dia tak ingin terjadi apa apa pada sahabat dan putrinya ,denis yang masih syok hanya bisa menyaksikan percakapan keduanya .
__ADS_1
" Safa kan kuliah di korea ,kebetulan gak bisa hadir ,maaf yah tuan bos ,kemarin kemarin sempet kena musibah ,dia hampir di per kosa dan mengalami sedikit trauma jika melihat laki laki selain aku papi nya ,itu sebab nya datang sedikit telat dan tidak bisa lama " ucapnya sedih dan sontak buat hati Ar menjadi semakin sedih dan khawatir .
" kenapa tidak ngabarin aku ,coba aku mau liat dia Coba kau vc pliss Dion!" bujuknya .
" tenang Tuan bos ,sekarang dia sudah di tangani dokter dan aku hanya meminta doanya ,dan berharap kalian mau mendoakan " tak bisa di pungkiri Sang putri jauh di negri orang dan mengalami kasus ini membuatnya semakin terpukul .
" aku ikut sedih " ucap Denis tiba tiba membuat mata Dion menatapnya .
" hay apa kabar Den ,bos kecil " sapanya mencoba tersenyum meski hatinya sedang terluka.
" abang Dion ,aku ikut sedih denagn keadaan putrumu ,apa Melda tak ikut? " lagi lagi Dion harus menerima pertanyaan yang membuatnya kembali bersedih
" aw, sakit bang ," ketika Ar menginjak kaki Denis .
" upst ,maaf bang ,aku sungguh tak bermaksud " sesalnya .
" gpp ,maaf sepertinya aku mau mengucapkan selamat dulu ,kalian gpp kan aku tinggal " ucapnya merasa tidak ingin berlama lama di pesta ini yang membuatnya semakin Sesak .
tap tap tap ...
__ADS_1
" malam ,zam ,selamat yah semoga kebahagian menyertai kalian " doa tulus Dion pada putra sahabatnya ,terlihat Azam sedikit canggung ,pasal nya ia baru melihat Om Dion kembali .
" terima kasih om ,maafkan Azam jika menyakiti kalian " jujur Azam beberapa Hari ini kepikiran Tentang Safa.
" kenapa minta maaf ,kalian hanya tidak berjodoh menjadi pasangan ,ok om pamit pulang yah ,maklum sibuk dikit " karena dia merasa tidak penting untuk lebih lama lagi ,karena Safa lebih membutuhkan nya saat ini , namun tiba tiba Suara getaran HP Dion berdering dan sontak membuat Dion reflek mengangkatnya di di samping Azam yang masih berdiri .
" Apa , baik dok aku segera terbang ke korea ,tolong jaga putriku untuku dok " suara gemetar Dion membuat Azam menatap aneh dan dia merasa tidak enak .
" ka Dion kenapa terlihat khawatir apa yang terjadi ,kamu mau ke korea ada masalah apa kak? " pertanyaan Sisi tak di gubrisnya dia berlari dan hanya ingin segera pulang .
" maaf permisi semuanya" pamitnya .
"mas ,kenapa? ada apa ini mas " isak Sisi membuat hati Ar tak tega dia yakin Sisi pasti merasakan nya .
" Safa sakit dan butuh Dion saat ini sayang ,kamu doakan supaya Safa kembali sehat " perkataan Sang ayah membuat hati Azzam tak tentu
" Ada apa dengan Safa " gumamnya yang masih terdengar jelas oleh Zahra .
" maas "
__ADS_1
deg ...
bersambung ....